CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
26. Bab 26


__ADS_3

Warning +21


Bagas dan Zahra sudah tiba di rumah mereka. Saat ini mereka sudah ada didalam kamarnya untuk membersihkan tubuh mereka.


"Mas aku mandi duluan ya..?! soalnya uda jam 9 mau sholat isya."


"Bareng aja ya sayang mandinya, biar cepat selesai." Ucap Bagas sembari jalan nyamperin istrinya yang berdiri di depan pintu kamar mandi


"Kalau mandi berdua bukan makin cepet mas.. tapi bakalan lama."


Bagas yang mendengar perkataan istrinya pun tertawa, karena apa yang di katakan istrinya memang benar adanya.


"Enggak sayang.." ucap Bagas sambil mencium bibir istrinya dengan lembut, lalu ia mengangkat tubuh istrinya masuk ke dalam kamar mandi. Bagas tidak peduli protes dari istrinya yang meminta di turunkan.


"Mas.."pekik Zahra. "Turunkan iih ! mas jangan macam-macam ya?! Zahra mau mandi mas.." Ucap Zahra yang masih saja di gedong oleh suaminya.


"Iya sayang.." Bagas menurunkan istrinya lalu ia menyandarkan tubuh istrinya kedinding kamar mandi. Bagas langsung mencium bibir istrinya kembali. Bagas mengecup serta ******* bibir istrinya dengan lembut, menikmati bibir istrinya layaknya makanan paling lezat di dunia. Bagas tidak mendengarkan apa yang baru di bilang istrinya untuk tidak macam-macam padanya.


Zahra pun tanpa sadar membalas ciuman dari suaminya lalu ia mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya. Bagas yang mendapat respon dari istrinya berhasil membuat Bagas semakin bergairah. Bagas melepaskan ciumannya untuk mereka mengambil nafas. Ia menatap istrinya penuh minat, Zahra pun yang di tatap menundukkan kepalanya karena malu. Bagas tersenyum melihat wajah istrinya merah merona karena malu.


"Mas mau kamu sayang.. boleh ya?" tanpa jawaban dari istrinya Bagas kembali mencium bibir Zahra dengan rakus, ia benar-benar sudah tidak tahan lagi. Bagas melepaskan pakaian Zahra tanpa mau melepas kan ciumannya pada istrinya, lalu ia pun melepaskan pakaiannya sendiri kini mereka sudah sama-sama tidak memakai sehelai benang pun untuk menutupi tubuh mereka. Reflek membuat Zahra langsung menutupi kedua bagian area sensitifnya.


"Kenapa di tutupi sayang..?" tanya Bagas yang berbisik ketelinga istrinya. Itu membuat Zahra semakin merinding


"Ma..malu mas.." ucapnya sedikit terbata-bata.


"Kenapa harus malu sama mas hmm? mas sudah melihat semuanya sayang.. mas setiap malam juga sudah merasakannya, kenapa masih malu.." Bagas langsung melepaskan tangan istrinya yang menutupi area yang menjadi favorit Bagas. Setelah terlepas ia langsung melahapnya seperti layaknya bayi yang kehausan. Zahra hanya bisa pasrah dengan yang di lakukan oleh suaminya. Mereka pun bercinta selama 1jam lamanya, kerena Bagas benar-benar menggempur istrinya 2 kali.


Setelah selesai mandi Zahra keluar dari kamar mandi lalu jalan menuju walk in closet untuk memakai pakaiannya. Bagas pun mengikuti istrinya di belakangnya, Bagas melihat wajah istrinya yang cemberut karena ulahnya yang tak mau berhenti mencumbunya terus.


"Sayang..." panggil Bagas pada Zahra


"Hmm! jawab Zahra tanpa melihat ke suaminya. Zahra langsung keluar lalu pergi ke ranjang dan tidur meninggalkan suaminya yang masih memakai pakaian. Zahra benar-benar marah dan kesal sama suaminya kali ini, sampai ia melupakan sholat isya. Bagas pun cepat-cepat memakai piyama tidurnya dan menyusul istrinya sudah di tempat tidur yang membelakangi dirinya. Bagas bukannya merasa bersalah, ia malah senang melihat istrinya ngambek dan itu sungguh sangat menggemaskan baginya. Bagas mendekati istrinya ia pun menarik tubuhnya meletakan kepala istrinya kelengan dirinya sebagai bantalan kemudian ia mengecup kening istrinya dan memeluknya. Zahra tidak menolak dan juga tidak berbicara apa-apa pada Bagas karena ia emang sudah ngantuk dan leleh.

__ADS_1


"Sayang... mas sangat-sangat mencintaimu.. kamu hanya milik mas sayang.." ucap Bagas dan ia pun ikut tertidur.


🌹🌹🌹


Pagi yang cerah, hari ini Bagas dan Zahra akan kembali pada rutinitasnya yaitu bekerja. Meraka sudah berada di dalam mobil, Bagas dan Zahra pergi bersama. Di dalam mobil Zahra diam saja dan hanya menatap ke arah depan. Bagas melirik sekilas istrinya, Bagas berfikir mungkin istrinya masih marah padanya.


"Sayang kamu kenapa hmm..?" tanya Bagas pada Zahra


"Enggak apa-apa mas.." jawab Zahra


"Kamu masih marah sama mas..? mas minta maaf sayang.." ucapnya sembari mengelus kepala Zahra yang tertutup hijab


"Zahra gak marah sama mas.. Zahra hanya memikirkan nanti dikantor mas.. enggak ada habis nya mereka terus gosipin Zahra." balas Zahra jujur yang memang lagi memikirkan gosip di kantor.


"Ngapain kamu pikirkan soal itu sayang..? Biarin aja apa yang di omongin mereka. Lagian kan kamu sendiri yang gak mau publikasikan hubungan kita, itu yang membuat mereka beranggapan jelek tentang kamu. Dan mas gak suka itu sayang.. karena itu Uda keputusan kamu jadi kamu harus bisa tanggung resikonya akan seperti apa! sekali lagi mas mohon sama kamu sayang kita umum kan hubungan kita ya..? kalau kamu itu istri CEO Perusahaan ini. Mas sangat kuatir sama kamu.. entar kalau sampai mereka ada yang nyakitin kamu gimana?"


"Iya mas.." entar Zahra pikirkan lagi ya.


"Oke mas akan tunggu sampai kamu siap." ucap Bagas sembari menghela nafas panjang, pada akhirnya ia mengalah.


"Mas Zahra turun duluan ya..?" ucap Zahra sembari membuka seat belt nya lalu ia mencium tangan suaminya tak lupa ia mengecup kening dan pipi suaminya. Saat akan membuka pintu mobil, tiba-tiba lengannya di tahan oleh Bagas lalu ia mendekat ke istrinya kemudian mencium bibir istrinya dan ********** dengan rakus.


"Mas iish !! kan jadi berantakan lipstik nya..?!" protes Zahra pada suaminya


"Biarin aja, mas sengaja. Mas gak suka kamu pakai lipstik merah seperti itu, kalau bisa gak usah pakai lipstik sekalian."


"Mas ini apaan sih..! Kalau Zahra gak pakai lipstik pucat mas.." jawabnya kesal dengan suaminya sembari merapikan pakaiannya serta nambah lipstik nya lagi


"Bagus seperti itu dari pada kamu memakai lipstik merah yang kamu pakai tadi, entar banyak laki-laki yang terpesona lihat kamu. Gak pakai aja banyak yang terpesona sama kamu apa lagi kalau pakai lipstik. Mau mas hajar satu-satu laki-laki yang melihat kamu!" ucap nya kesal.


Gimana Bagas gak kesal dan gak suka melihat istrinya memakai lipstik merah. Beberapa hari yang lalu saat Zahra selesai sholat di musholla Kantor, ada beberapa karyawan laki-laki tengah menggoda istrinya.


Flashback on

__ADS_1


Saat Zahra selesai sholat di musholla Kantor. Zahra ingin keluar dari musholla ada beberapa karyawan laki-laki yang lewat menyapanya.


"Hai Zahra.." sapa karyawan laki-laki bernama Yudi dan Rian


"Hai.." Balas Zahra


"Ra' kok kamu bisa cantik banget sih? apa lagi kalau melihat mata kamu yang indah, langsung buat kami terpesona. ucap Yudi


"Apa lagi kamu pakai lipstik warna merah makin tambah cantik dan cocok sama kamu."tambah Rian ikut berbicara


"Astaghfirullah.. kalian nih mau sholat apa mau gombalin orang." jawab Zahra


"Sekalian Ra'.. tapi emang kamu cantik banget Ra'.."


"Makasih." jawab Zahra sedikit ketus. Lalu Zahra meninggalkan mereka.


Tanpa mereka sadari ada yang mendengar percakapan mereka dari dalam musholah yang juga baru selesai sholat. Ia geram serta mengepalkan kedua tangannya menahan emosi nya.


Flashback off


Ya yang mendengarkan percakapan mereka di mushollah adalah Bagas suami dari Zahra.


Setelah mendengarkan karyawan nya yang menggoda istrinya, ia benar-benar kesal dan emosi ingin sekali ia menghajar mereka. Tapi ia menahannya karena istrinya gak mau mereka tahu dulu tentang hubungan mereka. Jadi Bagas hanya bisa diam dan menahan emosinya.


Zahra memutar matanya jengah mendengar perkataan dari suaminya, sungguh hari ini suaminya sangat menyebalkan.


"Sayang itu masih merah loh..! emang nya gak ada yang warna bibir apa?!" ucap Bagas yang masih saja protes dengan warna lipstik istrinya


"Mas lipstik yang aku bawa cuman warna merah mas, kalau yang warna bibir ada di rumah." jawab Zahra sembari menghela nafas panjang kesal melihat suaminya masih saja protes.


"Oke kali ini mas kasih toleransi, tapi besok jangan pakai lipstik yang itu lagi, bila perlu buang semua lipstik kamu yang warnah merah. Besok mas belikan yang baru dengan warna pilihan mas dan jangan protes."


"Terserah mas aja! aku masuk. Assalamu'alaikum mas.." ucapnya sembari mencium tangan suaminya lagi. Zahra kemudian keluar dari mobil tanpa lagi memperdulikan karyawan yang melihatnya keluar dari mobil CEO.

__ADS_1


Tak berapa lama Bagas pun keluar dari mobilnya, lalu mengikuti istrinya dari belakang masuk ke dalam Perusahaan.


__ADS_2