
"Mas.." panggil Zahra sembari tersenyum manis pada suaminya, karena suaminya sudah ada di hadapannya.
Sedangkan Bagas yang di panggil dengan Zahra, masih diam dan tak bergerak sama sekali. Kemudian Cella kak ipar Zahra mengambil alih Zoya dari tangan Zahra agar mereka berdua bisa berpelukan dan melepas rindu.
"Mas.." panggil Zahra lagi dengan lembut. Seketika Bagas tersadar Lalu Bagas langsung mendekat ke Zahra dan memeluknya sangat erat. Tangis Bagas langsungg pecah karena ia tak berhalusinasi. Zahra, istrinya sudah sadar dari koma.
"Ya Allah, ini benaran kamu sayang?" tanya Bagas yang masih belum percaya.
"Iya mas.. ini aku, Zahra istri kamu." jawab Zahra sembari membalas pelukan suaminya. "emang nya mas kira Zahra apa? arwah gitu..!" ucap Zahra
"maaf sayang.. bukan gitu maksud mas, mas masih berpikir apa ini hanya halusinasi mas aja." Bagas semakin mengeratkan pelukannya kepada Zahra, Bagas mencurahkan rasa rindunya pada sang istri. Dalam hati Bagas tak lupa mengucapkan rasa syukur kepada Allah, karena sudah memberikan kesempatan bisa bersama istrinya kembali.
__ADS_1
"Maaf ya mas, Zahra bangunnya lama.." ucap Zahra merasa bersalah
"Enggak sayang, jangan minta maaf. Seharusnya mas yang minta maaf, karena mas lebih memilih meeting dan ninggalin kamu. Seharusnya mas tetap bersama kamu dirumah." Bagas melepaskan pelukannya,lalu Bagas menyangkup wajah cantik dan menatap Zahra nya penuh cinta, kemudian Bagas menciumi seluruh wajah istrinya dan tak lupa juga Bagas mencium bibir istrinya singkat, bibir yang ia rindukan dan bibir istrinya yang sudah menjadi candunya. Bagas kembali memeluk Zahra dengan erat dan di balas oleh Zahra sembari tangannya mengelus punggung Bagas, karena suaminya itu kembali menangis, tapi kali ini ia menangis bahagia.
"Mas sangat mencintai kamu, sayang.." lirih Bagas.
"Zahra juga sangat mencintai mas."Balas Zahra yang masih di peluk oleh Bagas.
"Iya mas.." balas Zahra.
Keluarga meraka yang masih berada di dalam ruangan Zahra pun sampai terharu melihat Bagas dan Zahra, mereka semua sangat senang akhirnya Zahra sadar juga dari koma. Mereka tahu gimana hancurnya Bagas dan gimana frustasinya Bagas saat Zahra koma. Mungkin kalau Zahra sampai meninggal, Bagas akan gila.
__ADS_1
"Ma, kok Bagas gak langsung di bangunin sih kalau Zahra Uda sadar.." ucap Bagas kesal karena bukan dirinya yang pertama mengetahui istrinya sadar. Apalagi saat istrinya sadar Bagas tidak berada di sampingnya.
"Mama juga gak tahu Bagas.. gak lama kamu tertidur tadi, mama membawa Zoya keluar sebentar untuk mencari udara segar, terus.. sekitar 20 menit kalau gak salah mama masuk lagi mau meletakkan Zoya ke boxnya, tiba-tiba saja Zahra memanggil mama.. mama pun sempat terkejut saat mendengar suara Zahra, terus Mama lihat ke ranjangnya untuk memastikan suara yang memanggil mama tadi dan ternyata benar Zahra sudah sadar. Tadinya mama ingin langsung membangun kan kamu, tapi Zahra melarangnya, Zahra gak tega melihat kamu tidur begitu nyenyak di sofa. Ya, Mama juga bilang ke Zahra kalau kamu belum ada tidur sama sekali dari kemaren.. jadi mama tidak membangunkan kamu dan membiarkan kamu tetap tidur." ucap Mama Susi menjelaskan.
"Ya, sangking nyenyak nya kamu sampai gak tahu kami semua Uda masuk melihat Zahra, padahal Papa tadi sempat tertawa lepas di kamar ini, dan kamu aja tidak terbangun dan gak terganggu sama sekali." sambung Papa dari Bagas.
"Maaf ya sayang.." ucap Bagas yang kembali memeluk istrinya.
"Ya uda yuk kita keluar semua.. kita kasih waktu buat Bagas menantu saya melepaskan rindu pada istrinya. Menantu ayah yang hampir saja menjadi orang gila, selama lima hari menunggu istrinya yang belum sadar." Ucap ayah Bram, ayah dari Zahra sembari tersenyum menatap anak dan menantunya.
"Ayah.." rengek Bagas.
__ADS_1
"Ingat bro Zahra baru sadar, jangan Lo apa-apain dulu, lagian Lo harus menunggu sebulan lagi kan.." Ucap Rio sembari tersenyum mengejek dan semua yang ada di dalam pun tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Rio. Membuat baby Zoya yang masih di gendongan Cella pun terkejut dan menangis. Kedua Oma langsung mengomel karena membuat cucunya terbangun. Kemudian Cella memberikan Zoya ke Zahra agar langsungg menyusui nya.