
"Sebenarnya kamu mau bicara apa Bagas?" Tanya Papanya lagi.
Bagas kembali menghela nafasnya. "Bagas akan pindah ke London Pa membawa Zahra dan juga Gavin, kami akan menetap disana." Jawab Bagas pada akhirnya.
"Apa! kamu mau menetap di London bersama istri dan anak kamu?! Papa gak setujuh!" ucap Papanya tegas dengan menatap Bagas tajam.
"Pa Bagas mohon,"
"Tidak! Apa alasan kamu ingin menetap disana?!"
"Kalau Bagas tetap disini tidak ada yang mengurus Perusahaan Kakek William disana Pa...Apalagi Perusahan Bagas disana juga tidak ada yang ngurus, gak mungkin Bagas mengandalkan Daniel asisten Bagas terus disana. Lagian rekan bisnis kakek yang masih bekerja sama di Perusahaan Kakek pasti akan kecewa karena Bagas tidak pernah hadir saat ada pertemuan rapat penting." Jawab Bagas menjelaskan ke Papa maupun ke keluarganya yang lain. "Please Pa ijinkan Bagas membawanya keluarga kecil Bagas ke sana." Mohon Bagas lagi pada Papanya.
__ADS_1
Sedangkan Ayah dari Zahra yang masih mendengarkan menghela nafasnya, Ayah Zahra juga terkejut dengan ke putusan Bagas akan membawa anaknya pindah ke London, Sebenarnya Ayah Zahra juga kurang setujuh dengan keputusan Bagas menantunya, karena Ayah Bram akan jauh dari anak dan cucunya. Tapi Ayah bisa apa, anaknya uda milik suaminya, yang akan ikut kemanapun suaminya tinggal., mau itu jauh atau pun dekat.
"Gas gue juga gak setujuh lo harus balik ke London, entar WILLIAMS GRUP gimana?" Rio ikut berkomentar.
"Kan ada Lo Yo, gue percaya sama Lo bisa mengurus WILLIAMS GRUP dan bisa membuat Perusahaan semakin berkembang lagi dari sekarang ini. Tapi kalau di London tidak ada yang akan mengurus Perusahaan Kakek.." Jawabnya. "Lagian gue Uda janji sama almarhum Kakek untuk tidak meninggalkan Perusahaan yang sudah ia Bangun, Perusahaan yang sama besarnya seperti WILLIAMS GRUP. Almarhum Kakek pesan ke gue sebelum meninggal untuk menggatikan dirinya mengurus Perusahaan nya yang di London. Bahkan Perusahaan itu sudah di ganti kakek atas nama gue." Ucapnya yang menceritakan keinginan kakeknya.
Perusahan Kakek mereka yang di London adalah di bidang Property sedangkan WILLIAMS GRUP lebih ke bidang makanan ringan, minuman, sabun, Pakaian, Parfum, Cosmetics dan masih banyak lagi. Bahakan Produk mereka dikirim sampai ke luar negeri. Tapi sekarang WILLIAMS GRUP sudah hampir 4 tahun ini juga bekerjasam dengan Perusahaan sahabat dari Rio dan Bagas yaitu Gio di bidang Property seperti Apartemen, Hotel, Perumahan dan bahkan Mall juga mereka bangun.
Kalau sudah permintaan orang yang sudah tiada Rio tidak bisa berbuat apa-apa.
Ayah Zahra menghela nafasnya sembari menatap wajah Bagas menantunya. "Sebenarnya Ayah juga kurang setujuh London terlalu jauh. Tapi Ayah gak ada hak untuk larang anak Ayah, Zahra kan sudah menjadi istri kamu, jadi sebagai istrinya pasti akan mengikuti kemana suaminya tinggal." Ucap Ayah Zahra. Bagas pun tersenyum dan sedikit lega karena jawaban dari Ayah mertunya.
__ADS_1
"Mama, Ibu Bagas mohon ijinkan Bagas membawa keluarga kecil Bagas pindah ke London.. Bagas janji sesekali kami akan pulang ke Indonesia." kali ini Bagas minta pada Mamanya dan Ibu mertuanya.
"Kalau Ibu itu terserah sama kalian, apalagi kamu Bagas sebagai kepala keluarga di keluarga kecil kamu berhak membawa mereka dimana pun kamu berada, mau itu disini atau pun jauh dari kami. Buat Ibu yang terpenting anak Ibu Zahra dan cucu Ibu bahagia." Jawab Ibu Indah menyerahkan semuanya kepada Menantu dan juga anaknya.
"Makasih Bu." Bagas kemudian ke arah Mamanya. "Ma.."
Mamanya menatap lembut Bagas sembari tersenyum, Mamanya tidak mempermasalahkan mereka akan tinggal dimana yang terpenting buat Mamanya Bagas gak meninggalkan menantu dan juga cucunya dan gak akan membuat mereka bersedih dan selalu membahagiakan mereka.
"Mama kali ini gak akan melarang kamu sayang, karena kamu juga membawa menantu kesayangan Mama dan cucu Mama ikut tinggal di London bersama kamu. Mama berharap kalian tidak akan terpisah lagi, tidak ada lagi masalah di keluarga keci kalian dan kalian akan selalu bahagia. Entar kalau ada waktu luang Mama dan Papa akan jenguk kamu disana, sekalian melihat makam Kakek William." Ucap Mamanya yang tidak melarang anaknya untuk membawa menantu dan juga Cucunya pindah ke London.
"Makasih Ma.."
__ADS_1
"Iya sayang.."
"Pa.." Bagas kembali beralih ke Papanya. Papanya pun menghela nafasnya, ia mau tidak mau mengizinkan anaknya kembali lagi tinggal di London, ia juga gak mau egois. Lagian Bagas benar Perusahan orang tuanya di London gak mungkin di biarkan begitu saja.