CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
6. Bab 6 Resepsi


__ADS_3

Kini Bagas sudah duduk berhadapan dengan ayah Zahra, penghulu dan kedua saksi. Ijab Qabul pun dimulai, Bagas menarik nafasnya dan sambil mendengarkan kalimat sakral yang telah di ucapkan oleh ayah Bram. Setelah ayah Bram selesai, Bagas langsung mengucapkan kalimat tersebut dengan satu tarikan nafas dengan lantang.


"Bagaimana para saksi, sah..?" ucap penghulu, dan di jawab oleh kedua saksi. "sah.... " Dan di ikuti juga dengan para tamu yang ada disitu.


"Sah..."


"Alhamdulillah.." ucap mereka semua.


Akhirnya Bagas dapat bernafas dengan lega, telah berhasil mengucapkan Ijab Qabul dengan lancar.


Ijab Qabul telah selesai dan kini saat nya Zahra turun kebawah untuk dipertemukan dengan Bagas. Yuda pun menjemput Zahra ke kamarnya untuk membawa nya turun kebawah.


" Zahra gimana..? Uda siap kan turun kebawah.." ucap Yuda sang kakak, tak lupa juga kakak nya ngucapkan selamat kepada adik nya. "Selamat ya Ra atas pernikahan mu kakak berdoa semoga kamu bahagia bersama Bagas dan langgeng sampai maut yang memisahkan, Amin.." kakaknya mendoakan. "Ya uda ayo kita turun.." ajak kakaknya.


Tak lupa juga sahabat Zahra ngucapkan selamat atas pernikahan Zahra dengan sangat bahagia.

__ADS_1


"Amin... Makasih ya kak atas doa nya, kak peluk dong jadi pingin nangis.." ucap Zahra. Kakak nya pun langsung peluk Zahra dengan sayang kepada adiknya.


"Ehh Ra jangan nangis dong..! entar make up nya luntur lagi, gumam Lisa temen Zahra. Pengantin harus bahagia gak boleh sedih."


Dengan hati yang gugup, Zahra pun turun ke bawah dengan menggandeng tangan Yuda serta di ikuti oleh kedua sahabat nya Lisa dan Rina. Saat Zahra turun dari tangga, semua mata para tamu tertujuh padanya terpesona akan kecantikan Zahra. Begitu pun juga dengan Bagas mata nya sampai tak berkedip melihat nya. Bagas pun serasa ingin mengurung Zahra di dalam kama saja, ia tidak ingin mengizinkan orang sedikit pun melihat kecantikannya.


Saat ini pun Zahra sudah duduk di samping Bagas suaminya. "Kalian Uda sah menjadi suami istri, nak Bagas pakaikan cincin kepada istri kamu begitu pun sebalik nya.." ucap pak penghulu. Bagas pun memakai kan cincin pernikahan kepada Zahara, lalu Zahra mencium tangan suami nya. Begitu juga Zahra telah memakaikan cincin ke tangan suaminya, setelah itu Bagas langsung mencium kening Zahra sangat lama.


Mereka saling bertatapan sambil tersenyum, Bagas terpesona melihat kecantikan dan mata indah istrinya dari dekat, begitu juga dengan Zahra ternyata dia juga diam diam terpesona dan mengagumi ketampanan suaminya.


Setelah selesai memakaikan cincin, mereka pun langsung menandatangi buku nikah. Lalu mereka sungkeman kepada kedua orang tua mereka dengan penuh haru, Zahra sempat menangis saat sungkeman minta maaf kepada orang tua nya.


Malam pun tiba, kini Bagas dan Zahra sudah di jalan dengan menaiki mobil mewah Mercedes Benz SL milik Bagas yang disupiri oleh Bagas sendiri, mereka menuju tempat acara resepsi pernikahan mereka yang di selenggarakan di hotel mewah milik ayah Zahra.


Kini mereka pun sampai ke hotel, Bagas dan Zahra pun berjalan masuk menuju Ballroom Hotel dengan Bagas menggandeng tangan istrinya Zahra dan seluruh keluarga mereka mengikuti nya di belakang.

__ADS_1


Mereka begitu serasi sampai membuat para tamu iri melihatnya. Zahra begitu cantik memakai gaun pengantin berwarna putih dengan potongan desain klasik serta memakai hijab segi empat sederhana di padukan dengan Viel dan mahkota kecil di atas kepalanya membuat Zahra semakin cantik dan anggun. Sedangkan Bagas Makai toxedo berwarna biru, ia begitu sangat tampan. Membuat para tamu wanita anak dari rekan bisnis ayah Bagas yang ada disana terpesona padanya.


Mereka pun naik ke atas pelaminan dan duduk bersebelahan, orang tua mereka pun juga duduk disamping Bagas dan Zahra. Bagas dan Zahra kini menyalami para tamu undangan, kebanyakan tamu undangan temen ayah Bimo dan ayah Bram serta rekan bisnis mereka, sedangkan temen Bagas dan Zahra tidak begitu banyak di undang. Kalau temen temen Bagas kebanyakan di luar negri, terlalu jauh kalau untuk mengundang mereka semua. Kalau Zahra hanya mengundang beberapa temen kampus nya saja, sedang temen temen di tempat ia bekerja tidak ada di undang kecuali kedua sahabat nya Lisa dan Rina.


"Kamu capek Ra?" tanya Bagas yang melihat istrinya duduk menyandar di kursi pelaminan sambil memejamkan mata nya.


"Hehe.. iya mas, banyak banget sih tamunya mas.." ucap Zahra.


"Iya, itu kan kebanyakan temen ayah dan rekan bisnis Papa Mas dan ayah kamu Ra.." ucap Bagas sambil ikut duduk di sebelah Zahra


"Kayanya tadi temen kamu cuman dikit ya mas..?" Tanya Zahra sambil tersenyum.


"Ia.." jawab Bagas yang juga ikut tersenyum. Yang datang cuman temen SMA mas dulu Ra..." kebanyakan temen mas di luar negri semua kan jauh kalau mas undang mereka, ucap Bagas sambil menawarkan air mineral kepada istrinya. Nih Ra diminum dulu air nya pasti kamu haus kan..?


"Iya mas, makasih ya ... pehatian banget sih Sama istri nya..?" ucap Zahra sambil menggoda suaminya.

__ADS_1


"Ih uda berani goda goda aku ya.." ucap Bagas sambil menggoda balik istrinya itu, Bagas pun tertawa saat melihat wajah istrinya Uda merah seperti tomat karena malu. "Kamu gemesin banget sih Ra..."


Jadi lah mereka saling bercerita dan saling canda sambil duduk di pelaminan. Bagas senang ternyata saat bercerita dengan Zahra ia nyaman berbagi cerita dan nyambung dengan Zahra. Begitu juga dengan Zahra gak tahu kenapa, dia pun Uda nyaman kalau ngobrol dengan Bagas suaminya. Karena pada dasarnya mereka berdua tipekal orang yang tidak sombong dan baik kepada semua orang.


__ADS_2