CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
14. Bab 14 Rio


__ADS_3

Bagas, Rio dan papanya kini sudah sampai di Kantor, mereka berjalan menuju ruangan CEO karena masih ada yang harus mereka bahas.


"Bagas besok papa dan mama berangkat ke London, karena adikmu 2hari lagi akan wisuda, kemungkinan kami seminggu disana." Ujar Papanya memberitahu.


"Baik pa, apa Sheina akan ikut pulang kesini sama papa..?" tanya Bagas pada ayah nya


"Papa belum tau, besok papa tanya kan sama adik kamu. Rio apa sudah kamu pesan tiket papa..?"


"Tiketnya Uda Rio beli Pa.." jawab Rio.


"Gas di meja ada berkas berkas kontrak kerjasama kita dengan klien, ada beberapa juga yang belum papa tanda tangani tolong kamu pelajari dulu sebelum di Acc dan jangan terlalu buru buru mengambil keputusan. Papa percaya kan sama kamu." ucap papa Bagas


Bagas yang melihat banyaknya berkas-berkas kontrak di meja langsung mendengus kesal. Rio melihat wajah Bagas yang kesal dengan tumpukan berkas di meja hanya bisa menahan tawanya.


"Ya uda kalau gitu papa pulang dulu ya..! Rio tolong kamu bantu Bagas. Papa percayakan Perusahaan ini sama kalian berdua, Papa yakin kalian bisa."


"Oke papa ku sayang.." jawab Bagas sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah Papanya pergi, kini hanya tinggal Bagas dan Rio diruangan. Bagas pun langsung bertanya tentang ada hubungan apa Rio dengan istrinya.


"Bro boleh gue tanya sesuatu..?!" ucap Bagas


"Tanya aja, emang loe mau tanya apa sama gue..? tunggu dulu, loe pasti mau tanya soal gue kenal sama istri loe Zahra kan..?!" Tanya Rio tepat sasaran.


"Loe kok bisa tau gue mau tanya itu."


"Gue nebak aja Gas.. emang apa yang mau loe tanyakan Soal Zahra? kan loe Uda dengar kalau kami tuh satu kampus dan dia adik kelas gue." ucap Rio sambil menarik nafasnya dengan pelan.


"Tapi dari yang gue lihat, sepertinya loe tuh suka sama Zahra. Pasti gue benarkan jujur sama gue..?!"


"Uda cepatan bilang..! jangan sampe beneran gue gebukin wajah tampan loe!!" ucap Bagas sambil mendengus kesal mendengar jawaban Rio.


"Hahaha.. loe tuh ya, belum lagi gue cerita aja muka loe Uda serem begitu! apa lagi kalau gue Uda cerita." ucap Rio sambil senyum mengejek.


"Cepetan Rio...!" sambil menatap tajam pada Rio

__ADS_1


Rio yang dapat tatapan tajam dari Bagas pun makin tertawa terbahak-bahak.


"Rio..............!" teriak Bagas


"Iya..iya.. gue ngomong nih, gue gak ada hubungan apa-apa sama Zahra, tapi....." Rio menghentikan ucapannya


"Tapi apa Yo.....! cepetan ih lama banget ngomong nya bikin gue penasaran aja." ucap Bagas kesal


"Dulu gue sempat suka sama dia, terus karena kesibukan gue di Perusahaan jadi gue gak sempat ungkapin perasaan gue ke Zahra, mungkin Zahra gak tau kalau gue suka sama dia. Lagian saat gue selesai wisuda gue Uda gak pernah ketemu sama dia dan baru tadi kita ketemu lagi, eh ternyata dia Uda jadi istri loe."


"Iya sekarang Zahra Uda jadi istri gue, dan sekarang buang rasa suka loe sama Zahra, jangan loe rebut dari gue, kalau loh gak mau gue gebukin wajah loe yang tampan itu!" ancamnya.


Mendengar ucapan Bagas, Rio hanya tertawa saja.


"Loe tenang aja gue gak bakalan merebut yang Uda jadi milik orang lain. Gue gak sejahat itu Gas mau menghancurkan hubungan kalian. Gue malah senang loe sama Zahra, dia orangnya baik banget loe gak akan nyesel dan loe beruntung bisa dapetin Zahra. Gue doain hubungan loh langgeng sama dia dan jangan sampe nyakitin dia."


"Loe bener Yo gue beruntung banget dapetin Zahra, insyaallah gue gak akan nyakitin dia gue Uda cinta banget sama Zahra." Ujarnya.

__ADS_1


Karena keasyikan ngobrol mereka gak sadar waktu sudah menunjukkan jam 7 malam. Akhirnya mereka memilih pulang dan melanjutkan pekerjaan nya besok. Bagas dan Rio merapikan berkas berkas nya setelah itu mereka pun keluar dari ruangan dan berjalan menuju lift. Sampai di parkiran mereka langsung menuju mobil masing masing lalu mereka pulang.


__ADS_2