CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
112. Bab 112


__ADS_3

Sore harinya Bagas mengajak Zahra dan juga Gavin ke sebuah pusat perbelanjaan di London. Mereka berjalan keliling di tempat tersebut, Bagas juga membelikan berbagai macam mainan yang di inginkan oleh anaknya Gavin, begitu juga dengan Zahra ia membeli beberapa barang.


"Papa.. Gavin mau es krim.." pinta Gavin ke Bagas yang menginginkan es krim.


"Ya uda ayo kita kesana sekalian duduk sebentar sambil minum es krim." Ucap Bagas.


Sampainya di tempat duduk yang memang tersedia disana, Zahra dan juga Gavin langsung duduk karena memang mereka sangat lelah.


"Boy kamu mau rasa apa?" Tanya Bagas


"Gavin ingin rasa Coklat sama strawberry Papa.."


"Oke Boy. Kalau Bunda mau rasa apa?" Tanya Bagas ke Istrinya.


"Samakan aja Papa sama Gavin." Jawab Zahra.


"Oke tunggu dulu disini biar Papa yang beli. Pasti kalian sudah lelah keliling." Bagas pun berjalan menuju gerai es krim yang tidak jauh dari tempat duduk yang mereka duduki sekarang untuk istrahat sejenak karena hampir dua jam mereka berkeliling.


Beberapa menit Bagas kembali nyamperin Zahra dan Gavin dengan membawa tiga es krim. Kini mereka duduk bertiga dengan santai sembari menikmati es krim yang di beli Bagas tadi.


"Papa Bunda ke toilet sebentar ya.." pamit Zahra ke Bagas ingin ke toilet.

__ADS_1


"Iya Bunda, mau Papa antar apa gak?"


"Gak usah, Papa sama Gavin tunggu disini aja. Bunda sebentar aja kok." Jawab Zahra menolak untuk di antar oleh Bagas.


Zahra pun pergi ke toilet meninggalkan Bagas dan Gavin. Saat sedang berjalan ke toilet Zahra melewati sebuah apotik yang berada di pusat perbelanjaan tersebut, Zahra berhenti sejenak di depan apotik. Kemudian Zahra masuk kedalam, Zahra baru ingat ia ingin membeli sesuatu, yang untuk meyakinkan filingnya tidak salah, karena sudah hampir dua bulan dirinya tidak datang tamu bulanan. Apalagi belakangan ini nafsu makannya meningkat, apa salah nya ia mencoba siapa tau aja positif. Setelah membeli dua alat tes kehamilan, Zahra melanjutkan pergi ke toilet.


Hari sudah semakin gelap mereka memutuskan untuk makan di sebuah Cafe. Kalau mereka makan di rumah terlalu lama satu jam mereka baru sampai.


Mereka pun memesan makanan. Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang.


"Sini sayang biar Bunda yang suapin." Ucap Zahra.


"No Bunda, bial Gavin makan sendili, Gavin kan sudah besal." Jawab Gavin yang tak ingin di suapin Bundanya.


"Iya Papa.. Bunda sampai lupa."


Selesai mereka makan Gavin kebelet buang air kecil.


"Bunda Gavin mau pipis, Gavin Uda gak tahan Bunda." Ucap Gavin.


"Pa, Bunda antar Gavin dulu ya ke toilet."

__ADS_1


"Iya Bunda,"


Zahra langsung pergi ke toilet bersama Gavin meninggalkan Bagas sendiri.


Seorang wanita cantik dan seksi baru saja masuk kedalam Cafe, matanya melihat sekeliling untuk mencari tempat duduk yang menurut nya nyaman. Saat masih melihat ke kanan dan ke kiri matanya tanpa sengaja melihat laki-laki tampan yang duduk sendiri sembari memainkan ponselnya, dan wanita seksi itu mengenal sosok laki-laki tersebut. Tanpa pikir panjang wanita itu langsung menghampiri laki-laki tampan itu.


"Bagas. Ya ampun kamu apa kabar?" Sapa Wanita itu sembari memeluk Bagas.


Bagas yang tiba-tiba di peluk seseorang terkejut.


"Je.. Jessica." Bagas langsung melepaskan pelukan dari Jessica, Bagas gak mau istrinya salah paham jika melihat dirinya berpelukan bersama wanita.


"Bagas kamu kemana aja sih.. gue kangen banget sama kamu.." Jessica langsung duduk di samping Bagas sembari merangkul lengan Bagas manja.


"Jesica apaan sih kamu lepasin! gak enak di lihat orang." Ucap Bagas ketus. Bagas risih melihat Jessica yang duduk dekat dengannya. Dalam hati Bagas Uda was-was takut istrinya selesai dari toilet melihat dirinya duduk dengan wanita.


"Kamu kok berubah si Bagas.. apa kamu gak cinta sama aku lagi?" Tanya Jessica yang masih terus menempel pada Bagas.


"Maaf Jessica kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi dan itu berakhir sudah sangat lama! Jadi aku mohon kamu tinggalin aku sendiri!" Ucap Bagas dingin semabri menatap Jessica tajam. Mendapat tatapan tajam dari Bagas, Jessica seakan tidak perduli ia malah sama sekali tidak mau pergi dari meja Bagas.


Jessica Queen adalah seorang model terkenal di London. Jessica juga berasal dari Indonesia, karena wajahnya yang cantik, tubuhnya yang tinggi dan seksi membuat ia diterima menjadi model. Sebelum menikah dengan Zahra, Bagas sempat menjalin hubungan bersama Jessica selama satu tahun. Dan berakhir karena Bagas pernah memergoki Jessica berada di dalam kamar hotel sedang bercinta bersama dengan pria yang Bagas tahu sama propesinya sebagai model juga.

__ADS_1


"Ehemm!" Terdengar suara seseorang yang mengagetkan mereka. Sontak Bagas langsung berdiri dari kursinya.


__ADS_2