
Pagi harinya, seperti biasa Zahra selalu menyiapkan keperluan suaminya untuk ke kantor.
"Sayang maaf kaya' nya mas gak bisa ajak kamu kekantor deh, mas lupa ternyata jadwal mas hari ini banyak meeting di luar kantor." ucap Bagas yang baru saja keluar dari kamar mandi dan lalu menghampiri Zahra yang lagi memegang pakaian suaminya.
"Gak apa-apa mas, Zahra dirumah aja." Balas Zahra sembari membantu memakaikan kemeja ke Bagas. "Pakai celananya mas, Zahra mau ambil jam dan saputangan kamu dulu." Zahra pun berjalan menuju walk in closet. "Lalu Gavin gimana mas..? kamu kan meeting di luar.." tanya Zahra yang baru keluar dari walk in closet dan ia baru ingat kalau anaknya ada bersama Daniel.
"Mas suruh Daniel bawa' bersama kita meeting sayang. Biar Gavin tahu gimana Papanya kerja dan supaya dia bisa mengenal dunia bisnis." jelas Bagas.
"Kamu yakin mas mau bawa' Gavin ikut kamu meeting?" Tanyanya sembari memakaikan dasi ke kera baju suaminya.
"Iya sayang.." Jawab Bagas yang lagi asik menikmati wajah cantik istrinya dari dekat yang sedang memasangkan dasinya. "Terima kasih sayang" Ucap Bagas setelah Zahra selesai memakaikan dasi.
"Iya mas," Balasnya. "Tapi mas, gimana kalau Gavin gak betah disana terus buat masalah." ujarnya.
"Gak apa-apa sayang, kamu tenang aja mas yakin Gavin gak akan buat masalah. Kakak Gavin kan baik dan penurut.." ucap Bagas meyakinkan istrinya sembari menggoda istrinya. "Ya uda terserah kamu aja mas, kalau menurut kamu Gavin gak akan ganggu kalian yang lagi meeting." Balasnya sembari tersenyum manis menatap suaminya. Kemudian Bagas mencium kening lalu bibir manis istrinya dengan lembut.
"Mas janji selesai meeting mas langsung pulang, lagian mas kan gak bisaa jauh-jauh dari kamu." lirihnya sembari memeluk istrinya erat dan dibalas Zahra tak kala erat. Begitu juga dengan Zahra yang sebenarnya juga tidak mau jauh dari Bagas, hamil yang kedua ini dirinya ingin terus bermanja-manja kepada suaminya, hanya saja kemaren Zahra sangat bosan berada di kantor suaminya, jadi memilih tidak ikut sang suami ke kantor. Dan hari ini juga dirinya gak ikut suaminya ke kantor karena Bagas harus meeting di luar Kantor.
"Ya uda kita sarapan dulu yuk.." ajak Zahra
"Gak usah sayang mas sarapannya di sana aja, soalnya meetingnya jam 9 pagi dan mas harus ke kantor dulu karena ada berkas yang mau mas ambil, habis itu langsungg ke tempat meetingnya, kalau Daniel bersama Gavin Uda mas suruh langsung ke Hotel tempat kami meeting hari ini."
"tapi jangan sampai lupa sarapan ya mas.." ucap Zahra mengingatkan Bagas.
__ADS_1
"Iya sayang, maaf ya gak bisa sarapan bareng kamu hari ini." ucapnya menyesal.
"Tidak apa-apa mas."
"Ya uda mas berangkat kerja ya.. kamu baik-baik dirumah, kalau ada apa-apa langsungg hubungi mas, entar sampai mas telpon kamu." Kemudian Bagas beralih ke perut istrinya. "Anak Papa baik-baik didalam ya, Papa kerja dulu jangan nyusahin bunda ya sayang." Ucap Bagas sembari mengecup perut istrinya.
Mobil Bagas pun keluar dari rumah mereka menuju kantor setelah Zahra mengatar nya sampai depan rumah tadi.
Akhirnya Bagas dan Daniel bisa menyelesaikan beberapa meetingnya bersama kliennya hari ini, benar-benar membuat meraka sangat lelah. Tapi Bagas juga sangat bersyukur meetingnya berjalan lancar dan hasilnya sangat memuaskan. Sedangkan Gavin yang sedari pagi ikut dengan mereka sampai sekarang tidak rewel maupun mengganggu Papanya di ruang meeting, Gavin hanya duduk diam di kursi tepat di samping Papanya sembari memainkan tablet nya sekali-kali Gavin juga mendengarkan Papanya berbicara kepada klien nya.
Bagas melihat jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan pukul 3 sore, Bagas berniat langsung pulang hari ini dan tidak kembali kekantor lagi, Bagas sudah sangat merindukan istrinya dan anak yang masih di dalam perut istrinya.
"Daniel ada yang mau gue tanyain sama Lo." Ucap Bagas sembari meminum kopi pesanannya.
"Emangnya Lo mau tanya apa sama gue." balas Daniel
"Sebenarnya gue mau ta_-" Ucapannya terhenti karena Gavin menarik jas Bagas dari samping, kemudian Bagas beralih menatap Gavin.
"Kakak mau apa?" tanya Bagas lembut.
"Papa kakak mau es krim lagi.." rengek nya.
"Ya uda satu lagi aja ya, jangan terlalu banyak minum nya ya kak.. entar kakak batuk."
__ADS_1
"Oke Papa."
Setelah itu Bagas melanjutkan ucapannya tadi kepada Daniel.
"Gini Daniel gue mau tanya, Apa sampai sekarang lo belum memiliki kekasih?" tanya Bagas penasaran.
"Cih, Lo itu sebenarnya nanya apa ngejek gue?!" Ucap nya kesal dengan pertanyaan Bosnya itu. "Lo kan tau sendiri gue gak pernah jalan dengan wanita sama sekali." tambahnya lagi.
"Hahaha, maaf bukan gitu maksud gue."
"Terus maksud Lo nanya gitu apaan?!"Tanya Daniel dengan nada sedikit meninggi.
"Nyantai dong bro, jangan marah disini ada Gavin." ucanya.
"Eh iya maaf..," Ujar Daniel yang langsung cengengesan sembari menggaruk tengkuk yang tidak gatal.
"Maksud gue, kalau Lo emang belum ada gue mau ngenalin lo dengan seseorang."
"Gak usah sok mau jodohin gue! Lo tenang aja gue gak ambil pusing soal pasangan, kalau emang udah waktunya gue yakin Tuhan pasti akan mempertemukan gue dengan jodoh gue." Jelasnya.
"Iya gue tahu, tapi Niel gue juga serius mau ngenalin lo sama sahabat Zahra."
"Sahabat Zahra?!" Tanya Daniel sembari menaikan kedua alisnya.
__ADS_1
"Iya sahabat Zahra di Indonesia, nama nya Lisa orangnya cantik, dan juga baik." jawabnya. "Gini aja deh, Lo kenalan aja dulu sama dia, siapa tahu aja Lo cocok dan emang jodoh sama Lisa?! tapi jika Lo emang gak suka sama orangnya, itu terserah Lo mau lanjut atau gak dan gue gak akan maksa." Daniel berpikir sejenak dengan yang di ucapkan oleh Bagas.