
Warning 21+
"Sayang... panggil Bagas pada Zahra, kamu dimana? sini deh mas mau ngomong bentar sama kamu..
"Ada apa mas.." Zahra di kamar mandi mas lagi bersih bersih, bentar ya mas.. ucap Zahra.
Zahra keluar dari kamar mandi, ia langsung nyamperin suaminya yang lagi duduk di pinggir kasur, dengan memainkan ponselnya.
"Ada apa mas..? Zahra pun ikut duduk di samping Bagas.
"Mas mau ngomong sama kamu, sayang mas besok uda harus masuk kerja, karena Ayah ingin mengadakan rapat bersama para pemegang saham dan seluruh kepala devisi untuk memperkenalkan mas sebagai CEO di kantor ayah. Kamu gak apa apa kan besok di rumah sendiri, makan siang mas akan pulang makan bareng kamu, dan masak yang enak ya.. ucap Bagas sambil mengusap Kapala Zahra.
Flashback on
"Bagas ada yang ingin ayah bicarakan sama kamu penting, ucap ayah kapada Bagas saat mereka bersantai di rumah Bagas malam tadi.
"Ayah mau bicara apa sama Bagas..?
"Besok kamu harus Uda masuk ke kantor, karena Ayah ingin memperkenalkan kamu sebagai CEO untuk menggantikan Ayah, dengan pemilik saham dan seluruh kepala devisi disana. Kamu tenang aja ada asisten Rio yang akan mendampingi dan membantu kamu dalam menjalankan perusahan kita. Gas kamu pasti kenalkan sama Rio, anak angkat ayah. Selama ini Rio yang membantu menjalankan Perusahaan Ayah selama kita tinggal di London dan termasuk orang kepercayaan Ayah.
"Tapi yah kenapa besok.. Bagas kan masih ingin nikmati berdua sama Zahra, sampai Zahra masuk kerja kembali..
" Kamu lupa Gas, lusa Ayah dan mama harus ke London..Karena adik kamu akan wisuda dan kemungkinan Ayah disana seminggu, ucap ayah Bagas.
__ADS_1
"Iya Ayah Bagas lupa, ya udah iya Bagas besok ke kantor.
Flashback off
"Mas Zahra gak apa apa kok di rumah sendiri, kan ada Mbak dirumah jadi ada yang nemenin. Besok Zahra masakan untuk makan siang kita, ucap Zahra sambil ternyum melihat suami nya.
"Makasih ya sayang, pengertian banget sih istri mas..jadi makin tambah cinta sama kamu.
Kini mereka terdiam saling pandang, tiba tiba posisi mereka sudah begitu dekat. Lalu Bagas mencium kening istrinya sangat lama, jantung mereka berdua pun berdegup begitu kencang.
"Sayang bolehkan mas minta hak mas.. ucap Bagas kepada Zahra sangat lembut.
"I..iya mas, jawab Zahra gugup dengan perasaan yang tak menentu.
Lalu Bagas membawa tubuh Zahra berbaring ke ranjang. Kini Bagas sudah berada diatas tubuh istrinya, pelan palan ia membuka jilbab Zahra, Bagas menatap wajah istrinya dengan lekat sambil ia memuji ciptaan tuhan karena begitu sangat cantik istrinya.
Dengan mengucapkan Bismillah Bagas mengecup kening istrinya dengan lembut. Melihat wajah istrinya yang merona merah sambil menutup matanya Bagas pun tersenyum.
"Sayang buka mata kamu.. Zahra hanya menggelengkan kepala nya. "Kenapa gak mau hmm?
"Malu mas.. karena ini yang pertama buat aku... jawab Zahra malu malu.
"Ini juga yang pertama buat mas. Zahra pun langsung membuka mata nya, kamu gak percaya..?! ucap Bagas.
__ADS_1
"Sayang walaupun mas playboy dan tinggal diluar negri tapi mas masih tau batasannya sayang.. mas sama sekali gak pernah melakukan hubungan intim kepada mantan mantan mas.
Zahra pun langsung melihat kedua mata suaminya dengan dalam dan ia tidak melihat ada kebohongan dimata suaminya.
"Bolehkan kita lanjutkan lagi..? tanya Bagas pada istrinya, membuat pipi Zahra memerah lalu ia menganggukan kapalnya dengan malu malu.
Bagas mulai mencium keningnya, mata, pipi, lalu mencium bibir Zahra dengan lembut, mengecapnya hingga ******* nya. Awalnya Zahra bingung harus gimana, lalu perlahan lahan ia pun membalas ciuman tersebut dengan mengikuti nalurinya. Bagas pun senang Zahra membalas ciuman nya membuat Bagas semakin bergairah.
Ciuman Bagas turun keleher jenjang istrinya membuat Zahra reflek menaikkan kepala nya, memberi akses untuk suaminya agar lebih leluasa. Itu membuat Bagas senang dengan respon istrinya tak lupa ia meninggalkan jejak disana begitu banyak, menurutnya tidak akan terlihat oleh orang karena Zahra memakai hijab. Zahra yang merasakan sentuhan dari Bagas langsung memejamkan matanya dan ia merasakan ada desiran aneh pada tubuhnya, dan dadanya serasa bergemuruh Zahra belum pernah merasakan ini sama sekali.
Bagas kembali mencium bibir istrinya dengan lembut, lalu ia membuka kancing baju istrinya terlihat lah punggung putih mulus istrinya. Bagas pun langsung menciumi nya dengan nafsu yang sudah membara. "Kamu siap kan sayang ? tanya Bagas sambil melihat wajah istrinya, Zahra tidak menjawab melainkan mengganggu kan kepalanya.
Bagas pun tersenyum. Bagas langsung mencium bibir istrinya lagi dengan pelan pelan Bagas masukkan miliknya ke milik Zahra, hingga akhirnya Zahra berteriak dalam diam karena Bagas tak melepaskan bibirnya dari bibir istrinya sambil mengeluarkan air matanya. Bagas berhenti sejenak sambil menciumi wajah istrinya, agar sedikit rileks. Setelah itu Bagas melanjutkan penyatuannya kembali dengan istrinya sampai akhirnya cairan milik Bagas masuk kedalam rahim istrinya, berharap akan tumbuh disana.
"Makasih ya sayang.. sambil mengecup kening istrinya. Mas makin jatuh cinta sama kamu Ra.. karena kamu Uda memberikan dan mempertahankannya buat mas, mas sangat beruntung menjadi laki laki pertama yang menyentuh kamu. Kamu selamanya milik mas sayang.. Insyaallah mas akan selalu membahagiakan kamu.
"Iya mas.. kan udah kewajiban Zahra memberikannya. Alhamdulillah Zahra ikhlas mas, dengan memberanikan diri Zahra menyentuh wajah suaminya lalu menariknya dan mengecup kening suaminya sangat lama, karena ia juga Uda jatuh cinta pada suaminya.
Bagas yang dapat perlakuan seperti itu dari istrinya sangat bahagia, tak terasa ia meneteskan air matanya. Ia sangat bersyukur mendapatkan istri seperti Zahra, Zahra yang melihat itu pun langsung menghapus air mata suaminya.
" Mas kenapa nengis..? tanya Zahra pada Bagas. Jangan nangis dong mas.. Zahra paling gak bisa melihat orang nangis, entar Zahra jadi ikutan..
"Mas nangis bahagia sayang.. karena Allah uda memberikan istri sebaik kamu. Sayang, mas mohon jangan pernah tinggalin mas ya.. apa pun yang terjadi kelak di rumah tangga kita, kita harus tetap saling mempertahankan.
__ADS_1
"Iya mas... insyaallah Zahra gak akan tinggalin mas. Zahra juga beruntung miliki suami seperti mas.
Malam ini akhirnya mereka melakukan penyatuan kembali, meraih pahala sebayak banyaknya karena mereka sama sama menginginkannya.