
Kini tinggal Bagas sediri yang berada diruangan nya. Melihat banyak berkas yang numpuk di meja membuat kepalanya pusing. Tapi mau tidak dia harus menyelesaikan pekerjaannya. Seketika ia mengingat istrinya yang ternyata bekerja di Perusahaan ini juga, Bagas pun mengambil ponselnya lalu mengirim pesan pada istrinya.
Berbeda di ruangan Bagas, di ruangan Zahra kini sahabatnya pada heboh ternyata CEO baru tersebut adalah suami sahabat mereka Zahra.
"Ra' gue gak nyangka ternyata CEO Perusahaan ini suami tampan loe.." ucap Rina geleng-geleng kepalanya.
Rina sahabat mereka memang paling bar bar kalau sudah bahas pria tampan.
"Gue juga baru tau ini Lis, Rin, kalau mas Bagas itu CEO WILLIAMS GRUP. Selama kami tinggal bersama kita gak pernah cerita pekerjaan masing-masing." ucap Zahra sambil berjalan menuju mejanya.
"Loe juga gak pernah tanya suami loe kerja dimana gitu?!" Tanya Lisa
"Enggak! dia pernah bilang sih kalau mas Bagas bakalan gantikan Papa nya sebagai CEO, tapi gue gak tahu ternyata CEO di WILLIAMS GRUP. O iya, gue bisa minta tolong sama kalian gak..?!"
"Minta tolong apa Ra'..?!" ucap sahabatnya bersamaan
"Gue mohon sama kalian, jangan ada yang bilang ya kalau gue istri dari mas Bagas.." ucap Zahra pada Lisa dan Rina.
"Kok gitu si Ra'..?! tapi suami loe gimana..?! apa loe Uda bilang sama dia..?!"
"Karena gue gak mau entar mereka jadi segan sama gue, kalau ternyata gue istri CEO Perusahaan disini. Gue juga belum tau Lis..! entar pulang dari kantor gue ngomong sama mas Bagas." ucapnya sambil menghembuskan nafasnya pelan.
"Oke kalau itu yang loe mau, kami gak akan bilang sama karyawan disini."
Ting.. Ting..
Bunyi suara ponsel dari Zahra, ia pun langsung ngambil ponselnya dari dalam tas, Zahra melihat ada pesan dari suaminya.
Bagas
"Assalamu'alaikum.."sayang lagi sibuk ya?! kok kamu gak cerita ke mas kalau kamu kerja di sini..?!"
__ADS_1
Zahra
"Waalaikumsalam.. gak terlalu sibuk kok mas..! kan mas gak ada tanya sama Zahra."
Bagas
"Iya juga ya, mas gak ada tanya kamu kerja dimana..! sayang entar makan siang berdua ya di ruangan mas.."
Zahra
"Tapi mas Zahra makan sama temen.."
Bagas
"Mas gak mau ada penolakan, mas tunggu diruangan mas di lantai 20 ya.. I love you sayang.."
Zahra
"Iya mas.. love you to"
Sudah hampir setengah jam Bagas menunggu istrinya, tapi yang di tunggu tak kunjung datang keruangan nya. Bagas pun inisiatif untuk menelfon istrinya
Di tempat lain Zahra takut takut mau masuk lift, Zahra melihat sekeliling ada orang atau tidak, karena ia memakai lift khusus petinggi Perusahaan dan itu Bagas sendiri yang menyuruhnya. Zahra sudah memberi tahu sahabatnya kalau dia tidak bisa makan bersama mereka, dan sahabatnya pun mengerti.
Lift pun terbuka, Zahra langsung masuk ke dalam lalu menekan tombol angka 20. Saat di dalam lift ponsel Zahra berdering ia melihat suaminya yang menelfon.
"Halo.. iya mas ni Uda di lift entar lagi juga sampai, iya mas... Waalaikumsalam." ucap Zahra sambil menghela nafasnya pelan.
Lift berhenti kini Zahra sudah di lantai 20, ia pun keluar dari lift lalu berjalan sambil mencari ruangan CEO. Saat mencari ruangan CEO tiba-tiba Rio keluar dari ruangan nya dan itu mengejutkan Zahra.
"Astaghfirullah..!" ucapnya terkejut. Ya Allah kak Rio ngagetin aja sih..?!"
__ADS_1
"Ehh Zahra.. mau keruangan Bagas ya..?! tuh ruangan nya sebelah ruangan kakak." ucapnya sambil tersenyum
"Iya kak.." jawabnya malu malu. "Makasih ya kak Rio.."
"Sama-sama Zahra.." Jawab Rio.
Rio pun langsung jalan menuju lift, ia ingin makan siang di luar. Zahra berjalan menuju pintu ruangan Bagas, di lihat ke arah meja sekretaris tidak ada orangnya, Alhamdulillah ucapnya dalam hati. Zahra langsung mengetuk pintu.
Tok tok tok
"Ya masuk.. " jawab Bagas dari dalam. Pelan pelan Zahra membuka pintu ruangan Bagas
Cglek
"Assalamu'alaikum..." ucap Zahra ragu ragu masuk kedalam ruangan.
"Waalaikumsalam.." jawab Bagas lalu beranjak dari sofa lalu Bagas menarik langsung tangan Zahra dan memeluknya erat-erat seakan takut kehilangan.
"Mas.." panggil Zahra lembut pada suaminya.
"Iya sayang.. kok lama banget sih datang nya..?!" Tanya nya dengan nada manja sembari melepaskan pelukannya, lalu ia mencium kening istrinya dan mencium bibirnya dengan lembut mengecap serta ********** membuat milik Bagas yang dibawa sudah mengeras.
"Sayang mas Uda gak tahan lagi..! mas mau kamu..!"
"Mas ini di kantor loh! entar ada yang masuk..?! malu mas kalau ketahuan kak Rio atau sekretaris kamu."
"Gak ada yang berani masuk kesini sayang tanpa seijin mas." Ucap Bagas. Kemudian Bagas jalan menuju pintu dan menguncinya lalu ia mengangkat istrinya tanpa ada jawaban darinya.
"Mas mau di bawah kemana?! turunkan mas..!" ucap Zahra sedikit kesal
"Kita keruangan pribadi mas ya..!" sampai kamar pribadi Bagas langsung meletakkan Zahra keatas ranjang yang memang sudah tersedia disana. Tanpa aba-aba Bagas mencium bibir istrinya, Zahra pun hanya bisa pasra dengan yang di lakukan suaminya. Mereka pun melakukan penyatuan dikamar tersebut sampai beberapa kali. Bagas benar benar tak melepaskan istrinya, entah kenapa Bagas tidak bisa menahan nafsunya kali ini. Untuk makan siang saja meraka sampai lupa. Bagas juga Uda menelfon Rio bahwa dia tidak mau diganggu sampai jam 4 sore. Zahra pun sudah ngirim pesan kepada sahabat nya kalau dia izin tidak masuk lagi dengan alasan sakit.
__ADS_1
"Sayang..."
🌹 Maaf ya kalau ceritanya kurang greget.. maklum baru permula ..🙏❤️ 🌹