CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
69. Bab 69


__ADS_3

Flashback on


Saat sudah keluar dari ruangan Marketting, Bagas mengajak istrinya makan siang di Cafe seberang depan gedung Perusahaan WILLIAMS GRUP.


Sedang asik menikmati pesanan mereka, mata Bagas sengaja melihat Rio dan Sheina masuk ke Cafe yang sama dengannya. Bagas terus memperhatikan Rio dan Sheina. Rio menarik kursi untuk Sheina dan mempersilahkan adiknya itu duduk, kemudian Rio mencium kening adiknya lalu Rio ikut duduk di samping Sheina. Bagas yang melihat perlakuan Rio ke adiknya, menautkan kedua alisnya bingung dengan apa yang baru saja dilihatnya. Apalagi tadi saat masuk ke Cafe Rio menggenggam tangan Sheina begitu mesra.


Apa mereka berdua menjalin hubungan? Apa wanita yang dimaksud Rio waktu itu adalah Sheina adiknya? begitu banyak nya pertanyaan yang ada di kapalanya saat ini. Bagas masih terus menatap Rio dan adiknya. Bagas melihat perhatiannya Rio ke Sheina, Bagas melihat Rio mencium tangan adiknya, mengelus rambutnya dan mencium kening adiknya. Melihat itu semua Bagas yakin mereka berdua menjalin hubungan.


"Mas kamu kenapa? Dari tadi aku perhatikan mas lihat kedepan terus?" Tanya Zahra yang bingung melihat suaminya menatap ke depan dan sekali-kali menautkan kedua alisnya. Soalnya posisi duduk Zahra berhadapan dengan Bagas dan membelakangi Rio dan Sheina. Jadi Zahra tidak melihat mereka berdua.


"Sayang coba kamu lihat kebelakang deh, lihat di meja no 4 kalau di hitung dari meja kita." Ucap Bagas.


Zahra pun ngikuti apa yang di ucapkan suaminya. Ia menoleh kebelakang, Zahra melihat ada Rio dimeja tersebut. Tapi Zahra tak melihat Sheina karena Sheina tertutupi oleh orang yang duduk di depannya.


"Itu kak Rio kan mas.. tapi kaya nya dia sendiri?"


"Sendiri dari mana sayang.. coba kamu lihat lagi deh dan lihat siapa orang yang duduk disampingnya."


Zahra pun membalikkan badannya ke belakang kembali, barulah terlihat ternyata ada Sheina duduk disampingnya Rio.


"Ternyata ada Sheina juga mas. Kenapa gak suruh gabung sama kita disini aja mas?"


"Sayang sepertinya mereka ada hubungan deh. Mas perhatikan dari tadi mereka mesra benget seperti sepasang kekasih." Ucap Bagas.


Deg


Jantung Zahra berdetak kencang mendengar ucapan suaminya barusan. Zahra bingung harus cerita atau tidak ke suaminya tentang hubungan Rio dan Sheina.


"Kamu tunggu disini dulu sayang, mas mau nyamperin mereka. Mas mau beri pelajaran ke Rio, karena gak mau cerita ke aku kalau mereka memiliki hubungan."


Zahra melihat suaminya yang ingin beranjak dari kursinya, dengan ekspresi wajah suaminya seperti marah melihat Rio dan Sheina langsung menahan suaminya untuk tidak nyamperin mereka berdua.


"Mas jangan mas.. malu di lihat orang kalau kamu ingin memukul kak Rio. Lagian apa salahnya kalau mereka saling suka dan jatuh cinta. Itu hak mereka mas.."


Bagas menautkan kedua alisnya sembari menatap Zahra, Bagas melihat istrinya tidak terkejut dengan kedekatan Rio dan Bagas. Sekarang Bagas tahu, istrinya sudah mengetahui kalau Rio dan Sheina telah menjalin hubungan.

__ADS_1


"Kenapa kamu gak cerita ke mas kalau mereka ada hubungan?" Tanya Bagas langsung ke Zahra dengan sedikit kesal ke istrinya yang tidak ada cerita tentang Rio dan adiknya Sheina.


"Mas maaf aku Uda janji ke Sheina untuk tidak memberi tahukan dulu tentang mereka ke kamu. Soalnya Sheina bilang ke aku, dia sendiri yang akan cerita ke kamu mas.." Jawab Zahra.


"Oke, entar habis dari sini kita langsung ke ruangan mas. Kamu harus cerita semuanya ke mas tentang meraka, dan jangan ada yang kamu tutup-tutupi dari mas."


"Iya mas."


Flashback off


Saat ini Bagas dan Zahra sudah berada di ruangan Bagas. Zahra duduk di Sofa dan diikuti Bagas yang duduk disamping Zahra.


"Sayang cepat kamu ceritakan yang kamu tahu tentang mereka." Ucap Bagas.


"Oke Zahra akan cerita ke mas, tapi Zahra mohon jangan marah sama mereka. Biarkanlah mereka bahagia mas.."


"Tergantung." Jawabnya santai.


"Kok tergantung, jangan gitu dong mas.."


Akhirnya Zahra pun menceritakan ke Bagas dari pertama dirinya yang mengetahui kalau Sheina memiliki perasaan ke Rio. Zahra menceritakan semua yang ia tahu sampai sekarang Rio dan Sheina sudah menjadi pasangan kekasih.


Bagas pun terkejut setelah mendengar penjelasan dari Zahra yang menceritakan tentang perasaan adiknya. Bahwa adiknya Sheina sudah lama mencintai Rio, sampai dia memilih kuliah di London demi untuk bisa melupakan perasaan nya ke Rio. Soalnya Sheina tidak berani untuk ngungkapin perasaannya pada Rio. Sheian yakin Rio hanya menganggap dirinya sebagai adik. Memang pada saat itu Rio hanya menganggap Sheina adiknya, anak dari Papa angkatnya.


Selama ini ia tidak mengetahui hal itu, lantaran adiknya tak pernah mau cerita masalah percintaan kepadanya. Ke Mama dia juga gak ada cerita, dan adiknya lebih memilih memendamnya sendiri. Bagas jadi teringat waktu itu Rio pernah cerita padanya tentang seorang wanita yang sudah menggangu pikirannya. Rio juga cerita kalau dirinya bertemu dengan wanita itu, jantungnya berdebar dan berdetak lebih kencang dari biasanya. Jadi wanita yang dia maksud itu adalah Sheina adiknya sendiri. Rio sudah jatuh cinta dengan Sheina dan mungkin saja saat ini mereka belum lama jadian. Dan dari yang dia lihat tadi Rio dan Sheina benar-benar saling mencintai.


Ada rasa kesal dan ingin marah kepada Rio, yang tidak mau jujur dan cerita ke padanya, kalau wanita yang dibicarakan itu adalah Sheina. Kalau pun Rio mau cerita ke dia, Bagas tidak akan marah bahkan ia akan merestui Rio bersaama adiknya. Karena menurut Bagas Rio orang tepat untuk adiknya. Rio akan bisa membimbing Sheina.


"Mas kok diam aja?" Tanya Zahra. Aku sudah menceritakan semuanya mas sama kamu. Tapi sebenarnya ada satu yang belum ia ceritakan ke Bagas, soal Sheina yang hampir di perkosa oleh preman. Emang kejadian itu Uda lama tapi ia tidak berani menceritakan nya takut Bagas akan tambah marah pada Rio. Karena itu rahasia antara Rio dan Sheina, mereka sepakat tidak menceritakan masalah itu ke keluarganya. Biarkan saja itu jadi urusan Rio dan juga Sheina karena merekalah yang berhak untuk menceritakan itu.


"Mas..." panggil Zahra sembari mengelus lengan suaminya. Membuat Bagas sadar dari lamunannya.


"Eh iya sayang.." Jawabnya.


"Mas kok mala ngelamun... mas lagi mikirin apa? Mas aku mohon jangan marah sama mereka ya? Biarkan lah mereka bahagia. Kalau mas gak setujuh dengan hubungan Rio sama Sheina, yang kasian Sheina mas.. Dia Uda begitu lama mencintai kak Rio. Sampai-sampai dia gak bisa berpaling ke laki-laki lain. Lagian menurut Zahra, kak Rio laki-laki yang tepat untuk Sheina, kak Rio baik, bertanggung jawab, dewasa dan bijaksana lagi. Zahra yakin kak Rio biasa membimbing Sheina menjadi orang yang lebih baik. Dan Zahra yakin mereka pasti akan bahagia." Ucapnya panjang lebar.

__ADS_1


"Kamu benar sayang. Mas pun berpikiran yang sama dengan kamu. Tapi mas masih sedikit kesal dengan Rio yang tidak mau menceritakan ke mas kalau dia suka sama Sheina. Padahal dia selalu cerita kalau dia suka sama wanita, tapi saat mas tanya siapa wanita yang Uda bisa membuat nya jatuh cinta, dia selalu jawab sabar entar saatnya tiba gue akan nagsih tau ke lo dan gue akan minta restu sama Lo. Itu yang selalu di ucapkannya ke mas."


"Mungkin dia belum siap kali mas untuk cerita ke kamu. Pasti nanti dia akan cerita ke mas dan minta restu sekalin ke kamu.."


"O iya mas hampir lupa sayang. Entar malam Rio menyuruh kita ke rumah Papa, katanya ada yang mau dia bilang pada kita semua. Apa jangan-jangan dia mau bilang mengenai hubungannya dengan Sheina?"


"Bisaa jadi sih mas.. Siapa tahu kak Rio mau melamar Sheina sekalian.."


"Kita lihat saja saat Uda disana." Uacap Bagas. Kemudian Bagas menatap istrinya, lalu menariknya kedalam pelukannya.


"Mas ini kantor nanti ada yang masuk loh." Ucapnya sembari ingin melepaskan pelukan dari suaminya. Ia takut tiba-tiba nanti ada yang masuk ke ruangan suaminya.


"Gak ada yang berani masuk keruangan mas sembarangan sayang.. tanpa mengetuk pintu dulu. Sebentar aja sayang mas kangen sama kamu." Ucapnya. Setelah puas meluk istrinya, Bagas lalu melepaskan pelukannya. Bagas menatap wajah imut istrinya sembari mengelus pipinya dan kemudian Bagas mencium bibir istrinya dengan lembut. Zahra yang awalnya diam saja dicium oleh suaminya, akhirnya tak tahan dan membalasnya dengan mengalungkan kedua tangannya keleher suaminya. Saat Bagas ingin membuka baju kemeja istrinya, terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok tok tok


"Ih siapa si yang ketuk pintu, ganggu aja!" Ucapnya kesal yang Uda mengganggu kegiatannya bersama istrinya. Zahra langsung merapikan pakaian dan hijabnya.


"Iya masuk.." Jawab Bagas.


"Ya uda mas Zahra kembali keruangan ya.. soalnya jam istrahat sudah habis, Zahra Uda telat nih mas.."


"Iya sayang.."


Zahra pun jalan menuju pintu ingin keluar dari ruangan Bagas, bertepatan Mila sekretaris suaminya masuk kedalam ruangan. Ternyata yang mengetuk pintu itu adalah Mila.


"Mbak Mila.." Panggil Zahra.


"Eh iya Zahra, loh mau kemana?" Tanya Mila.


"Mau balik keruangan mbak, Uda banyak kerjaan yang menunggu."Jawab Zahra. "Mas aku balik keruangan ya.. da mbak Mila..."


"Iya sayang.."


"Da.. Zahra..."

__ADS_1


Zahra pun langsung keluar ruangan, lalu jalan ke lift akan menuju ruangan Marketting di lantai lima.


__ADS_2