
Sebulan telah berlalu. Orang tua mereka juga sudah balik ke Indonesia setelah dua minggu liburan di London. Mereka juga gak nyangka liburan di London bakalan mendapatkan kabar gembira tentang kehamilan Zahra, para Opa dan Omanya kegirangan sangking bahagianya mendengar kabar itu seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru.
Kini kandungan Zahra sudah jalan 11 Minggu, Alhamdulillah dari awal ia hamil sampai sekarang Zahra sama sekali tidak mengalami morning sickness. Malahan yang mengalami morning sickness adalah Bagas, seperti sekarang Bagas lagi di kamar mandi karena ia sedang memuntahkan semua isi didalam perutnya.
Dengan keadaan lemas Bagas keluar dari kamar mandi berjalan menuju ranjangnya dan segera merebahkan tubuhnya yang lemas, ini Uda yang ke tiga kalinya Bagas mengeluarkan cairan membuat Bagas kehabisan tenaga. Setiap pagi inilah yang dialami Bagas, alhasil Bagas berangkat ke kantornya sedikit terlambat.
Kalau sudah mual seperti ini, yang hanya di butuhkan Bagas adalah Zahra istrinya. Karena dengan melihat wajah dan juga pelukan dari Zahra mual atupun muntah yang Bagas rasakan bisa berkurang. Bagas juga sangat sensitif terhadap harum bumbu masakan, parfum milik orang lain, serta parfum mahal miliknya juga membuat Bagas mual. Tapi anehnya Bagas tidak mual mencium harum parfum milik istrinya, akhirnya Bagas menyingkirkan semua Parfum mahalnya dan ia menggunakan parfum milik Zahra istrinya setiap harinya.
"Uda mendingan mas?" Tanya Zahra yang baru saja masuk kedalam kamar dengan membawa segelas teh hangat untuk Bagas.
__ADS_1
"Belum sayang, mas baru aja muntah lagi habisnya kamu ninggalin mas kedapur membuat teh."Jawab Bagas dengan suara pelan dan masih terdengar oleh Zahra.
"Ya udah nih minum tehnya dulu biar agak enakan." Zahra menyerahkan teh hangat ke suaminya yang sudah duduk, dan langsung di minum oleh Bagas.
Setelah Zahra meletakkan gelas ke atas nakas, Bagas menarik tangan Zahra lembut lalu menyuruh nya duduk di atas ranjang, Zahra menurut dan duduk diatas ranjang. Kemudian Bagas meletakkan kepalanya di atas paha Zahra dan tubuhnya di miringkan agar wajahnya menghadap ke perut istrinya sembari tangannya melingkar di perut istrinya.
"Kok manja banget sih Papanya anak-anak?" ucap Zahra sembari mengelus kepala Bagas yang lagi tidur di pahanya.
"Kaya' nya dede' nya senang nih menyiksa Papa nya." Gurau Zahra.
__ADS_1
"Iya dek.. senang ya kalau nyiksa Papa kaya gini.."ucap Bagas sembari mengelus perut Zahra. "Tapi gak apa-apa, Papa sangat menikmatinya." Tambahnya, kemudian Bagas mengangkat baju piyama istrinya keatas lalu mencium perut Zahra yang masih kelihatan rata.
"Mas.." gumam Zahra
"Iya sayang.." Bagas menatap Zahra dari bawah menunggu apa yang mau di ucapkan oleh Zahra.
"Maaf ya mas, karena hamil Zahra yang kedua ini jadi nyusahin kamu. Mas yang mengalami morning sickness, bukannya aku."Ucap Zahra sedih yang di alami suaminya, membuat Zahra gak tega lihat suaminya yang harus morning sickness. Sampai-sampai apa yang di makan oleh suaminya di keluarkan kembali. "Pasti kamu tersiksa ya mas.." tambahnya lagi.
"Mas gak apa-apa kok sayang, emang sih sangat menyiksa tapi mas sangat menikmatinya dan mas jadi bisa merasakan apa yang dirasakan ibu-ibu hamil pada umumnya. Kamu tau sayang, mas malah senang bukan kamu yang mengalami in, kalau itu yang terjadi sama kamu bisa-bisa mas bakalan panik setengah mati." Zahra pun menangis terharu mendengar yang di ucapkan suaminya, membuat Bagas tersentak kaget karena ada air yang menetes di wajahnya.
__ADS_1
"Sayang kok nangis, jangan sedih gitu dong entar Dede nya ikut sedih. Mas beneran gak apa-apa sayang." ucap Bagas menenangkan istrinya.
Kemudian Bagas menarik lembut tengkuk leher istrinya kebawa lalu Bagas mencium bibir istrinya. "Mas sayang kalian.." Bagas kembali menciumi. perut istrinya.