
Dreet dreet dreet
Terdengar ponsel Bagas bergetar, Bagas pun tersentak kaget seketika ia langsung membuka matanya, lalu mengambil ponsel dan di lihat Rio yang menelpon dirinya.
"Halo.. ya ada apa bro ..?" Tanya Bagas.
"Loe baru bangun, berapa ronde tadi malam? Jangan loe terkam terus istri loh entar pingsan." ucap Rio sambil tertawa.
"Cepetan loe mau ngomong apa! ganggu gue tidur aja!" ucapnya kesal pada Rio yang Uda mengganggu tidurnya.
Rio yang mendengarnya malah tertawa terbahak bahak, Ia paling senang kalau membauat Bagas kesal.
"Gas hari ini kita akan mengadakan pertemuan, di aula kantor dengan seluruh karyawan untuk memperkenalkan loe sebagai CEO baru di Perusahaan. Jam 8 loe harus Uda sampai kantor dan jangan telat." ucap Bagas di telpon dari seberang sana.
"Oke bro.." jawab Bagas sambil mendengkus kesal langsung mematikan ponselnya.
Bagas melihat jam sudah menunjukkan pukul 4.30 pagi. Ia ingin bangun dari tidurnya, lalu ia hentikan saat matanya menatap wajah cantik dan alami istrinya yang masih di dekapannya. Senyum mengembang di wajah Bagas saat mengingat momen tadi malam bersama Zahra. Mata Zahra pun terbuka, ia melihat suaminya yang sedang memandanginya.
"Mas.." suara khas bangun tidur dari bidadari surganya yang begitu lembut di indera pendengaran nya. Bagas tersenyum lembut padan Zahra, ia menarik kembali Zahra lalu memeluknya sangat erat. Zahra juga membalas pelukan Bagas dengan erat.
" Morning kiss dulu sayang..." ucap Bagas hendak mencium bibir Zahra. Tapi dengan cepat Zahra menutup mulutnya.
__ADS_1
"No mas..!"
"Kenapa sayang..?" Bagas memandang Zahra dengan mengkerut kan keningnya.
"Bau mas belum gosok Gigi..!" ucap Zahra tanpa mau membuka mulutnya.
"Gak apa-apa sayang.."
"Gak mau mas..! nanti aja ya mandi dulu."
"Sekarang sayang.. yang namanya morning kiss itu saat di tempat tidur.." ucap Bagas yang langsung menarik pinggang Zahra agar mendekat dengannya, Bagas lalu mencium bibir istrinya yang membesar akibat ulahnya ia tak bosan bosannya mencium bibir istrinya. Bagas terus mencium dan menjamah tubuh Zahra membuatnya semakin menuntut untuk melakukan kegiatan panas itu kembali. Akhirnya mereka melakukan penyatuan kembali sampai 1 jam lamanya.
Zahra bangun ia langsung turun dari ranjang, meninggalkan suaminya yang kembali tertidur. Sudah jam 6 pagi,ia langsung berjalan masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Zahra memandang dirinya di cermin, tubuhnya penuh dengan bercak merah sedangkan yang kemaren belum hilang tapi sudah di tambah lagi oleh suaminya. Zahra tersenyum bahagia melihat perlakuan suaminya yang selalu lembut dan memuja dirinya. Membuat rona merah di pipinya.
"Mas bangun entar telat ke kantor loh.." ucap Zahra, tak lupa ia mengecup kening suaminya dengan lembut.
Bagas yang merasakan kecupan istrinya ia langsung terbangun. "Pagi sayang.. ucap Bagas sambil tersenyum lebar karena mendapatkan kecupan dari istrinya. Bagas pun bergegas masuk ke kamar mandi.
Bagas keluar dari kamar mandi, ia langsung memakai pakaian nya yang Uda di sediakan oleh Zahra. Bagas mendekati Zahra yang sedang merias wajahnya untuk meminta dipakai kan dasi.
__ADS_1
"Kamu Uda cantik sayang..Jangan dandan yang berlebihan, lebih baik gak usah dandan sekalian!!" ucap Bagas kesal karena melihat istrinya makin cantik, ia takut banyak laki laki di kantor istrinya yang mendekatinya.
"Iya mas ini gak berlebihan kok, jangan kesal gitu dong.." ucap Zate sambil mendesah pelan
"Abisnya kamu cantik banget sayang.." ucap nya kesal.
"Uda ah gombalnya. Mas sarapan hari ini Sandwich aja ya..! Karena Uda kesiangan, hari ini aku Uda masuk kerja lagi." ucap Zahra.
"Iya sayang gak apa-apa."
Kini mereka Uda selesai sarapan, saatnya mereka pergi bekerja.
"Sayang mas pergi duluan ya.. soalnya hari ini ada pertemuan penting." ucap Bagas lalu ia mencium kening dan bibir istrinya singkat.
"Iya mas.." jawab Zahra, lalu Zahra mencium tangan suaminya. "Hati-hati mas.." tambahnya lagi.
"Iya sayang, kamu juga ya.."
Bagas naik mobil mewahnya lalu keluar rumah menuju kantor. Tak berapa lama Zahra pun berangkat dengan di antar oleh supir yang disediakan Bagas.
Bagas sudah sampai di kantor, ia kini berada di ruangan nya bersama Rio yang lagi membahas pertemuan nanti.
__ADS_1
"Zahra...."