
Sheina tiba di lantai 20. Lift pun terbuka ia langsung keluar dari lift, lalu ia berjalan dari lorong menuju ruangan CEO. Sheina berjalan sambil mengambil ponsel dari dalam tasnya, ia ingin menelfon kakaknya Bagas. Tanpa memperhatikan jalan tiba-tiba..
Bruk!!
"Auu!!" teriak Sheina. Sheina hampir saja terjatuh, karena ada sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya oleh seseorang yang telah menabraknya, hingga ia tidak sempat terjatuh. Mata mereka saling bertemu dan mereka sama-sama saling terpesona satu sama lain.
Deg deg deg
Detak jantung mereka berdua sama-sama berdetak lebih kencang dari biasanya. Seperti ada perasaan yang aneh muncul di hati mereka, setalah mata mereka saling bertatapan begitu dalam. Sheina pun tersenyum melihat siapa yang berada tepat di depan wajahnya. Pria yang selama ini ia rindukan dan ia inginkan.
Akhirnya pria itu pun tersadar dari lamunannya karena sangking terpesonanya ia kepada wanita yang ada didepannya apa lagi wanita itu baru saja tersenyum kepadanya. Sungguh gak bisa membuatnya berpaling darinya. Ia pun melepaskan tangannya dari pinggang Sheina
"Sheina ini kamu kan..?" Tanyanya pada wanita itu.
"Kak Rio.." ucap Sheina sembari tersenyum
Ya yang menabrak Sheina adalah Rio, saat Rio keluar dari ruangannya.
"MasyaAllah.. Uda lama gak ketemu, kamu makin cantik dan dewasa aja Shein." Ucapnya sembari tersenyum juga padanya
"Kak Rio bisa aja." Jawab Sheina salah tingkah. Kak Rio juga tampan, ucapnya sedikit canggung
"Makasih.. maaf ya kakak gak lihat kamu tadi."
"Iya gak apa-apa kak.."
Ya Allah jantung ini masih saja berdetak kencang kalau sedang dekat dengannya dan melihatnya. Apa lagi saat dia merangkul pinggang ku tadi. Aku serasa gak tahan lagi ingin memeluknya, mengungkapkan perasaan yang ada di hatiku yang aku pendam sejak lama padanya. Ya Allah aku harus bagaimana.." gumam Sheina dalam hati
"Kamu apa kabar Shein..?" tanya Rio tanpa mau melepaskan pandangannya dari wajah Sheina
Ada apa dengan jantung gue.. kenapa masih berdetak begitu kencang, jangan bilang gue suka sama Sheina? tapi kan gue baru bertemu sama dia lagi. Dulu saat masih satu rumah dengannya jantung gue biasa-biasa aja kalau berdekatan dengannya, kenapa saat bertemu lagi sangat berbeda? Apa lagi saat gue meluk pinggang nya serasa ada perasaan yang aneh di hati gue. Ini gak mungkin, mas ia gue suka sama adik sendiri, ya walaupun bukan adik kandung. Waktu gue suka sama Zahra jantung gue juga berdetak kencang. Tapi ini rasanya lebih dahsyat lagi serasa kaya mau meledak. Ya Allah ada apa dengan hamba mu ini.. gumam Riko dalam hati
"Alhamdulillah sehat dan baik kak.." jawab Sheina
"Kak Rio sendiri gimana kabarnya?" tanya Sheina
"Alhamdulillah kakak juga baik seperti yang kamu lihat sekarang. Kamu kesini pasti mau bertemu Bagas kan?"tanyanya lagi
"Iya kak.." jawab Sheina sembari tersenyum manis menatap Rio
__ADS_1
"Ya uda ayo, kak Rio juga mau keruangan Bagas."
Rio bersama Sheina pun jalan beriringan menuju ruangan Bagas.
"Mila apa ada Pak Bagas di ruangannya?" tanya Rio pada sekretaris
"Ada Pak Rio, masuk aja." Jawab Mila sembari memperhatikan wanita cantik yang ada di samping Rio.
"O iya Mil, kenalkan ini Sheina adik dari Pak Bagas.."
"Iya pak, mbak Sheina kenalin saya Mila sekretaris Pak Bagas." ucap Mila dengan menjulurkan tangannya ke arah Sheina
"Hai Mila.. aku Sheina, salam kenal.." Sheina pun menyambut tangan Mila.
Tok tok tok
"Masuk.." jawab dari dalam
Riko membuka pintu, lalu mereka pun masuk kedalam.
"Kak Bagas.." panggil Sheina sembari berjalan nyamperin kakaknya kemudian ia memeluk dan mencium pipi Bagas.
"Kok lama banget baru nyampe ruangan kakak?! bukannya uda dari tadi kamu datang ke kantor..?" Tanya Bagas pada adiknya
"Gas entar jam 3 kita ada meeting bersama klien di Cafe Star ya.." ucap Rio yang kini duduk di sofa ruangan Bagas.
"Oke. Lu siapkan aja berkasnya, entar setelah makan siang kita pergi ke Cafe Star." Jawab Bagas
"Kak gimana kalau kita makan siang bersama..? kakak ajak juga mba Zahra." ajak Sheina
"Oke boleh juga tuh. Gimana Yo lu mau ikutkan makan siang bareng kita?!" tanya Bagas pada Rio
"Oke." Jawab Rio
Bagas langsung mengirim pesan ke istrinya Zahra.
Di ruangan marketing lantai 5. Zahra serta karyawan yang lainnya masih sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing.
Saat tadi Lisa kembali dari ruangan Bagas, Lisa bersyukur karena kedua sahabatnya tidak menanyakan padanya kenapa dia begitu lama balik dari toilet. Padahal ia bukan dari toilet melainkan pergi keruangan CEO. Kini Zahra masih asyik dengan kerjaan yang lumayan banyak, tiba-tiba bunyi suara ponsel dari dalam tasnya.
__ADS_1
Drret.. Dret..
Zahra langsung mengambil ponsel dari dalam tasnya.
Bagas
Sayang lagi sibuk ya..?! entar istrahat kita makan siang diluar ya..?
Zahra
Mas kalau hari ini Zahra makan siangnya sama sahabat Zahra boleh ya..
Bagas
Gak boleh sayang.. soalnya Sheina yang ngajak kita makan siang bersama, nih dia lagi ada di ruangan mas gak enak kalau nolak ajakannya sayang.. besok aja ya makan siang bareng sama Sahabat kamu..?
Zahra
Oohh.. jadi Sheina datang kekantor, oke deh kalau gitu. Tapi Zahra langsung nunggu di mobil aja ya mas..
Bagas
Oke sayang.. jangan marah ya? besok beneran deh mas izinin kamu makan siang bareng sahabat kamu. I Love you sayang
Zahra
Love you to mas..
Setelah selesai balas pesan suaminya Zahra kembali mengerjakan pekerjaan nya, karena jam istrahat masih satu jam lagi.
Waktu istrahat makan siang pun tiba. Jam sudah menunjukkan pukul 12 tepat. Zahra cepat-cepat membereskan meja nya, lalu mengambil tasnya kemudian meninggalkan mejanya dan ruangan untuk menuju parkiran tempat dimana ia sudah janji pada suaminya untuk menunggu di mobilnya. Tak lupa ia ke meja sahabatnya dulu untuk memberi tahu kalau ia tidak bisa ikut makan siang bersama mereka.
"Lisa, Rina gue duluan ya..?! maaf ya gue gak bisa ikut kalian.." ucapnya sembari menuju ke lift.
"Oke.." jawab mereka berdua
Zahra pun tiba di parkiran, kini ia sudah menunggu di samping mobil suaminya. Sedangkan Bagas, Riko dan Sheina masih di lobby. Selama jalan di lobby Sheina menggandeng lengan kakaknya Bagas. Karyawan yang melihat Bagas dan Sheina begitu dekat pun bertanya-tanya siapa wanita cantik yang menggandeng Bos mereka. Ada yang berpikiran kalau Sheina pacar dari Bos besarnya.
"Wow cantik banget ya wanita bersama pak Bagas.." Ucap Karyawan yang melihat Bagas CEO mereka jalan bersama wanita cantik.
__ADS_1
"Apa itu pacar pak Bagas ya..? kalau ia berarti Zahra pengganggu hubungan mereka dong.."
Begitu lah ucapan karyawan yang melihat kemesraan Bagas dan Sheina, mereka mengira Sheina adalah pacar dari Bagas dan menuduh Zahra, bahwa Zahra yang pengganggu hubungan Bosnya itu dan menggoda Pak Bagas.