CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
7. Bab 7 Ungkapan Hati Bagas


__ADS_3

Akhirnya selesai juga acara resepsi pernikahan Bagas dan Zahra. Hari ini sungguh sangat melelahkan bagi mereka, bagaimana tidak setelah pagi mereka Ijab Qabul serta melakukan rangkaian rangkain lainnya, dan malam nya langsung di lanjutkan dengan resepsi.


Kini Bagas dan Zahra sudah berada di kamar hotel mewah milik ayah Zahra. Mereka pun sudah selesai mandi dan sudah berganti baju dengan pakaian tidur.


"Zahra boleh aku ngomong sebentar sama kamu? sebelum kita tidur.."


"Iya boleh kok mas," jawab Zahra. "Emang mas mau ngomong apa..?" Tanyanya.


"Ra kita sama sama tau, kalau kita di jodohin sama orang tua kita. Dan aku mau jujur sama kamu Ra.. saat pertemuan kita pertama kali keluarga aku ngelamar kamu, aku Uda jatuh cinta sama kamu Ra.. mungkin ini di sebut cinta dengan pandangan pertama. Saat kamu nyambut tangan aku, disitu jantung ku langsung berdetak dengan kencang, ada perasaan yang beda pada hatiku dan aku belum pernah sama sekali merasakan hal itu pada cewek lain dan itu baru sama kamu Ra.. aku tahu mungkin kamu gak percaya dengan apa yang ku ucap kan, pasti kamu bertanya kok secepat itu aku suka sama kamu karna kita baru kenal saat ini. Tapi itu lah yang aku rasakan Ra, aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu. Saat di pelaminan tadi kita ngobrol kita bercanda dan itu membuat aku nyaman dekat sama kamu Ra.. aku merasakan memiliki tempat untuk cerita, dan tempat untuk berbagi keluh kesah ku Ra.. Aku Uda yakin bahwa kamulah jodoh yang memang di kirim tuhan buat aku melalui orang tua kita." Ungkap Bagas ke Zahra kalau dirinya sudah suka dan jatuh cinta ke istrinya.

__ADS_1


"Zahra apakah kamu mau menerima aku menjadi suami kamu dengan ikhlas...? mungkin saat ini kamu belum cinta sama aku, tapi aku akan membuat kamu jatuh cinta sama aku Ra.. aku yakin suatu hari kamu bisa mencintai aku." ucap Bagas penuh dengan perasaan.


"Mas.. Insyaallah Zahra menerima pernikahan kita dan menerima mas dengan ikhlas sebagai suami Zahra. Mungkin memang mas jodoh yang dikirimkan Allah untuk Zahra. Mas.. sejujurnya Zahra pun juga Uda nyaman dengan mas Bagas, dan Zahra yakin gak lama lagi Zahra juga bakalan jatuh cinta sama mas Bagas. Tapi mas sabar kan nunggu nya sampai cinta itu hadir di sini." ucap Zahra sambil meletakkan tangan nya di dada.


"Makasih ya sayang kamu Uda mau nerima mas. Dan mas sabar kok nunggu nya. Boleh kan kalau mas panggil kamu sayang..?"


Bagas pun senyum bahagia dengan apa yg di ucapkan oleh istrinya.


"Kamu sekarang Uda pandai ya godain mas.." ucap Bagas sambil ia menggelitik tubuh Zahra. "Mau mas terkam malam ini juga hmm.." goda Bagas.

__ADS_1


"Hahaha.." Zahra pun tertawa kegelian, jangan malam ini ya mas Zahra capek banget. "Besok aja ya.. "ucap Zahra sambil memohon.


"hahaha.. Enggak kok sayang mas cuma bercanda, ya Uda kita istirahat ya uda malam juga besok kita sambung lagi ngobrolnya. Kamu tidur di kasur ya, biar mas tidur sofa. Ini kan pertama buat kita, entar kamu takut lagi sama mas kalau kita langsung tidur berdua di kasur."


"Mas kita tidur sama aja ya di kasur, insyaallah Zahra gak takut kok sama mas. Mas kan Uda jadi suami Zahra, dosa loh mas kita uda nikah tidurnya pisah, Zahra gak apa-apa kok mas. Sini tidur disamping aku." Ucapnya. Ya sebenarnya dia gugup dan belum terbiasa tapi mau gimana lagi, dosa kalau membiarkan suaminya tidur terpisah.


Zahra pun menarik tangan suaminya berjalan menuju kasur yang berukuran besar tersebut. Itu membuat hati Bagas menghangat sungguh ia makin jatuh cinta pada istrinya dan ia tak akan pernah melepaskan Zahra dan berpisah dengan nya. Bagas berjanji dalam hati akan selalu membahagiakan Zahra.


Mereka akhirnya tertidur karena memang sudah kelelahan, dan malam ini mereka tidak melakukan apa pun sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2