CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
72. Bab 72


__ADS_3

Pagi pun tiba. Bagas dan Zahra kini sudah berada di mobil untuk pergi ke kantor setelah mereka selesai sarapan di rumah tadi.


"Sayang entar sahabat mas main ke kantor, ya sekalian kami membahas kerjaan juga. Dan mas ingin memperkenalkan kamu dengan sahabat mas, kamu ke ruangan mas jam sepuluh ya?" Ucap Bagas menyuruh istinya untuk ke ruangannya nanti. sekitar jam sepuluh pagi.


"Tapi kalau jam segitu, Zahra keruangan mas gak enak sama yang lain Loh mas..." Ucapnya.


"Kenapa mesti gak enak sama mereka sih sayang, biarin aja jangan kamu memperdulikan mereka. Lagian mereka sekarang juga uda tahukan kalau kamu itu istrinya mas. Please sayang, sahabat mas pengen kenal dan tahu siapa istri dari sahabatnya. Janji deh gak lama-lama sebentar aja." Mohon Bagas pada istrinya untuk mau keruangannya nanti untuk memperkenalkan Zahra pada sahabatnya.


"Ya uda iya Zahra entar keruangan mas, telpon aja kalau sahabat mas Uda datang." Ucap Zahra akhirnya menyetujui permintaan suaminya.


"Oke. makasih sayang.."


Akhirnya Bagas dan Zahra sampai di Perusahaan. Bagas langsung memarkirkan mobilnya. Selesai memarkirkan mobil, mereka berdua lalu keluar dari mobil, saat mau masuk ke dalam gedung Bagas menautkan jarinya ke jari tangan istrinya. Bagas menggenggam tangan istrinya begitu erat, seakan takut istrinya pergi darinya.


Mereka berdua pun masuk kedalam gedung, di lobby para karyawan yang pada saat itu tidak suka melihat Bagas dan Zahra karena mereka sempat salah paham, kini terlihat senang dan bahagia melihat begitu mesranya CEO Perusahaan bersama istrinya. Terlihat Bos mereka sangat mencintai Zahra. Mereka juga bersyukur karena Pak Bagas tidak memecat mereka yang sudah menghina Zahra waktu itu karena melihat foto Pak Bagas dan Zahra. Padahal itu sah-sah saja soalnya mereka berdua pasangan suami-istri. Hanya saja mereka salah paham, karena para karyawan memang tidak mengetahui hubungan keduanya, yang ternyata mereka suami istri.


Sampainya di depan lift, para karyawan yang sedang menunggu lift turun pun menyapa keduanya. Zahra menjawabnya sembari tersenyum pada karyawan. Sedangkan Bagas hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Sayang mas masuk ke lift mas ya.. soalnya masih banyak lagi pekerjaan yang harus mas selesaikan." Ucap Bagas sembari mengecup kening Zahra didepan karyawan yang masih menunggu lift karyawan turun dan Bagas tidak memperdulikan hal itu, toh mereka suami istri.


"Iya mas.." Jawab Zahra sembari menundukkan kepalanya karena malu, dengan apa yang dilakukan suaminya di dapan karyawan.


Bagas pun langsung masuk kedalam lift khusus petinggi Perusahaan. Sedangkan Zahra memakai lift karyawan seperti karyawan lainnya.



Seorang pria tampan dan gagah masuk kedalam gedung WILLIAMS GRUP bersama sekretaris nya. Kemudian sekretaris dari Pria itu nyamperin meja Resepsionis dan bertanya kepada Resepsionis tersebut.

__ADS_1


"Permisi mbak.." Ucap Sekretaris yang terlihat lumayan tampan.


"Iya Pak, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Resepsionis WILLIAMS GRUP yang terpesona melihat pria tampan yang ada didepannya.


"Kami ingin bertemu Pak Bagas.." Jawabnya. Sembari menunjuk Bosnya yang berada tepat di belakangnya.


Resepsionis yang bernama Sari tersebut sampai melongo melihat pria yang begitu tampan bahkan sangat tampan yang sudah berdiri di sebelah pria yang bertanya tadi padanya.


"Mbak, eh bukannya di jawab kok malah bengong sih..!" Ucap Sekretaris itu kesal pada Resepsionis yang masih asik melihat pemandangan yang menakjubkan didepan matanya. "Mbak..." panggil lagi oleh sekretaris dari Pria tampan yang dipandang oleh Sari.


"Eh i..iya Pak.."Jawab Sari sedikit gugup pada pria tampan yang didepannya. "Tadi perlu apa ya?" Tanya Sari lagi. "Kami ingin bertemu dengan Pak Bagas Mbak..."Jawabnya.


"Apa sebelumnya sudah buat janji..?" Tanya Sari.


"Sudah mbak, kami sudah buat janji sama beliau." Jawabnya. "Kalau gitu Pak tampan bisa langsung keruangannya di lantai 20. Apa perlu saya antar Pak..?" Tanya Sari yang masih belum mau berpaling menatap pria tampan yang ada di depannya.


"Sudah Bos." Jawabnya. Mereka langsung menuju lift yang tak begitu jauh dari Resepsionis.



Tok tok tok


Suara ketukan pintu terdengar dari dalam. "Iya masuk.." Jawab Bagas dari dalam. Setelah mendengar jawaban dari dalam, Mila lalu membuka pintunya. Pintu pun terbuka, terlihat Mila masuk kedalam ruangan Bagas.


"Iya ada apa Mil?" Tanya Bagas sembari menatap Mila.


"Maaf Pak ganggu. Tamu yang Pak Bagas tunggu sudah datang.." Jawab Mila yang memberitahukan kalau tamu yang sudah di tunggu Bosnya sudah tiba.

__ADS_1


"Kenapa tidak langsung kamu suruh masuk ke ruangan saya Mil.." Ucap Bagas. "O iya tolong kamu panggilkan Rio sekalian, suruh dia keruangan saya ya.." Tambahnya lagi.


"Baik Pak. Ucap Mila sembari keluar dari ruangan Bagas. Kemudian Mila dengan sopan mempersilahkan tamu dari Bosnya yang lagi menunggu di luar ruangan, untuk langsung masuk ke dalam ruangan Bosnya.


"Terima kasih.." Ucap pria tampan tersebut sembari tersenyum manis melihat Mila.


"Sama-sama Pak."Jawab Mila. Melihat tamu dari Bosnya yang tersenyum manis kepadanya membuat Mila terpesona melihat begitu tampannya pria tersebut.


"*Ya Allah begitu indah ciptaan mu.." Gumam Mila dalam hati*.


Tamu dari Bagas pun langsung masuk keruangannya bersama sekretaris nya yang mengikuti di belakang.


"Hai bro.. apa gue ganggu? Sepertinya kamu lagi sibuk banget.." Ucap tamu Bagas yang sudah masuk dan menyapanya.


"Hai Gio Lo uda datang..?" Tanya Bagas yang langsung beranjak dari kursinya lalu nyamperin sahabatnya dan memeluknya. Setelah melepaskan pelukannya, kemudian Bagas mempersilahkan Gio dan sekretarisnya untuk duduk di sofa. Pria tampan yang datang ke WILLIAMS GRUP bukan tak lain adalah Gio Adijaya sahabat Bagas dan Rio saat masih SMA dulu.


"Iya bro baru aja."Jawab Gio sembari duduk di sofa. "O iya maaf ya Gas, gue kemaren gak datang di acara Ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP. Soalnya gue lagi di luar negri dalam perjalanan bisnis." Ucap Gio yang meminta maaf gak bisa datang ke acara pesta Ulang tahun Perusahaan nya.


"Iya gak masalah, Lo kan uda kirim pesan ke gue." Jawabnya.


"Loh Rio mana Bro? gue kangen juga nih sama dia. Sebenarnya Uda lama gue mau berkunjung ke Perusahaan Lo, tapi ya gitu jadwal gue padat banget. Maklum Bokap gue langsung menyerahkan Perusahaan ADIJAYA ke gue, kan gue jadi kelimpungan. Padahal gue juga lagi ngejalanin Perusahan yang gue bangun sendiri." Ucap Gio yang menjelaskan masalahnya yang baru bisa berkunjung ke Perusahaan WILLIAMS GRUP.


"Enggak apa-apa gue maklum kok. Lo kan sekarang sudah menjadi Pengusaha sukses. Apalagi wajah tampan loh terpampang jelas di majalah bisnis." Ucap Bagas sembari tersenyum pada Gio. "Hahaha Lo bisa aja bro."!Ucap Gio.


"Apa gue ganggu perbincangan hangat kalian?" Tanya Rio yang tiba-tiba saja sudah berdiri di pintu ruangan Bagas.


"Hai Yo, enggak kok. Malah kami nungguin Lo nih." Jawab Gio.

__ADS_1


Rio langsung masuk kedalam dan duduk tepat di samping Gio. Mereka semua menikmati kebersamaan mereka di ruangan Bagas sembari membicarakan projek yang akan mereka buat.


__ADS_2