CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
141. Bab 141


__ADS_3

Sampainya di kediaman kakek William, mereka langsung di sebut oleh seluruh keluarga besar mereka.


"Selamat datang cucu Oma.." Mama Susi dan Ibu Indah menyambut cucunya yang baru sampai di rumah dengan semangat dan bahagia.


Bagas dan Zahra tersenyum melihat begitu bahagianya keluarga mereka menyambut kedatangan anaknya. Apalagi melihat rumah yang di dekor seperti pesta ulangtahun. Sungguh menggemaskan sekali penyambutan dari keluarganya.


"Ya Allah.. keponakan aunty cantik banget sih.." ucap Sheina yang tidak mau kalah dari sang Oma sembari menciumi baby Zoya yang berada di gendongan bundanya. Kemudian Sheina mengambil alih Zoya dari Zahra lalu membawanya ke box bayi yang ada di ruangan tamu. Cella kakak ipar Zahra pun melihat baby Zoya di box bayi, sembari mengajak keponakan nya bicara.


Bagas langsung menuntun Zahra kedalam, lalu membawanya untuk duduk di sofa.


"Sayang mau apa?"tanya Bagas yang ikut duduk di samping istrinya.


"Gak ada mas.." jawab Zahra seraya tersenyum manis menatap suaminya.


Semenjak Zahra sadar dari koma, Bagas sama sekali gak mau jauh dari Zahra, Bagas terus berada di samping istrinya itu. Bagas benar-benar takut kalau sebentar saja meninggalkan istrinya, ia merasa tidak akan pernah bertemu dengan sang istri. Bagas sudah memutuskan tak akan menambah anak lagi, cukup dua saja. Ia tak mau kehilangan istrinya, cukup kemaren saja dirinya menjadi gila karena istrinya koma saat melahirkan Baby Zoya.


"tunggu sini dulu ya.. mas mau ke toilet bentar." Ucap Bagas sembari beranjak dari sofa.

__ADS_1


"Iya mas.." balasnya.


"Hei Adek kakak yang cantik.." panggil Yuda, kakak dari Zahra sembari nyamperin Zahra dan langsung duduk di samping adiknya.


"Kakak.." rengek nya yang langsung memeluk kakaknya itu.


"Gimana keadaan kamu sayang?" tanya kakaknya sembari mengelus kepala adiknya dengan sayang.


"Zahra Uda baik-baik saja kak.." jawabnya. "Kesya di mana kak?"


"Zahra juga kangen sama kakak, Uda lama banget kita gak ketemu. Terakhir kita bertemu, saat kami main ke Bandung sekalian kami pamit mau pindah ke London kan.." balasnya. "Maaf ya kak, Zahra Uda bikin kalian takut dan cemas dengan kondisi Zahra." ucapnya sedih dan merasa bersalah.


"Iya sayang, yang terpenting kamu sekarang uda sehat dan baik-baik saja." jelasnya.


Setelah berbicara pada adiknya, Yuda menghampiri yang lainnya. Sedangkan Zahra dengan jalan pelan pergi ke kamar untuk istirahat, tetapi belum sampai masuk terdengar suara yang memanggil dirinya.


"Bunda..." teriak dua suara anak kecil memanggil bundanya. Kedua Anak kecil itu pun langsung menghampiri Zahra, anak kecil itu siapa lagi kalau bukan si tampan, Gavin dan si cantik Shakeela anak dari Sheina dan Rio.

__ADS_1


"Iya sayang.." Zahra langsung memeluk anaknya dan juga Keela.


"Bunda Uda sembuh ya..? kakak kangen bunda dan Adek juga.."rengek nya.


"Alhamdulillah bunda Uda sehat sayang.. Bunda juga kangen sama kakak.." jawabnya tersenyum menatap wajah anaknya. "kakak mau lihat adek gak?" tanya Zahra sembari mengelus Kapala Gavin.


"Kakak mau bunda.. hore Adek Uda pulang kerumah.." teriak Gavin antusias.


"Ya uda, gih sana lihat adek, Adek lagi di ruangan depan sama Oma." ucap Zahra.


"Dah bunda.. kakak mau lihat adek dulu." ucap Gavin pada ibunya. "ayok Keela lihat adek kakak Gavin." ajak Gavin pada Shakeela sembari menarik tangan nya.


Sembari tersenyum melihat anaknya lari menuju ruang tamu, Zahra melanjutkan jalannya masuk ke dalam kamarnya.


"Sayang kok gak panggil mas kalau mau masuk kamar.." ucap Bagas yang baru saja masuk dalam kamarnya.


"Mas..."

__ADS_1


__ADS_2