
Di ruangan asisten dari Bagas yaitu Rio. Ada wanita cantik sedang membersihkan meja serta menata rapi berkas di mejanya dan meja Rio juga. Sebenarnya ruangan sudah di bersihkan oleh OB hanya saja ia masih bingung harus melakukan apa, jadi ia menata kembali mejanya dan juga meja Rio. Wanita itu siapa lagi kalau bukan Sheina, hari ini hari pertama ia bekerja sebagai sekretaris kakak angkatnya Rio dan sekaligus pria yang paling ia cintai.
Sedangkan Rio, yang baru saja dari ruangan Bagas pun jalan menuju ruangannya. Ia membuka pintu ruangan nya, lalu masuk kedalam. Rio melihat Sheina sudah ada di ruangan dirinya.
Deg
Jantung Rio langsung berdetak kencang saat Sheina menoleh ke arahnya sambil tersenyum. Sungguh cantiknya Sheina dan apa itu senyumnya yang sangat manis. "Ya Allah jantung dan hati gue.." enggak, gak mungkin gue beneran suka sama Sheina. Gumamnya dalam hati. Rio masih terus saja menepis perasaan yang muncul di dalam hatinya.
"Ehemm. Rio pun bersuara untuk menetralkan perasaan yang ada pada dirinya. Kemudian ia bejalan menuju mejanya.
Tanpa Rio tahu Sheina juga merasakan hal yang sama, seperti yang Rio rasakan saat ini. Saat Rio masuk keruangan, jantungnya sudah berdetak sangat kencang. Perasaan Sheina sekarang ini campur aduk. Bahagia dan juga gugup, bahagia bisa terus melihat Rio, gugup apa bila Uda berdekatan dengannya.
"Sheina.." panggil Rio
"I..iya kak. Eh Pak maksudnya. Jawab Sheina yang masih sedikit gugup
"Tolong kamu pelajari berkas ini, lalu kamu catat poin-poin penting yang ada di berkas. ucap Rio. Entar kalau Uda selesai kamu serahkan lagi ke kakak biar kakak cek kerjaan pertama kamu, tambahnya lagi.
"Iya Pak.
"O iya Sheina kalau kita lagi diruangan ini kamu panggil aja kakak kaya biasanya, tapi saat kita ada meeting diluar kamu boleh panggil kakak dengan sebutan Pak, oke.
Sheina hanya menganggukkan kepalanya. Setelah menerima berkas dari Rio, Sheina kembali kemejanya. Dan Sheina mulai mengerjakan pekerjaan nya.
Tanpa Sheina sadari, Rio terus saja memperhatikan Sheina dari mejanya. Rio menatap Sheina tak berkedip sama sekali, apa lagi matanya tidak ingin beralih ke yang lain. Tanpa sadar Rio senyum-senyum sendiri melihat ekspresi wajah serius Sheina saat membaca berkas yang ada didepannya. Sungguh itu sangat menggemaskan menurut Rio. Terlintas dipikirannya ingin rasanya Rio mencium Sheina dan membawanya kedalam pelukannya. Seketika Rio pun tersadar. "Astaghfirullah.." gue mikirin apa sih. Sepertinya otak gue Uda gak beres nih. Sadar Rio Sheina itu adik lo. Gumam Rio dalam hati
Rio benar-benar tidak bisa lagi mengontrol dirinya. Entah apa yang terjadi padanya, jantung yang berdetak kencang melihat Sheina, ada perasaan aneh didalam hatinya ketika dekat dengan Sheina dan apa lagi otak dan pikirannya sekarang hanya ada Sheina. Sampai ia lupa megerjakan berkas yang numpuk di mejanya.
Rio langsung beranjak dari kursinya lalu pergi gitu saja meninggalkan Sheina sendiri di ruangannya. Sheina yang melihat Rio keluar menautkan kedua alisnya bingung.
__ADS_1
Tanpa mengetuk pintu Rio langsung masuk keruangan Bagas lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa sambil memejamkan matanya. Bagas terkejut melihat Rio tiba-tiba datang keruangannya, Bagas mengerutkan keningnya bingung.
"Astaghfirullah Rio..! kalau masuk itu ketuk pintu dulu. Gak tahu orang terkejut apa. Ucap Bagas kesal
"Maaf.." jawab Rio tanpa merasa bersalah
"Lo tuh kenapa? tanya Bagas
Rio menghela nafasnya kasar. Iya juga tidak tahu apa yang terjadi padanya.
"Ya elah bukannya jawab malah melamun. Ujar Bagas
Bagas pun mengambil beberapa kertas yang tidak terpakai lagi, lalu meremasnya kemudian melemparkan kertas itu ke arah Rio.
"Sialan Lo! Ucap Rio yang terkejut karena di lempar kertas oleh Bagas dan mengenai kepalanya
"Lo tuh yang sialan! Ditanya bukan jawab malah melamun. Jawab Bagas kesal.
"Sebenarnya Lo kenapa Rio? tanya Bagas. Apa Lo ada masalah? Coba Lo cerita ke gue. Tambahnya lagi
"Gue malu mau cerita ke elo.." jawab Rio
"Ck! dasar kalau gak mau cerita sonoh pergi keruangan Lo. Bikin ganggu gue aja. Gue lagi sibuk banyak kerjaan. ucapnya kesal, lalu Bagas menghela nafasnya pelan
"Oke gue cerita ke Lo. Tapi Lo janji dulu jangan ketawain gue kalau gue cerita ke elo
"Ck. Emangnya Lo mau cerita apa sampai gue? dan kenapa gue harus buat janji. ujar Bagas
"Gue serius Bagas.. ucapnya kesal
__ADS_1
"Oke iya gue janji. Lo mau cerita apa? tanya Bagas
"Gas Lo.. Lo pernah gak ngerasain jantung Lo berdetak kencang saat bertemu dengan wanita. Ada perasaan aneh yang muncul dihati Lo jika bedekatan dengannya. Apa lagi isi di dalam kepala dan pikiran kita hanya ada wanita tersebut. Gas Lo kan banyak mantan pasti Lo Uda seringkan ngerasain seperti yang gue rasain sekarang ini.
"Haha..." Bagas yang mendengar cerita dari Rio malah tertawa
"Kan Lo Uda janji jangan ngetawain gue Bagas..!
"Eh maaf gue kelepasan. "Emangnya siapa sih wanita yang sudah buat jantung Abang gue ini berdetak kencang? tanya Bagas
"Ada deh.." jawab Rio
"Ck! Pelit Lo. ucap Bagas
"Haha.." Bagas jawab dong.." yang gue tanya ke elo pernah apa gak Lo ngerasain apa yang gue rasain sekarang ini Bagas.....!
"Pernah. Pertama kali gue ngerasain seperti itu saat gue bertemu dengan Zahra. Bahkan bersama mantan-mantan gue, jantung gue sama sekali gak pernah berdetak kencang malah biasa saja. Berbeda kalau gue dengan Zahra sampai sekarang kalau bertemu dengan nya dan dekat oleh Zahra jantung gue masih sama, saat pertama kami bertemu. ucap Bagas panjang lebar
"Lo tahu bro. Apa yang Lo rasain itu, tandanya Lo itu jatuh cinta dengan wanita tersebut Rio.." Tambah Bagas lagi
"Lo serius Bagas. Apa yang terjadi pada gue itu karena gue jatuh cinta sama dia."
"Iya Rio.." Lo bego amat sih. jawab Bagas yang benar-benar Uda kesal pada Rio
"Kalau soal cinta emang gue bego. PUAS LO!
"Haha.. lucu banget sih Abang gue ini..." ucap Bagas yang masih terus saja tertawa
"Bagas.......! triak Rio
__ADS_1
"Hahaa.. " Iya sory.