
"Mas.."
"Iya sayang.." Bagas menghampiri Zahra yang lagi duduk di ranjang.
"Zoya gak nangis mas..?"
Enggak sayang, dia anteng di gedong sama opa Bram. Entar kalau dia nangis, pasti di antar ke kamar sama mereka." Jawab Bagas sembari mengelus kepala istrinya. Bagas langsung ikut duduk di samping istrinya kemudian menarik Zahra ke dalam pelukannya dan mencium kening istrinya dengan sayang.
"Mas.." lirih Zahra
"Iya sayang.. kamu perlu apa?" tanya Bagas.
__ADS_1
Zahra tidak menjawab pertanyaan dari Bagas, ia malah tersenyum menatap sang suami. Zahra mengangkat kedua tangannya kemudian meletakkan di wajah suaminya dan mengelusnya. Bagas yang merasakan wajahnya di elus istrinya, langsung memejamkan matanya menikmati sentuhan dari sang istri.
"Mas.."
"Ehmmm." Bagas membuka matanya mendengar panggilan dari Zahra.
"Terimakasih.." Bagas menaikan salah satu alisnya sembari menatap Zahra.
"terimakasih untuk?" tanya Bagas.
"Semuanya? apa nih maksudnya sayang mas gak ngerti.."
__ADS_1
"Terimakasih untuk kasih sayang mas kepada kami, terima kasih karena mas sudah sangat-sangat mencintaiku. Pokok nya terimakasih mas untuk semuanya, aku sangat-sangat bahagia bisa menikah sama kamu. Memang awalnya kita belum saling kenal dan tidak saling mencintai karena kita di jodohkan dengan kedua orang tua kita, tapi saat aku menerima lamaran kamu, aku berjanji akan menjadi istri yang baik buat kamu dan aku selalu berdoa ke pada Allah, kalau kamu lah memang jodoh yang Allah berikan dan yang terbaik untukku. Aku minta maaf sempat membuat kamu takut saat aku koma kemaren.. Zahra benar-benar minta maaf mas. Sekali lagi terimakasih CEO ku.. untuk segalanya. I Love You Bagas Saputra William.." ucapnya mengungkapkan perasaan nya sembari mencium kedua pipi Bagas. Membuat seorang Bagas menjadi terharu dengan ungkapan cinta dari istrinya. Bagas dalam hati bersyukur, Allah memberikan jodoh seperti istrinya.
"Seharusnya mas lah yang mengucapkan terimakasih sama kamu, sayang. Karena kamu mau setia dengan mas, kamu sabar menunggu mas saat mas koma dulu, kamu sabar menunggu mas, di saat mas ninggalin kamu dan juga Gavin ke London selama tiga tahun. Sampai sekarang mas masih ngerasa bersalah dengan kamu dan juga Gavin. Tak henti-hentinya mas selalu minta maaf untuk itu sayang. Kamu tahu sayang, awalnya mas nolak dengan perjodohan kita, tetapi mama selalu memaksa agar menerima perjodohan itu. Mama selalu bilang kamu gak akan menyesal setelah menikah dengan anak teman Papa dan Mama. Dan Mama benar sayang, mas gak pernah menyesal di jodohkan dan menikah dengan kamu. Kamu adalah wanita penyayang, wanita yang sabar, pengertian, apa adanya dan wanita yang tulus yang pernah mas kenal. Mas sangat-sangat bersyukur memiliki kamu, sayang. Mas kan pernah bilang sama kamu, kalau mas Uda jatuh cinta pandangan pertama sama kamu. Jantung mas selalu berdetak kencang kalau bersama kamu sayang. Kalau waktu itu mas tidak menerima perjodohan kita, mas gak tahu seperti apa kehidupan mas sekarang ini. Mungkin saja hidup mas begitu-gitu saja seperti dulu, bolak-balik hanya gonti-ganti pasangan, dan menghambur-hamburkan uang untuk cewek-cewek yang tidak jelas. Sayang.. terimakasih Uda mau menerima mas, terimakasih untuk kasih sayang dan cinta yang tulus yang kamu berikan untuk mas, terimakasih kamu Uda memberikan kesempatan kedua buat mas dan terimakasih karena kamu sudah memberikan mas dua malaikat kecil untuk mas, yaitu Gavin dan juga Zoya. Kalian bertiga adalah kehidupan mas, kalian adalah nyawa mas, mas gak akan bisa hidup tanpa kalian apalagi tanpa kamu sayang, mas gak akan bisa. Mas sangat-sangat mencintai kamu sayang.. melebihi diri mas sendiri. I Love You To Zahra Adelia Pratama.." Ungkap Bagas sembari mengecup kedua tangan Zahra. Kemudian memeluk erat Zahra, setelahnya Bagas mencium kening istrinya, lalu kedua matanya dan terakhir Bagas mencium bibir istrinya dengan begitu lembut.
"Mudah-mudahan Allah memberikan umur panjang pada kita, agar kita bisa menyaksikan tumbuh dewasa anak-anak kita dan di jauhkan dengan hal-hal buruk.." Ucap Zahra saat sudah melepaskan tautan bibir mereka.
"Aamiin.."
πΉTamatπΉ
Alhamdulillah.. akhirnya novel CEO Ku Adalah Suamiku sudah tamat..π Author mengucapkan banyak-banyak terimakasih yang sudah berkenan mau membaca karya Author. Maaf kalau ada salah-salah kata dan ceritanya kurang greget, maklum author baru pertama. Sekali lagi author ucapkan terima kasih..π€π€π€ π
__ADS_1
Jangan lupa mampir di cerita kedua author ya...Yasmin! I Love You..