
"Sayang ini..?" Tanya Bagas dengan suara parau nya karena Bagas yang sudah di penuhi gairah. Zahra pun melihat ke arah dimana tangan Bagas suaminya lagi menyentuh bekas operasi Caesar tiga tahun lalu yang bekasnya agak sedikit memudar.
"Itu bekas operasi saat melahirkan Gavin mas.. jangan di lihat mas Zahra jadi malu." Jawab Zahra. Zahra langsung menutup bekas operasi nya dengan tangannya, ia malu pada Bagas suaminya karena perutnya tidak mulus lagi seperti dulu.
"Jangan di tutupi sayang, kamu gak perlu malu sama mas. Bekas ini yang akan mengingat mas akan perjuangan kamu melahirkan Gavin sayang dan dengan bekas luka ini membuat mas semakin cinta sama kamu. Mas juga minta maaf yang tidak berada di samping kamu berjuang melahirkan Gavin." Ucap Bagas yang langsung menarik pelan tangan istrinya yang untuk menutupi bekas operasi Caesar dirinya, kemudian Bagas menciumi perut Zahra istrinya tepat di bekas operasi tersebut.
"Mas.." Panggil Zahra yang terharu dengan apa yang di ucapkan suaminya apa lagi Bagas telah mencium bekas luka operasinya membuat Zahra meneteskan air matanya. Bagas kembali mensejajarkan tubuhnya tepat di atas tubuh Zahra, Bagas mencium kening, dan mata istrinya yang sedang menangis.
__ADS_1
"Please sayang jangan menangis, mas ingin melihat kamu bahagia dan tersenyum terus. Melihat kamu menangis membuat hati mas sakit dan membuat mas jadi suami yang tidak berguna karena sudah membuat kamu sedih dan menangis." Ucap Bagas ke istrinya.
"Zahra menangis terharu mas.. karena mas begitu sangat mencintai Zahra dengan tulus." ujar nya.
"Seharusnya mas yang berterima kasih sama kamu sayang.. karena sudah mau memberikan mas kesempatan yang Uda meninggalkan kamu dan juga anak kita Gavin." Kemudian Bagas kembali mencium bibir istrinya begitu lembut bahkan sangat lembut., membuat Zahra yang berada dibawah kungkungannya terbuai dan lalu ia membalas ciuman dari suaminya. Bagas kembali memberi rangsangan-rangsangan kecil ke istrinya. Dan jadilah sore ini Bagas dan Zahra melakukan penyatuan, membuat adik untuk Gavin kata Bagas tadi. Bagas gak menyangka sudah lama mereka tidak pernah melakukan kegiatan panas ternyata milik istrinya masih sangat sempit membuatnya ingin melakukan berulang-ulang.
Selama beberapa jam Bagas membuat Zahra terus memanggil namanya, hingga Zahra kelelahan akibat ulah suaminya yang tak kunjung mau berhenti. Tepat jam setengah 6 sore Bagas baru menghentikan kegiatannya setelah mendapatkan pelepasan bersama-sama, karena waktu sholat Maghrib akan tiba jadi Bagas menyudahinya, kalau tidak Bagas masih saja ingin melakukannya terus. Untung saja Gavin anaknya masih berada di rumah Sheina adiknya. Seakan Gavin mengerti memberikan kesempatan untuk Papa dan Bundanya menikmati waktu berduaan.
__ADS_1
"Mas makan malam kita pesan ja ya?" Tanya Zahra pada Bagas yang lagi memainkan ponselnya sembari duduk di sofa kamar mereka. "Zahra capek banget hari ini, kamu sih mas gak mau berhenti dari tadi." Ucap Zahra lagi.
"Salah sendiri kamu begitu nikmat." Ucapnya santai tanpa merasa bersalah. Zahra langsung menatap tajam suaminya setelah mendengarkan apa yang di ucapkan suaminya barusan. Mendapatkan tatapan tajam dari istrinya Bagas hanya tersenyum-senyum saja.
"Mas mau makan apa?"
"Sayang mas kangen makan bebek goreng.." Jawabnya.
__ADS_1
"Ya uda, kita pesan bebek goreng aja ya mas.." ujarnya
" Oke sayang.."