
Tok tok tok
"Masuk.." jawab Bagas dari dalam ruangan
Mila pun masuk kedalam. Mila adalah wanita yang cantik, pintar dan cekatan oleh karena itu Pak Bimo Papa dari Bagas tetap mempertahankannya sebagai sekretaris CEO. Ia bekerja di WILLIAMS GRUP sudah hampir 5 tahun. Bagas pun yang baru menjabat sebagai CEO sangat senang cara kerja Mila yang cekatan dalam mengerjakan pekerjaan nya dan selalu sesuai dengan yang Bagas inginkan. Apa lagi Mila bukan tipekal wanita yang genit dan suka menggoda atasannya. Mila wanita yang baik dan ramah. Mila ternyata juga sudah menikah dan memiliki satu orang anak.
"Permisi Pak. Apa Pak Bagas memanggil saya? tanya Mila
"Iya Mil. Begini Mila dalam dua hari ini saya akan ke Bali bersama Rio, karena ada pekerjaan di sana. Paling cepat kami dua hari, tapi kalau tidak mungkin sampai empat hari disana. Saya minta tolong ke kamu untuk mengecek persiapan Ulang tahun Perusahaan WILLIAMS GRUP. Ya walaupun acaranya seminggu lagi, tetapi kita tetap harus mempersiapkannya dari sekarang. Mila kamu tahukan hotel tempat acara ulang tahun Perusahaan besok..? tanya Bagas. Dan tolong kamu handel pekerjaan saya yang belum selesai disini, tambahnya lagi.
"Saya tahu kok Pak Hotelnya. Pak Bagas tenang saja saya akan urus dan handel semuanya. Soalnya tahun kemaren Papa Pak Bagas juga menyerahkan acara ulang tahun Perusahaan ke saya yang handel semuanya dan Alhamdulillah acara lancar dan sangat meriah. Saya juga akan selesaikan pekerjaan Pak Bagas. Jawab Mila
"Oke Mila saya percaya sama kamu. O iya Mila Kalau bisa kamu ajak juga adik saya Sheina. Supaya bisa membantu kamu mengurus semuanya. Saya akan beri tahu dia nanti. ucap Bagas
"Baik Pak. jawab Mila
"Oke kamu boleh kembali keruangan kamu. Terima kasih Mila ujarnya sembari tersenyum
"Iya Pak sama-sama. Saya permisih Pak
Mila pun langsung keluar dari ruangan Bagas. Bagas melihat jam tangannya, sudah menunjukkan jam 12 siang dan waktunya istirahat. Bagas pun beranjak dari kursinya lalu keluar dari ruangannya menuju parkiran sambil mengrimkan pesan ke ponsel istrinya karena dia akan menunggu di mobil.
Di ruangan Zahra sedang membereskan meja nya karena jam istrahat sudah tiba. Ia akan pergi makan siang bersama suaminya.
Drret Drret
Bunyi suara ponsel dari Zahara. Iya yakin itu pasti dari suaminya. Zahra langsung mengambil ponselnya dari dalam tas miliknya. Dan benar pesan masuk dari suaminya Bagas.
Bagas
Sayang mas tunggu kamu di mobil ya..
__ADS_1
Zahara
Iya mas.." nih lagi beresin meja
Bagas
Jangan lama-lama ya sayang.." I love you bidadari surga nya mas
Zahra
I love you to mas
Zahra membaca pesan dari suaminya sambil tersenyum. Apa lagi suaminya menulis kata bidadari surga ke pada Zahra, jantungnya berdebar kencang. Hatinya serasa berbunga-bunga.
"Woy... ! teriak Rina mengagetkan Zahar.
"Astaghfirullah Rina ngagetin gue aja sih. ucap Zahra
"Haha... bukan kesambet Rin.." tapi Zahra Uda kena virus cintanya Pak CEO. ujar Lisa yang ikut bicara
"Haha.. bisa aja kalian. Gue duluan ya Uda di tunggu sama Pak Bos. Ucap Zahra
"Padahal gue pengen makan bareng kalian, tapi gimana lagi Pak Bos gak mau makan siang kalau gak sama gue. Tambah Zahra lagi
"Ck! dasar suami Lo to lebay..! ucap Rina
"Iya gak apa-apa Ra', kami ngerti kok. ucap Lisa
Selesai berbicara pada sahabatnya, Zahra langsung pergi meninggalkan mereka. Sampai di parkiran Zahra melihat suaminya sudah menunggunya di dalam mobil.
Zahra langsung menuju mobil suaminya, kemudian ia masuk kedalam mobil. Setelah memastikan istrinya sudah memasang seat belt nya Bagas langsung melajukan mobilnya keluar gedung Perusahaan menuju tempat makan langganan mereka.
__ADS_1
Bagas dan Zahra pun sampai. Mereka pun keluar dari mobil. Bagas dan Zahra memilih duduk di gazebo agar duduknya bisa lebih santai.
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang. Bagas dan Zahra langsung menyantap makanan mereka. Selesai mereka makan, Bagas langsung memberitahukan kepada Zahra kalau malam ini ia akan terbang ke Bali.
"Sayang mas malam ini akan pergi ke Bali bersama Rio. Karena ada masalah sedikit di Perusahaan cabang disana. Ucap Bagas
"Kok mendadak mas.." emang harus malam ini berangkatnya mas.." apa gak bisa besok pagi..
"Iya sayang. Tiba-tiba aja tadi Rio kasih tahu mas kalau ada masalah disana. Dan itu harus mas sendiri yang menyelesaikan disana.
"Jam berapa mas berangkat malam ini? tanya Zahra
"Kami berangkat jam 9 malam sayang. Jawab Bagas. "Kamu tenang aja mas paling cepat dua hari di Bali. Kamu gak masalahkan mas tinggal dua hari di Bali..tambahnya lagi
"Enggak apa-apa mas.." jawab Zahra
"Pasti mas kangen banget sama kamu sayang.." ucap Bagas. Mas juga gak bisa jauh dari kamu. Tambah Bagas lagi sembari menghela nafasnya panjang
"Ih lebay kamu mas. Kan cuman dua hari doang mas..
"Kamu emang nya gak kangen di tinggal dua hari sama mas.." entar gak ada yang peluk kamu saat tidur.
Zahra memegang kedua pipi suaminya kemudian mengelus wajah tampan suaminya
"Ya kangen mas.." tapi kamu kan gak lama perginya. Zahra doain supaya masalahnya cepat selesai disana ya. ucap Zahra sembari terusan menatap suaminya dengan lembut
Beberapa saat mereka saling bertatapan. Kemudian Bagas mencium kening istrinya lama.
" Mas sayang kamu.."
"Zahra juga mas.." Ya Uda yuk kita balik ke kantor lagi. ucap Zahra
__ADS_1
Kemudian mereka beranjak dari tempat tersebut lalu masuk mobil kembali ke kantor.