
Tepat jam 4 sore Bagas sudah sampai di rumah, setelah selesai meeting dari luar bersama Daniel Bagas memilih pulang kerumahnya karena tidak ada pekerjaan lagi yang harus ia kerjakan.
Dengan jalan perlahan Bagas menghampiri istri yang lagi duduk di taman rumah mereka sembari melihat Gavin asik bermain bola.
"Assalamu'alaikum sayang nya mas.." Ucap Bagas yang langsung duduk di samping istrinya kemudian mencium kening istrinya lembut.
"Waalaikumsalam mas.." Jawab Zahra. "Kok pulangnya cepat mas? kan masih jam 4 sore.." tanya nya sembari menaikan satu alisnya.
"Iya sayang, mas tadi meeting di luar dengan Daneil terus karena gak ada pekerjaan lagi jadi mas lebih memilih pulang. Lagian mas juga kangen sama kamu, semenjak kandungan kamu membesar kan kamu jarang ikut mas kekantor lagi." Ujarnya mejawab pertanyaan istrinya.
"Sayang kok gak duduk di dalam sih.."
"Ini Lo Gavin minta di temenin main bola di taman, ya sekalian Zahra mau lihat-lihat bunga, sebenarnya Zahra pengen nanam bunga mas.. tapi pasti kamu gak ngizinin kan ?"
"Itu kamu tahu sayang.., mas bukannya tidak ngizinin, kamu kan lagi hamil jadi tidak boleh capek-capek entar kalau sudah selesai lahiran baru boleh lagi beraktivitas lagi, Oke sayang.." jelasnya.
"O iya mas gimana Lisa?" Tanya Zahra pada suaminya karena baru dua bulan ini Lisa menjadi sekretaris Bagas, selama ini Bagas tidak menggunakan sekretaris. Semua jadwal nya yang mengatur adalah Daniel asistennya.
Setelah Daneil setujuh untuk berkenalan dengan Lisa, Zahra menyuruh Lisa untuk keluar dari pekerjaannya yang lama di WILLIAMS GRUP, dan akan memberikan Lisa pekerjaan di Kantor Bagas sebagai sekretaris Bagas suaminya. Bagas pun menyetujui usulan dari istrinya yang mau menjadikan Lisa sekretaris nya. Dan tanpa pikir panjang Lisa sahabat dari Zahra setujuh untuk bekerja di Perusahan Bagas, walaupun Lisa harus jauh dari Ibunya. Sebenarnya Lisa Uda gerah menghadapi Ayah tirinya yang selalu saja membela anaknya adik tiri dari Lisa yang sudah merebut calon suaminya. Makanya Lisa langsung setujuh di tawari oleh Zahra untuk bekerja di London jadi sekretaris Bagas. Lisa ingin menjauh dari mereka semuanya, mulai menata hidupnya lagi dengan pergi ke London menyetujui permintaan sahabatnya yang ingin mengenalkannya dengan seseorang dan juga memberikan pekerjaan padanya.
__ADS_1
Saat ini Daniel dan Lisa sudah berpacaran, setelah mereka berkenalan tiga bulan yang Lalu dan setelah saling mengenal selama satu bulan, Daniel menyatakan cinta kepada Lisa dan Lisa pun menerimanya, karena selama saling mengenal mereka sama-sama merasakan kenyamanan satu sama lain.
"Alhamdulillah kerja nya bagus, cekata, dan dia juga cepat mengerti kok sayang.." Jawab Bagas apa adanya. "Sayang, tadi Daniel bilang sama mas, mau main kerumah dengan Lisa setelah pulang kerja nanti, ada yang pengen mereka omongin katanya." Ucap Bagas sembari memijat kaki Zahra yang sudah kelihatan membengkak.
"Mereka mau main kesini?" tanyanya dan di anggukin oleh Bagas. "Kaya' nya ada yang niat melamar Lisa nih mas.." ujar Zahra tersenyum-senyum sendiri.
"Masa' sih sayang.. kamu tahu dari mana kalau Daniel ingin melamar Lisa?" Tanya Bagas penasaran.
"Kemaren Lisa nelpon aku mas, terus dia cerita kalau kak Daniel mau melamarnya, kak Daniel tidak mau lama-lama pacaran, dan dia Uda sangat cocok dengan Lisa." Jawab Lisa menjelaskan.
"Bagus dong kalau emang Daniel ada niatan melamarnya, lagian mas Lihat Daniel sangat perhatian dan sayang banget sama Lisa." ujarnya
"Hahaha, kamu benar sayang.."
"Papa..." teriak Gavin yang masih asik bermain bola.
"Iya kak..,tunggu disitu Papa mau ikut main juga." Jawab Bagas yang langsung berjalan nyamperin Gavin dan meninggalkan Zahra. "Sayang mas main bola sama Kakak dulu ya.." teriak Bagas yang sudah berdiri di dekat Gavin. Sedangkan Zahra hanya tersenyum melihat mereka berdua.
__ADS_1
Malam harinya.
"Daniel kalian sudah datang.." tanya Bagas yang baru saja keluar dari kamar karena baru saja dirinya selesai mandi. Sedangkan Zahra sendiri sudah menyambut kedatangan Daniel dan juga Lisa terlebih dahulu.
"Uda bro.." jawab Daniel.
"Gimana kalau kita makan malam aja dulu, pelayan gue Uda nyiapin makan malam buat kita." Ucap Bagas mengajak tamunya ke ruang meja makan.
"Iya, ayok Lisa kita makan malam dulu selesai makan baru kita lanjut ngobrol lagi." Ajaknya
Mereka semua pun berjalan menuju ruangan meja makan, dan disana sudah ada Gavin yang lagi duduk manis menunggu Papa dan juga Bundanya.
"Uncle Daniel.." teriak Gavin yang langsung turun dari kursi lalu meminta gendong oleh Daniel.
"Hei Boy.." balas Daniel. "Kak Gavin kok gak ikut Papa ke kantor tadi? Uncle kan jadi kangen kak Gavin.." Ucap Daniel sembari meletakkan Gavin ke kursi di meja makan lagi.
"Iya uncle, Kak tadi halus temenin dan jagain Bunda di lumah.. kasian Bunda sama Adek di lumah sendili gak ada yang jaga.."Jawab Gavin polos dengan wajah yang sangat menggemaskan.
"iya dong.. kak Gavin kan Uda besar, jadi harus bisa jaga Bunda dan adek.. Ya uda kita makan dulu ya boy.. nanti baru main sama uncle."
__ADS_1
"Oke uncle." mereka yang melihat kedekatan Daniel dan juga Gavin pun tersenyum.