
Pagi pun datang, menyambut kebahagiaan kedua pasangan yang masih terlelap, setelah kemarin mereka melakukan penyatuan beberapa kali hingga membuat keduanya kelelahan. Waktu sudah menunjukkan jam 5 pagi saatnya orang harus melaksanakan sholat subuh.
Bagas mengerjabkan matanya kerena terkejut mendengar suara alarm dari ponsel istrinya. Bagas langsung bangun secara perlahan agar tidak membangunkan istrinya yang masih terlelap, ia lalu turun dari ranjang dan masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai Bagas melaksanakan sholat subuh.
Selesai sholat ia mendatangi istrinya ke ranjang, Bagas menatap istrinya yang begitu cantik saat tidur lalu ia membangunkan nya.
"Sayang bangun.. " ucap Bagas tak lupa mengecup kening dan bibir istrinya. Zahra merasa ada yang menciumnya pun terbangun.
"Pagi mas.. Zahra telat bangunnya ya mas.." ucap Zahra pada suaminya
" Enggak kok sayang, cepat bangun sholat subuh dulu." ucap Bagas.
"Iya mas.." Zahra pun langsung turun dari ranjang pergi ke kamar mandi, setelah selesai Zahra pun sholat. "Mas hari ini jadi pergi kekantor..?" tanya Zahra.
"Jadi sayang.. kamu mau ikut mas ke kantor apa gak?" Tanyanya.
"Enggak deh mas Zahra di rumah aja, lagian Zahra entar mau masakin makan siang buat kita mas.." Jawabnya. "Ya Uda aku siapin baju kamu dulu."
Setelah selesai nyiapin pakaian Suaminya Zahra pun langsung turun kebawah membuat sarapan untuk suaminya. "Mas pakaian nya Uda aku letakkan di ranjang ya.." Teriaknya sembari turun ke bawah.
"Iya sayang makasih.. kamu mau kemana sayang..?" tanya Bagas saat melihat istrinya keluar kamar.
" Aku mau siapin sarapan untuk kamu mas di dapur.. mas mau teh apa kopi?" tanya Zahra
"Teh aja sayang.." jawab Bagas.
Selesai memakai baju, Bagas turun kebawah. Ia langsung nyamperin isterinya ke dapur. Hab, Bagas memeluk Zahra dari belakang sambil mencium pipi istrinya. Zahra yang di peluk dari belakang pun terkejut.
"Astaghfirullah.. mas ih ngagetin aja! Untung gak jatuh telurnya, mas lepasin.. aku siapin nasi nya ke piring dulu." ucapnya meminta Bagas untuk melepaskan pelukannya.
Bukan melepaskannya, tapi Bagas malah mengeratkan pelukannya.
"Sayang mas mau lagi..? sebentar aja yuk.." rengek Bagas yang menginginkan seperti malam tadi.
__ADS_1
"mas ih! mau apa mas..?" Tanyanya.
"Kaya yang kemaren sayang.. ya..ya.. please." ucap Bagas sambil terus nempelin istrinya.
"Mas kan mau kekantor, entar papa nungguin loh mas..kok jadi manja gini sih suami aku hmm..?
Entar malam aja ya mas.." ucap Zahra pada suaminya yang terus merengek
"Manjanya kan cuman sama kamu doang sayang.. ya Uda deh, tapi beneran entar malam ya.." ucap Bagas sambil tersenyum kecil.
Bagas pun langsung menarik istrinya memeluknya erat, lalu mencium bibir istrinya dengan lembut.
Mereka berdua pun sarapan dengan nasi goreng, yang di masak oleh Zahra.
"Sayang masakan kamu enak, mas suka. Entar siang masakin yang enak ya.."
"Alhamdulillah kalau mas suka masakan aku."
Selesai sarapan Bagas pun pamit.
"Iya mas.." Zahra mencium tangan suaminya dengan takzim. "Hati hati ya mas.. " ucap Zahra
Mobil Bagas pun sampai ke sebuah gedung Perusahaan besar dan mewah. WILLIAMS GRUP, Perusaahan yang di bangun dari nol oleh kakek nya Bagas bernama William saat mudah dulu, kini di pegang oleh papa Bimo dan sekarang akan di berikan kapeda Bagas anak pria satu satunya Bimo William ayah dari Bagas.
Bagas keluar dari mobil mewahnya lalu masuk ke dalam Perusahaan, para karyawan yang melihat Bagas pun terpesona.
"Papa.." panggil Bagas saat melihat papa nya berada di loby.
"Bagas kamu Uda datang, ayo keruangan papa."
Mereka pun berjalan menuju ruangan CEO.
"Pa jam berapa mulai meeting nya?" Tanya Bagas pada Papanya sembari terus berjalan menuju ruangan CEO.
__ADS_1
"Sekitar jam 9 pagi, sekarang Uda jam 8 sekitar satu jam lagi akan dimulai. Sebelum itu ada beberapa berkas yang harus kamu pelajari, yang sudah di siapkan oleh Rio."
"Gas bagaimana malam pertamamu apa kamu Uda membuatkan cucu untuk papa?" tanya papanya pada Bagas sambil tersenyum lebar.
Membuat Bagas yang di tanya seperti itu senyum senyum sendiri.
"Alhamdulillah Uda Papa.. ternyata rasanya nikmat, membuat Bagas pengen terus."
"Hahaha.. kamu ini!" Papa Bagas pun tertawa mendengar jawaban dari anaknya. "Apa kamu belum pernah melakukannya dengan mantan mantan kamu saat di London ?" Tanya papa Bagas
"Belum pa.. Bagas melakukannya pertama kali ya dengan istri Bagas dan itu sungguh nikmat papa.." Jawabnya jujur ke Papanya, Bagas tidak malu mengatakan itu ke Papanya.
"Serius.. kamu belum pernah..! Papa kira Uda karena mantan kamu banyak. Tapi bagus dong ternyata kamu melakukan yang pertama dengan istrimu. Ya walupun kamu playboy tapi kamu masih suci." Ucap Papanya.
Meraka pun sampai di ruangan CEO, yang nantinya akan menjadi ruangan Bagas. Dan Rio pun sudah berada di ruangan tersebut.
"Selamat pagi Pa.." ucap Rio kepada Papa Bimo.
"Pagi.. gimana Rio Uda kamu siapkan berkasnya?"
"Uda Pa ini berkasnya." ucap Rio sembari memberikan berkasnya.
"Pagi tuan Bagas.." ucap nya pada Bagas.
"Hei bro.. gak usah sok formal gitu sama gue.. kaya Sama siapa aja. Loe gak kangen sama adikmu ini..?" Tanya Bagas. Lalu ia nyamperin Rio dan meraka pun berpelukan merasakan rindu satu sama lain.
"Loe ya gak pernah berubah dari dulu, gimana kabarmu? maaf ya kemaren gak datang ke nikahan loe, soalnya gue lagi diluar kota." Ucap Rio.
"Alhamdulillah gue sehat, gak masalah kok nyantai aja."
"Mana istri loh gak di ajak kesini..?" tanya Rio
"Gak, istri gue di rumah lagi gue Kurung supaya gak ada yang naksir sama dia, habisnya cantik banget."
__ADS_1
"Hahaha.. kaya nya ada yang posesif nih!" ucap Rio.
Papa nya yang melihat ke dekatan mereka pun sangat bahagia, ia berharap Meraka berdua bisa terus seperti ini.