
Ting Ting
Ponsel Zahra berbunyi, ia yakin pasti itu balasan dari suaminya. Karena baru saja ia mengirim pesan ke suaminya, setelah beberapa kali panggilan video tidak diangkat olehnya di karenakan sedang sibuk mengerjakan berkas-berkas yang di berikan dengan Sonya begitu banyak, pasti jelas hari ini dirinya akan lembur atau memang Sonya sengaja memberikan pekerjaan banyak untuk mengerjai dirinya. Zahra kemudian membuka isi pesan dari suaminya
My Husband
"Iya sayang gak apa-apa kok. Kalau kamu lembur minta temenin dengan Sheina aja sayang atau gak Sama sahabat kamu Lisa dan Rina jangan sendirian ya.. entar biar mas kasih tau Sheina supaya nemenin kamu."
Zahra
"Iya mas. Sheina aja suruh temenin Zahra disini."
My Husband
"Oke sayang... entar malam mas Video Call kamu ya? harus di angkat jangan sampai enggak."
Zahra
"Iya mas.."
Selesai mengirim pesan ke suaminya Zahra kembali mengerjakan pekerjaannya.
Tak berbeda dengan Zahra, Lisa juga mendapat pesan dari Bagas.
Ting Ting
Pesan masuk ke ponsel Lisa. Ia pun melihat ponselnya dan ada pesan masuk dari Pak CEO. Kemudian Lisa membaca pesan dari Bosnya itu yang tak lain adalah Bagas.
Pak CEO
"Lisa saya minta tolong sama kamu. Tolong kamu temani Zahra lembur hari ini. Karena saya tidak mau terjadi sesuatu lagi pada Zahra. Saya yakin Sonya pasti ada niat jahat kepada istri saya."
Lisa
__ADS_1
"Oke Pak Bagas. Saya laksanakan Pak Bagas tenang aja saya akan nemenin Zahra sampai kerjaan nya selesai."
Pak CEO
"Makasih Lisa.."
Lisa
"Sama-sama Pak .. saya senang bisa bantu Pak Bagas."
Lisa melirik ke arah Zahra yang sedang sibuk mengetik sesuatu di komputernya. Setelah Lisa selesai membalas pesan dari Bosnya itu.
"Zahra Lo lembur hari ini?" tanyanya
"Iya Lis.. tuh Bu Sonya banyak kasih gue kerjaan." Jawab Zahra.
"Ya uda gue temenin ya..?"
"Enggak apa-apa Ra'.. soalnya gue lagi bosen di rumah. Mending gue ikut temenin Lo biar ada teman ngobrolnya." Alasan Lisa bosan dirumah biar Zahra mau ia teminin lembur.
" Ya uda kalau Lo gak keberatan nemenin gue lembur." Ucap Zahra akhirnya.
Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore waktu nya para karyawan untuk pulang kerja. Semua karyawan yang dilantai lima sudah pada keluar untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Tetapi tidak dengan Zahra, benar saja hari ini ia lembur. Masih ada 2 berkas lagi yang harus ia selesaikan.
Di ruangan marketing hanya tinggal Zahra, Lisa dan Sonya yang belum pulang. Lisa sudah pasti ia nemenin Zahra lembur. Kalau sahabat mereka Rina tiba bisa ikut nemenin Zahra karena Rina lagi ada keperluan. Sedangkan Sonya tidak tahu apa yang dia kerjakan di ruangannya. Entah emang dia sengaja ingin berbuat sesuatu ke Zahra atau memang ada pekerjaan yang ia harus selesaikan.
"Ra' apa ada yang perlu gue bantu?" Tanya Lisa
"Enggak ada Lis.. gue bisa kok. Lo duduk tenang aja disana cukup temenin gue oke." Jawab Zahra sembari tersenyum pada sahabatnya.
"Serius nih gak mau gue bantu?" Tanyanya lagi.
"Iya Lisa sayang.. Ini gak lama kok satu jam lagi juga selesai." Jawabnya
__ADS_1
"Oke." Ucapnya sembari duduk dilantai tepat di sebelah Zahra dengan memainkan game di ponselnya.
Sedang asik dengan kegiatan mereka masing-masing, tiba-tiba saja Sonya muncul dengan membanting beberapa berkas ke meja Zahra.
"Kamu kerjakan ini sekalian!! dan harus selesai hari ini juga."Ucap Sonya dengan ketus. "Kamu ngerti harus siap sekarang juga!!" tambahnya lagi.
"Astaghfirullah.. Ibu serius suruh saya menyelesaikan ini semua?!"
"Serius! kamu kerjakan sekarang juga."
"Kalau saya kerjakan ini semua, saya mau pulang jam berapa Bu..?! Yang tadi aja ini belum selesai."
"Ya itu kan Uda tugas kamu. Bila perlu sekalian aja kamu tidur di kantor."
"Apa Ibu bilang tidur di kantor! Ibu itu keterlaluan seenaknya memperlakukan karyawan seperti ini. Dengan perlakuan Ibu seperti ini, Bu Sonya bisa di laporkan." Ucap Lisa tiba-tiba muncul dari bawah.
"Ngapain kamu masih disini! saya tidak menyuruh kamu untuk lembur!" Ucap Sonya yang terkejut ada Lisa di sebelah Zahra sedang duduk di Lantai.
"Itu terserah saya mau disini atau enggak. Saya lagi nemenin Zahra lembur, supaya tidak ada yang berusaha mengganggu atau menyakitinya." Sindir Lisa.
"Apa maksud kamu bilang ada yang menggangu dia. Kamu mau nuduh saya akan menggangu wanita ini!!" Tanyanya. Lisa hanya mengangkat kedua bahunya.
"Oke Bu Sonya Saya akan kerjakan semuanya tapi tidak sekarang. Besok baru saya kerjakan berkas yang baru saja Ibu berikan kepada saya. Kalau Ibu tidak terima terserah Bu Sonya." Ucap Zahra tanpa ada rasa takut dengan Sonya.
"Semakin berani aja kamu sama saya ." ucapnya mulai emosi." Kamu gak takut kalau saya pecat hah?!"
"Kenapa saya mesti takut. Karena yang berhak pecat saya adalah CEO Perusahaan ini."
"Kamu!!" Sonya mengangkat tangan nya hendak menampar Zahra kembali. Tapi tangannya langsung di tahan oleh Zahra.
"Ibu mau nampar saya lagi?! Saya bisa laporkan Ibu ke polisi. Ini yang berepa kali Bu Sonya akan nampar saya? Oke yang pertama karena Bu Sonya tiba-tiba nampar saya dan saya tidak sempat menghindar, yang kedua teman saya yang mencegahnya dan ketiga Ibu mau nampar saya lagi! jangan harap tangan ini mendarat di pipi mulus saya." ucapnya yang mulai emosi juga. Bu Sonya langsung menarik tangannya dari genggaman Zahra. Tanpa Sonya dan Zahra sadari, Lisa telah merekam mereka diam-diam. Kemudian Lisa mengirimkan rekaman tersebut ke Bagas.
"Awas kamu ya!!" ucap Sonya sembari menatap tajam Zahra. Apa yang Pak Bagas lihat dari Zahra. Emang sih Zahra dia cantik, tapi gue juga cantik. Padahal gue lebih seksi dari dia. Kenapa Pak Bagas gak mau sama gue. Uda segala cara gue lakuin untuk menggoda Pak Bagas, setiap meeting ataupun di hadapannya gue salalu berpakaian seksi, sampai memperlihatkan dada gue. Tapi apa! Pak Bagas sama sekali tidak merespon ataupun terpesona sama gue. Melihat kearah gue aja juga gak. Atau jangan-jangan mereka Uda melakukan lebih dari ciuman? Ini gak bisa dibiarkan gue harus cepat bertindak. Lihat aja Zahra gue akan balas Lo. Gue akan sebarkan foto-foto Lo berciuman dengan Pak Bagas kepada semua karyawan. Biar semua menganggap Lo wanita yang gak benar. Dan sampai Lo bakalan malu untuk masuk ke Perusahaan ini lagi. Lagian ngapain juga sih Lisa nemenin Zahra lembur, gue jadi gak bisa ngerjain dia untuk mengunci Zahra di ruangan ini. Biar tau rasa dia semalaman terkunci di ruangan marketting. Oke lo tunggu aja pembalasan dari gue Zahra. Gumam Sonya dalam hati sembari tersenyum licik melihat Zahra. Kemudian ia pergi dari hadapan Zahra dan Lisa. Lalu Sonya jalan menuju ruangannya untuk mengambil tasnya. Setelah itu Ia keluar meninggalkan ruangan Marketting dan pulang.
__ADS_1