
Di tempat lain tepatnya di Perusahaan WILLIAMS cabang yang di Bali, sudah hampir lewat jam makan siang tetapi Bagas dan Rio masih sibuk mengerjakan laporan yang berantakan akibat ulah seseorang yang tak bertanggung jawab. Sampai-sampai ia lupa untuk makan siang, dan memberi kabar pada istrinya serta membalas pesan dari istrinya. Sedangkan tim audit sudah selesai menyetok semua barang produk yang ada di gudang kantor cabang. Dan benar saja bukan hanya Produk parfum yang mereka mainkan tetapi semua produk yang di miliki WILLIAMS GRUP telah mereka mainkan. Manager Perusahaan cabang yang belum terlalu lama datang bingung dan was-was, begitu juga yang terlibat bersama Manajer yaitu bagian administrasi mereka ketakutan akan kah perbuatan mereka di ketahui. Karena tiba-tiba saja tim audit datang dan menyetok semua barang di gudang apa lagi CEO WILLIAMS GRUP yang baru juga datang kekantor bersama asistennya Rio orang kepercayaan Perusahan WILLIAMS GRUP yang langsung mengecek komputer serta laporan keuangan dan laporan penjualan setahun belakangan ini. Ingin rasa nya Manejer bernama Doni yang berusia 38tahun itu kabur dari Perusahaan.
Saat ini Bagas ingin rasa nya melampiaskan emosinya pada seseorang. Dia benar-benar ingin sekali menjebloskan mereka kepolisi yang melakukan penipuan di Perusahaan WILLIAMS. Tapi Papanya melarang nya, sampai Papanya datang ke Bali memberi keputusan. Begitu banyaknya mereka mengambil keuntungan dari penjualan produk. Miris rasanya melihat seorang Manager yang sudah di percaya mengembangkan Perusahaan WILLIAMS malah melakukan kecurangan ini. Padahal gaji yang di berikan ke sang Manajer begitu besar. Apalagi kalau Perusahan selalu capai target dia akan mendapatkan bonus. Serasa masih kurang, ia melakukan kecurangan dengan menjual produk secara manual bukannya di scan dan tidak di masukkan ke penjualan seperti yang seharusnya. Tapi uang dari penjualan masuk ke saku mereka.
"Gas kita makan dulu, ini sudah jam tiga sore loh." Ucap Rio. "Apa perlu gue pesanin makanan sama Johan untuk kita makan didalam ruangan ini aja." Tambahnya lagi.
"Ya uda Lo pesan aja bro, gue lagi malas keluar nih. Ingin cepat menyelesaikan pekerjaan kita." Jawabnya. "Astaghfirullah.. gue sampai lupa kasih kabar ke Zahra." ucap Bagas. "Mudah-mudahan aja Zahra gak marah sama gue." Ucapnya lagi. Kemudian Bagas mengambil Ponselnya yang di letaknya di kantung jas mahalnya. Ia melihat ponselnya ada dua pesan dari My Lovely Wife yang tak lain adalah istrinya, itulah yang tertulis di kontak ponselnya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari Lisa dan juga pesan darinya. Kemudian ia membuka pesan dari istrinya terlebih dahulu.
My Lovely Wife
"Mas Uda makan belum?"
Ia lalu membuka pesan dari istrinya satunya lagi.
My Lovely Wife
"Mas masih sibuk ya..? Ya uda kamu jangan sampai lupa makan ya mas.."
Bagas yang mendapat pesan dari istrinya tersenyum-senyum sediri. Hatinya sudah sangat bahagia mendapatkan perhatian kecil dari istrinya. Ingin rasanya ia melakukan panggilan video ke istrinya, tapi takut mengganggu istrinya yang sedang sibuk bekerja. Akhirnya ia membalas pesan dari istrinya.
Bagas
"Sayang maaf baru balas pesan kamu. Mas gak dengar, Ponselnya mas silent sayang. Maaf ya hari ini mas sibuk banget sampai gak kasih kabar ke kamu. Sayang gak marah kan? Entar kalau mas sudah pulang ke Resort mas telpon kamu. I love you bidadari surga nya mas.."
__ADS_1
Setelah membalas pesan dari istrinya Bagas melanjutkan membaca pesan dari Lisa sahabat dari istrinya.
Lisa
"Pak Bagas maaf saya baru ngabarin. Ada yang mesti Pak Bagas ketahui, tadi pagi Bu Sonya menampar wajah Zahra Pak.. sampai membuat pipi Zahra memar. Bu Sonya mendapatkan foto Pak Bagas sedang mencium mesra Zahra di parkiran. Itu membuat Bu Sonya marah, lalu menampar Zahra dan mengatainya wanita yang tidak benar karena sudah menggoda Pak Bagas. Maaf saya tidak merekam kejadian itu, karena terjadi begitu saja dan saya juga telah membantu membela Zahara. Tapi saya mohon Pak Bagas pura-pura saja tidak tahu, entar takut Zahra curiga ada yang memberi tahu masalah ini ke Pak Bagas. Kalau pun foto itu memang benar, mungkin ada karyawan yang melihat dan sengaja mengambil foto Pak Bagas dengan Zahra lalu dia mengirimkan foto itu ke Bu Sonya. Kalau ingin melihat kejadiannya Pak Bagas bisa lihat Cctv ketika sudah kembali dari Bali. Bagaimana keras nya Sonya menampar Zahra. Saya sarankan kepada Pak Bagas kalau bisa Bu Sonya di beri pelajaran atau di pecat aja Pak."
Bagas yang tadi senang dan bahagia dapat pesan dari istrinya, kini kembali emosi setelah membaca pesan dari Lisa. Sudah di kantor masalah laporan belum selesai di tambah lagi jika istrinya di tampar oleh Sonya. Membuat Bagas semakin emosi ia benar-benar ingin memarahi Sonya kali ini kalau perlu benar kata Lisa harus di beri pelajaran. Kalau saja negara ini tidak negara hukum sudah pasti ia akan langsung membunuh Sonya karena dia sudah menyakiti istrinya.
Bagas sekarang kepikiran keadaan istrinya, Ingin rasanya ia saat ini langsung pulang ke Jakarta memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang. Memberi banyak kecupan di wajahnya. Tapi masalah yang disini belum kelar, kasian Rio kalau harus menyelesaikan ini sendiri. Akhirnya Bagas memencet nama My Lovely Wife untuk melakukan panggilan video ke istrinya ia mau melihat pipi istrinya yang memar seperti yang di bilang oleh Lisa melalui pesannya tadi. Sudah beberapa kali ia menghubungi istrinya tapi tidak di angkat-angkat oleh istrinya. Membuatnya semakin kuatir. Kemudian Bagas menelpon adiknya Sheina ingin menanyakan keadaan Zahra apa baik-baik saja. Tak berapa lama panggilan diangkat oleh Sheina.
Sheina
"Iya halo kak ada apa nelpon Sheina?"
Bagas
Sheina
"Sheina diluar kantor kak bantu mbak Mila ngurus keperluan untuk ulang tahun Perusahaan.. ada apa kak?"
Bagas
"Kakak kira kamu di kantor. Kakak ingin tahu keadaan Zahra gimana? Soalnya kakak hubungi gak di angkat-angkat.."
__ADS_1
Sheina
"Mbak Zahra baik-baik saja kak.. tadi kami sempat makan siang bareng. Mungkin mbak Zahra lagi banyak kerjaan kali kak.."
Bagas
"Oke ya uda kamu lanjut lagi. Assalamu'alaikum."
Sheina
"Waalaikumsalam."
Bagas mematikan sambungan telpon pada adiknya. Apa Sheina tidak melihat ada memar di pipi Zahra ya..gumamnya dalam hati. Saat sedang melamun ponsel Bagas berbunyi.
Ting Ting
Membuat Bagas tersadar dari lamunannya. Ia lalu melihat ponselnya ada pesan masuk dari My Lovely Wife. Bagas pun langsung membuka nya.
My Lovely Wife
"Mas maaf Zahra gak bisa angkat panggilan video dari mas. Soalnya Bu Sonya ngasih banyak kerjaan ke Zahra mungkin hari ini Zahra lembur mas.. Entar aja ya kalau Zahra Uda ada di rumah. O iya Zahra gak marah kok sama mas, jangan di paksain kali ya kerjanya dan jangan lupa makan mas.. I love you to mas.."
Bagas yang membaca pesan dari istrinya semakin emosi dengan Sonya. Sepertinya Sonya sengaja kasih kerjaan banyak biar istrinya itu lembur. Membuat Bagas kuatir pada Istrinya, takut kalau istrinya lembur malah entar di sakiti oleh Sonya yang sengaja membuat nya lembur supaya mempermudah untuk menyakitinya. Bagas akan ngirim pesan ke Lisa untuk menunggu istrinya sampai ia pulang. Tapi ia terlebih dahulu membalas pesan dari isterinya.
__ADS_1