CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
23. Bab 23


__ADS_3

Sudah seminggu Zahra menjadi bahan gosip di kantor karena sering ketahuan sama karyawan berangkat, pulang kerja serta makan siang bareng CEO WILLIAMS GRUP. Apa lagi ada foto mereka sedang bermesraan tersebar, itu membuat Bagas agak sedikit kesal pada orang yang sudah diam diam memfoto mereka. Awal nya Bagas ingin mencari tau siapa orang yang menyebarkan foto tersebut dan akan memberinya sangsi, tapi istrinya melarang nya.


Zahra sering menghindar dari temen temennya yang bertanya tentang dirinya dan Bagas. Zahra masih bersikap biasa saja seperti tidak terjadi apa-apa, itu wajar karyawan kantor menggosipkan nya karena mereka tidak tahu hubungan Bagas dan Zahra yang sebenarnya.


Hari ini, hari minggu dan mereka libur kerja.


"Mas ini teh nya.." ucap Zahra memberi segelas teh kepada suaminya dan meletakkannya di meja, lalu Zahra ikut duduk di samping suaminya, mereka sedang asyik duduk di balkon kamar mereka.


"Sayang hari ini kita kerumah mama ya? soalnya mereka Uda pulang dari London, mas juga mau ketemu adik mas yang nakal itu."


"Sheina adik mas ikut pulang kesini..?" tanya Zahra pada suaminya


"Iya sayang.. entar kita kesana kamu bakal kenal dan tahu Sheina orangnya gimana." jawab Bagas


"Mas bolehkan sebelum kerumah mama kita singgah dulu kerumah ibu dulu..?! Uda sebulan kita menikah Zahra belum ada ketemu sama mereka lagi."


"Iya sayang.." sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut. "Ya uda kita berangkat sekarang aja ya..?" ucap suaminya.


Bagas dan Zahra sudah ada di dalam mobil. Bagas lalu melajukan mobilnya menuju rumah orang tua Zahra. Di dalam mobil Bagas selalu menggenggam tangan istrinya dan sekali kali ia mengecup tangannya. Mereka bercerita, becanda dan saling menggoda satu sama lain. Sampai 1jam mereka sampai kerumah orang tua Zahra, mobil Bagas masuk ke depan halaman rumah mertuanya setelah pintu gerbang di bukakan oleh security.


"Ayah sama Ibu ada di rumah kan pak..?" tanya Zahra sama security rumah orang tuanya.


"Ada non didalam rumah," jawab Pak Agus security


"Ya uda saya masuk dulu pak.."


"Iya non.."


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum.." ucap berdua serentak dari luar.


"Waalaikumsalam.." jawab dari dalam rumah


Cglek


Pintu pun terbuka. "eh non Zahra ayo masuk.. aden masuk.."


"Iya makasih bi.. Ibu dimana bi..? kok rumah sepi?" tanya Zahra pada bibi.


"Ada non dikamar, kalau Bapak di ruang kerjanya non.." jawab bibi.


"Mas duduk dulu ya, Zahra mau nyamperin ibu ke kamar."

__ADS_1


"Iya sayang.."


Zahra jalan menuju ke kamar ibunya, lalu Zahra mengetuk pintu kamarnya.


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum.. Ibu ni Zahra.." ujar Zahra dari luar


"Waalaikumsalam.." jawab ibu dari dalam


Cglek


Ibu membuka pintu kamarnya, dilihat wajah cantik anaknya di depan pintu.


"Sayang kamu datang.." ucap ibu langsung memeluk anaknya, Zahra lalu mencium punggung tangan ibunya.


"Zahra kangen sama ibu.."


"Ibu juga kangen sama kamu sayang.. loh suami kamu Bagas mana?" tanya ibu


"ada Bu, mas Bagas Zahra tinggal di ruang tengah Bu.."


"ya uda ayo kita temui suami kamu." Ibu dan Zahra jalan menuju ruang tengah nyamperin Bagas. Mendengar suara orang berjalan, Bagas yang asyik main ponsel langsung melihat Ibu mertuanya dan Zahra yang berjalan menuju arah nya. Bagas pun langsung berdiri lalu mencium tangan mertuanya.


"Alhamdulillah ibu sehat.. ayo duduk lagi, Ibu panggil Ayah dulu diruang kerjanya." Ibu pun jalan ke ruang kerja suaminya.


"Loh mas belum di buatkan minum sama bibi..? tunggu ya mas aku buatkan minum dulu, mas mau teh apa kopi..?" tanya pada suaminya


"Kopi aja sayang.. dirumah tadi kan uda minum teh."


"Oke mas."ucap Zahra sambil tersenyum manis


Zahra pun pergi ke dapur membuatkan kopi suaminya dan untuk Ayah nya juga.


"Non mau ngapain ?" tanya bi yuni


" Ni loh bi Zahra mau buat kopi." jawabnya


"Astaghfirullah..! Bibi sampe lupa non belum buatkan minum buat suami non Zahra."


"Nggak apa-apa bi.. kabar bibi bagaimana?" tanya Zahra yang lagi buat kopi sembari mengobrol dengan pembantu rumah nya.


"Alhamdulillah bibi sehat non.. non Zahra Uda nikah makin cantik aja ya..?!"

__ADS_1


"Bibi bisa aja deh..! Bi Zahra anter minum dulu ya.."


"Iya non.. maaf ya non." ucap bibi meminta maaf karena lupa membuatkan minuman.


"iya bi.. gak apa-apa." balas Zahra.


Saat Zahra keluar dari dapur ia pun melihat Ayah sama ibunya turun dari tangga.


"Ayah.." panggil Zahra pada ayahnya


"Sayang kamu datang.. kok gak ada telfon ayah..?"


"Maaf ayah, suprais.."


Mereka pun jalan bertiga keruang tengah nyamperin Bagas.


"Wah menantu ayah dateng kesini..? kok baru ngejenguk Ayah sih..?!" ucap ayah pada menantunya


"Maaf Ayah, Bagas baru sempat main kesini. Semenjak Bagas gantikan Papa di kantor kerjaan banyak banget Yah.." jawab Bagas sambil mencium tangan Ayah mertuanya.


"Nggak apa-apa Ayah ngerti kok. Zahra bagaimana satu kantor dengan Bagas..? pasti senang dong pergi, pulang bareng?" tanya Ayah pada Zahra


"Ayah kok bisa tahu kalau Zahra satu kantor dengan mas Bagas.." ucapnya bingung


"Tau dong..selama ini Ayah uda tahu sayang.. apa lagi mertua kamu juga sudah tahu. Kami memang merahasiakannya dari kalian berdua biar suprais untuk kalian. Waktu kamu bilang ke Ayah kalau kamu di terima kerja di WILLIAMS GRUP, Ayah senang ternyata kamu di terima di Perusahaan teman ayah yang tak lain Papa Bimo." ucap ayah menjelaskan.


"Jadi selama ini Ayah tahu kalau WILLIAMS GRUP itu punya Papa Bimo mertua Zahra..?!"


"Iya sayang.. waktu kamu bilang ke Ayah kamu diterima kerja disana Ayah langsung bercerita ke mertua kamu kalau kamu kerja di Perusahaan nya dan mertua kamu senang mendengarnya, karena mertua kamu ingin kamu bertemu sama Bagas yang akan menjadi CEO disana. Waktu itu sebenarnya kami ingin kalian itu saling kenal dulu, tapi karena Bagas selalu saja menolak menggantikan Papa nya dan belum mau kembali ke Jakarta ya rencananya kami tunda dulu."


"Akhirnya mertua kamu memberikan waktu untuk Bagas sampai ia benar-benar mau pulang ke sini. Tapi lama mertuamu nunggu Bagas gak juga mau pulang ke Jakarta apa lagi melihat Bagas yang terus saja bergonta-ganti pasangan membuat Papa Bimo memutuskan untuk mempercepat perjodohan kalian. Agar setelah menikah bisa membuat Bagas berubah." Ucap Ayah Zahra bercerita kepada mereka.


"Jadi Papa cerita kelakuan Bagas selama di London sama ayah..?!" tanya Bagas pada mertuanya. Bagas menggerutu dalam hati kenapa Papa nya harus menceritakan masa lalunya kepada Ayah mertuanya. sungguh ia sangat malu sekarang kepada mertuanya.


"Iya nak Bagas.. Papa kamu menceritakan semuanya tentang kamu sama Ayah."


"Ayah enggak marah dan kecewa sama mas Bagas setelah tahu semuanya..?!" tanya Zahra pada ayahnya


"Enggak.. Ayah gak marah kok. Itu wajar namanya anak mudah, mungkin dulu Bagas masih ingin mencari seseorang yang bener benar tepat untuknya, walaupun pasti ada beberapa wanita yang tersakiti." Ucap Ayah Zahra


"Ayah beneran gak marah sama Bagas..?! Ayah gak kecewa dan nyesel sama Bagas karena udah nyerahin Zahra sama Bagas?!" tanya nya sedikit ada rasa was was dalam hatinya.


"Ayah gak marah dan kecewa sama kamu Bagas.. setiap orang itu punya masalalu, mau itu baik atau pun buruk dan setiap orang berhak memiliki kesempatan untuk berubah menjadi yang lebih baik. Ayah yakin kamu mau berubah dan Ayah yakin Zahra anak Ayah yang baik ini bisa nerima kamu apa adanya dan menerima semua masa lalu kamu." Ucap Ayah menjelaskan

__ADS_1


__ADS_2