CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
43. Bab 43


__ADS_3

Di dalam pesawat. Bagas tidak bisa tidur karena ia rindu dengan istrinya. Sedangkan Rio sudah ke alam mimpi. Baru satu jam saja tak bertemu ia sudah sangat merindukan istrinya, semenjak menikah Bagas baru kali ini pergi keluar kota ninggalin istri imut nya itu. Alahasil ia mengganggu Rio yang sedang tidur, supaya ada temannya mengobrol.


"Woy bro bangun dong temanin gue ngobrol gue gak bisa tidur nih..!" ucap Bagas pada Rio tengah tertidur pulas di pesawat. "Rio bangun kenapa sih..! cepetan temani gue ngobrol, entar kan masih bisa tidur di hotel." Ucapnya lagi sembari menggoyang tubuh Rio.


"Apaan sih Gas gue ngantuk jangan ganggu gue." Ucap Rio ketus


"Temenin gue ngobrol Rio..! kalau Lo gak mau bangun gue siram nih sama air mineral." Ucap Bagas kesal pada Rio yang tak kunjung bangun.Seketika mata Rio terbuka lebar. "Nah Lo diancam mau disiram baru bangun." ujar Bagas.


"Lo apaan sih Gas..? nyebelin banget sih jadi orang. Emangnya Lo mau ngobrolin apa?" tanyanya


"Gue kangen Zahra Rio..!" jawab Bagas.


"Ck. Gue kira Lo mau ngobrolin apaan! ya ela gak taunya si bucin kangen sama istrinya. Lebay lo Gas. Siap urusan kita di Bali kita langsung balik Bagas..!" ucapnya kesal


"Lo belum ngerasain aja bro kangen sama orang yang kita cintai apa lagi itu istri kita. Soalnya selama gue nikah sekalipun gue belum pernah pergi ninggalin dia keluar kota. Suatu hari kalau Lo punya pasangan bakalan ngerasain apa gue rasain sekarang ini." Ujarnya


Sebenarnya gue Uda ngerasain Gas.. gue saat ini kangen sama Sheina. Makanya mending gue tidur ngurangin rasa rindu gue ke Sheina. Padahal dia belum jadi milik gue tapi gue Uda sekangen ini sama dia. Gimana kalau Sheina Uda jadi istri gue? Aamiin ya Allah mudah-mudahan Sheina beneran jadi istri gue. Gue bakalan seperti Lo Gas.. bisa jadi bucin juga kaya lo. Gumam Rio dalam hati.


😆😆😆 Semangat Rio.. author doain ya mudah-mudahan beneran Sheina jadi istri kamu.. Aamiin 🤭🤭


"Rio gue mau tanya emangnya ada Masalah apa sebenarnya kita harus ke Perusahaan cabang yang di Bali?" tanya Bagas.


"Sepertinya ada yang korupsi di Perusahan cabang. Uda gitu stock produk parfum kita banyak yang hilang di gudang. Itu masih parfum Gas, produk yang lain belum kita cek lagi." Ucap Rio

__ADS_1


"Kalau Perusahan di Bali, kan lo yang pegang. Apa gak ada orang kepercayaan Lo yang mantau disana?" tanya Bagas


"Ada Gas.."jawabnya. "Dia juga Uda nyelidikin ini, tapi dia belum mau ambil keputusan dia nunggu kita sendiri yang mengeceknya langsung."


"Apa Papa tahu soal ini?" tanya Bagas lagi


"Papa tahu kok soal ini gue Uda cerita ke Papa." Jawab Rio. " Papa juga yang nyaranin kalau lo harus ikut langsung ngecek semuanya. Supaya Lo tahu dimana-mana aja Perusahaan Cabang. Apa lagi WILLIAMS GRUP bukan hanya bidang Property aja, masih banyak lagi Gas. Kakek William memang sukses membangun Perusahannya sendiri dari nol. Bukannya hanya Properti aja, Parfum, Cosmetic, Pakaian dan masih banyak lagi. Dan itu semua sukses di pasaran. Saat Papa yang pegang Perusahan pun makin bertambah berkembang dan sukses."


"Apa Lo Uda panggil tim audit untuk ngecek semuanya?"tanya Bagas


"Belum Gas. Gue sengaja kita mendadak datang kesana dan entar sekalian kita ajak Tim audit untuk ngecek langsung. Kalau kita bilang akan datang kemereka, yang ada mereka pasti akan bisa mengubah semua laporan-laporannya dan kita tidak akan tahu siapa-siapa saja dalangnya." Jawab Rio


"Oke ide yang cemerlang." Ucap Bagas. "Makanya bro kita harus telitih dalam hal apa pun. Termasuk dalam melakukan kerjasama kepada rekan bisnis kita. Jangan sampai kita mudah di tipu oleh rekan bisnis kita. Benar kata Papa waktu itu, kita harus telitih dulu jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan untuk bekerjasama dengan Perusahaan lain. Pelajari semua berkas kerjasamanya bahkan kita perlu selidiki Perusahaan mereka juga apa ada kecurangan atau gak dalam menjalankan Perusahaan yang mereka dirikan. Karena kita tidak tahu apa yang ada di pikiran mereka bisa jadi mereka ingin menjatuhkan Perusahaan WILLIAMS GRUP." Ujar Bagas.


Di tempat lain. Zahra dan Sheina tengah asik mengobrol di gazebo di samping rumah Zahra sembari memakan cemilan yang Zahra beli di Minimarket.


"Mbak mau tanya apa? kok mukanya serius amat." jawabnya


Zahra menghela napasnya panjang. "Shein apa kamu suka sama kak Rio?" tanya Zahra to the point.


Deg


Sheina tertegun dan jantung Sheina langsung berdetak kencang mendengar pertanyaan dari kakak iparnya. Kok mba Zahra bisa tahu kalau gue suka sama kak Rio. Selama ini gue gak pernah cerita ke orang sama sekali dengan perasaan cinta gue kepada kak Rio. Gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Shein kok malah melamun?" tanya nya sembari mengelus tangan Sheina.


Sheina pun terkejut. "Eh i..iya mbak. Apa tadi yang mba tanya."


"Aku tadi tanya kamu, apa kamu suka sama kak Rio Shein?"


"Gimana ya ngomongnya.. tapi tunggu dulu, mba Zahra kok bisa tau kalau Sheina suka sama kak Rio. Mba tahu darimana?" tanyanya


"Aku sebenarnya nebak aja Shein.. Soalnya dari yang aku lihat cara kamu menatap kak Rio berbeda. Kamu menatapnya dengan tatapan penuh cinta. Kamu pasti gak sadarkan waktu aku perhatikan kamu yang terus menatap Kakak Rio saat kita makan siang bersama waktu itu." Jawab Zhara. "Dari tatapan kamu ke Kak Rio aku jadi tau kalau kamu tu suka sama kakak Rio."


"Ya ampun Sheina jadi malu mbak." Ucap Sheina sembari menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa malu Shein kan cuman ada kita berdua. Cerita aja kalau kamu emang mau cerita ke aku." ucap Zahra. "Aku siap kok dengerin kamu."


"Sebenarnya itu yang ingin Shein ceritakan ke mba Zahra tapi belum ada kesempatan. Mba tahu, setiap Sheina mau main ke rumah mba pasti gak diijinkan oleh kak Bagas."


"Kok gitu. Tapi kenapa gak di bolehin sama mas Bagas?" tanyanya


"Mba tau mas Bagas ngomonga apa. Dia bilang entar kalau kamu Uda main kerumah kakak, kamu gak akan ingat waktu kalau Uda ngobrol sama mba Zahra. Kakak jadi gak bisa berduan sama mba Zahra! itu yang di ucapkan sama kak Bagas suami tampannya mba Zahra setiap kali Sheina ingin main kerumah." ujarnya. "Ngeselin gak tu suaminya mba."


"Astaghfirullah.. dasar mas Bagas keterlaluan banget jadi orang. Awas aja entar kalau dia uda pulang dari Bali."


"Tapi sekarang Shein senang akhirnya ada kesempatan juga curhat sama mba Zahra."

__ADS_1


"Kalau boleh tahu sejak kapan Shein kamu suka sama kak Rio?" tanya Zahra


"Sejak SMA mba.." jawabnya. Waktu itu..


__ADS_2