
Saat ini Rio dan Bagas lagi duduk di sebuah Cafe yang tak jauh dari rumah Papanya.
"Gue harus giman Bro, Papa gak ngizinin gue ngomong sama Zahra. Gue kangen banget sama dia, gue bodoh banget Uda ninggalin dia selama tiga tahun ini. Gue tahu kesalahan gue besar banget, tapi apa gue gak berhak di beri kesempatan? lagian gue pergi karena memang saat itu gue tidak mengingat Zahra sebagai istri gue, bukan karena gue selingkuh." Ungkap Bagas ke Rio.
"Ck. Sekarang Lo bilang kangen, selama ini kemana aja lo!" Ucpnya. "Ya Lo jangan menyerah gitu ajalah untuk minta maaf ke Papa.. kalau Zahra, gue yakin dia pasti Uda maafin Lo, secara dia orangnya gak tega'n dan dia juga orangnya mudah maafin orang sebesar apa pun kesalahan orang itu." Ujar Rio.
"Baru sebentar aja gue juga Uda kangen banget sama Gavin. Saat gue lihat Gavin tadi, jantung gue berdetak kencang sama seperti pertama kali gue lihat Zahra dulu. Ibu dan anak sama-sama membuat jantung gue serasa berpacu dengan kencang saat pandangan pertama. Apalagi gue peluk dia, saat dia begitu senangnya melihat kedatangan gue, hati gue langsung menghangat." ucapnya sembari menghela nafasnya.
"Hahaha.. secara Gavin anak Lo! terkadang hal seperti itu biasa, itu kontak batin antara anak dan Papanya. Lo tau Gas anak Lo pintar banget, sama seperti Lo. Kalau Lo mau tahu Gavin dari dia lahir sampai sudah sebesar sekarang, Lo bisa nonton Videonya karena Zahra sengaja merekamnya dan Lo bisa minta sama Zahra. Isi Videonya adalah saat Zahra melahirkan Gavin, saat Gavin mulai bisa tengkurap, bisa merangkak, bisa manggil Papa, Bunda, gimana Zahra memperkenalkan Lo sebagai Papanya melalui Foto, saat ia bisa berjalan, saat dia bisa berbicara, dan masih banyak lagi tingkah lucu dan menggemaskan Gavin di Video di itu. Semua Uda di rekam oleh Zahra, kenapa dia melakukan itu semua?! Karena dia bilang, ingin memperlihatkan perkembangan Gavin ke Lo, jika Lo sudah ingat nanti." Ucap Rio menceritakan. "Lo benar-benar beruntung banget bisa bersama Zahra. Dia setia nunggu Lo koma, dia setia nunggu Lo ingat tentang dirinya. Dia benar-benar sabar menjalani hidupnya dan membesarkan Gavin sendiri, dia ikhlas merelakan lo pergi ke London. Bahkan dia yang maksa Papa dan Mama untuk mengizinkan lo untuk kembali ke London." Tambahnya lagi.
Bagas kembali menangis mendengar apa yang di ceritakan Rio tentang Zahra selama dia koma dan kembali ke London.
"Gue akan jumpai Papa lagi, gue gak akan pergi dari rumah sebelum Papa maafin gue, dan gue gak akan pergi sebelum membawa Zahra dan Gavin balik ke rumah gue." Ucap Bagas penuh semangat untuk menghadap ke Papanya dan meminta maaf.
"Gue harap Lo gak akan pernah nyakiti mereka lagi, gak akan membuat Zahra dan Gavin sedih lagi. Kalau itu sampai terjadi lagi, gue yang akan menghajar Lo. Ingat itu!" Ancam Rio ke Bagas agar tidak menyakiti Zahra dan Gavin. Rio berbicara seperti itu karena menganggap Zahra Uda seperti adiknya dan menganggap Gavin Uda seperti anaknya sendiri.
"Iya gue janji gak akan pernah lagi membuat mereka sedih, gue akan membahagiakan mereka, dan gue juga akan menjaga mereka dengan nyawa gue. Karena Zahra adalah hidup gue, ditambah sekarang sudah ada Gavin, jadi mereka berdua adalah hidup gue." Ucap Bagas meyakinkan Rio.
__ADS_1
"O iya Gas, apa lo uda tahu siapa yang buat Lo koma dulu?" Tanya Rio
"Gue tahu, dan gue ingat semuanya kejadian sebelum kecelakaan dan sampai gue kecelakaan. Gue tahu mobil siapa yang ingin menabrak Zahra waktu itu. Reisa! ya Reisa yang melakukan itu, seperti nya Reisa sengaja mau menabrak Zahra. Tapi gue senang kalau gue yang tertabrak, bukan istri gue. Seandainya Zahra yang tertabrak waktu itu, gue pasti bakalan hancur kehilangan dua orang sekaligus. Zahra dan Gavin yang saat itu pasti sudah ada di perut Zahra." Jawab Bagas menceritakan kepada Rio bahwa ia mengingat semuanya.
"Lo tanang aja, Reisa sudah mendapat di penjara. Saat Papa tahu siapa yang menabrak lo, Papa langsung bertindak. Sekarang Reisa masih didalam penjara karena perbuatannya. Ternyata selama ini Reisa sudah banyak menyelakai orang untuk bisa mendapatkan semua keinginan nya dan parah nya lagi Papanya selalu bisa menutupi semua kesalahan anaknya. Reisa bakalan sangat lama berada di dalam penjara, karena begitu banyaknya kejahatan ia lakukan." Ujar Rio.
"Gue gak nyangka kalau Reisa seperti itu, mungkin Uda sakit jiwa kali dia."
"Hahaha... sepertinya begitu."
Setelah mengobrol di Cafe Rio dan Bagas balik kerumah Papanya. Tadinya Rio menyuruh Bagas untuk kembali lagi besok pagi saja ke rumah Papa, tapi Bagas tidak mau, ia tetap ingin menunggu dirumah Papanya meskipun harus tidur di luar rumah. Ia takut anaknya tidak akan percaya padanya dan di anggap Papanya membohonginya. Karena Bagas Uda berjajnji pada Gavin, tidak akan pernah pergi lagi darinya maupun Bundanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Ayah dan Ibu nya Zahra sudah pulang kerumahnya. Shein lagi menidurkan Shakeela di kamarnya. Begitu dengan anak tampan itu juga sudah tidur di kamar Papanya dulu. Tadi Gavin sempat menanyakan keberadaan Papanya sampai membuatnya menangis, ia mencari Papanya keseluruh rumah Opanya, tapi tidak menemukan Papanya. Untung saja Bagas lagi pergi bersama Rio, jadi ada alasan Zahra untuk menjawab anaknya. Zahra memberitahukan Gavin, kalau Papanya lagi pergi bersama Daddy Rio dan nanti akan pulang kerumah Opanya lagi, dan Alhamdulillah nya Gavin percaya dan berhenti menangis. Kalau sudah begini Zahra mesti membujuk Papa mertuanya untuk memaafkan Bagas suaminya. Zahra tidak tega melihat anaknya mencari Papanya sampai menangis seperti tadi.
Dengan menghela nafas panjang, Zahra nyamperin Papanya dan juga Mama mertuanya yang lagi nonton tv diruang tengah.
__ADS_1
"Pa, Ma.." Panggil Zahra. Papa dan Mamanya pun menoleh mendengar Zahra memanggil mereka.
"Iya ada apa sayang...?" Tanya Mamanya. "Sini duduk apa ada yang mau kamu omongin?" Tanya Mamanya lagi.
"Iya Ma.." Jawab Zahra sembari ikut duduk di sofa.
"Zahra Papa tahu apa yang mau kamu omongin ke Papa.. Apa kamu benar-benar mau maafin Bagas?" Tanya Papa mertuanya.
"Iya Pa.. Pa Zahra tau mas Bagas salah uda ninggalin Zahra dan Gavin selama tiga tahun ini. Pa Zahra kan pernah bilang dari awal kalau Zahra sabar menunggu mas Bagas kembali kepada Zahra, Zahra sabar menunggu mas Bagas ingat tentang Zahra dan sekarang mas Bagas sudah kembali dan mengingat Zahra sebagai istrinya, jadi Zahra mohon sama Papa maafin mas Bagas ya Pa.. beri mas Bagas kesempatan." Mohon Zahra kepada Papa mertuanya untuk memaafkan suaminya. "Lagian kasihan Gavin Pa.. Ia sudah sangat senang dan bahagia melihat Papanya sudah kembali. Papa tega melihat Gavin sedih dan menangis seperti tadi? enggak kan Pa? Gavin benar-benar takut Papanya pergi lagi darinya. Jadi Zahra mohon dengan Papa maafin mas Bagas dan berikan dia kesempatan." Mohon Zahra lagi.
"Pa Zahra benar. Mama Sebenarnya masih marah dan kecewa sama Bagas, tapi demi cucu kita Pa..! Apa salahnya kita kasih Bagas kesempatan dan Mama mau memberikannya kesempatan." Ucap Mamanya yang sepakat dengan Zahra untuk memberi kesempatan anaknya. "Atau Papa benaran akan mencarikan laki-laki untuk Zahra?!" Tanya Mama.
"Ya enggak dong Mama. Mana mau Papa melepaskan menantu sebaik Zahra." Jawab Papanya.
Kemudian Papa Bimo pun menghela napasnya. Sebenarnya ia juga gak tega lihat anaknya, hanya saja rasa kecewa itu masih ada. "Baiklah Papa akan memberikan kesempatan pada Bagas. Papa juga gak tega lihat cucu Papa yang tampan itu sedih." Ucap Papanya yang memberikan kesempatan pada Bagas anaknya.
"Makasih banyak Pa.." Ucap Zahra senang.
__ADS_1
Selesai berbicara kepada Papa dan Mama mertuanya Zahra masuk ke dalam kamar menyusul anaknya yang sudah tidur.