CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
56. Bab 56


__ADS_3

Sheina tiba di lantai 20. Saat ia berjalan menuju ruangan Rio, ia di kejutkan oleh Sekretaris Mila yang berlari nyamperin dirinya.


"Ya Allah mbak Mila.. kenapa sih sampe lari-lari kaya gitu?" Tanya Sheina.


"Eh iya Shein. Mbak mau kasih tau kamu Shein.." Jawabnya.


"Emang nya mbak Mila mau kasih tau apa sama Sheina?"


"Itu anak-anak karyawan pada gosipin Zahra loh.."Ujarnya sembari menunjuk kan foto dari ponselnya kepada Sheina. "Lihat foto ini Shein."


"Ya ampun.. kok bisa ada foto ini. Mbak tau gak siapa pengirim foto ini?"


"Enggak Sheina.. mbak dapet foto ini dari salah satu resepsionis dia yang mengirimkan ke WhatsAAP. Saat mbak tanya, mereka dapat foto ini dari mana? dia bilang ada yang mengirimkan ke dia tapi dengan nomor yang tidak dikenal.


"Mbak Mila ini gak bisa di biarin kita harus cari tau siapa yang Uda sembarangan ambil foto Kak Bagas dan Zahra. Dasar ni orang gak punya sopan santun dan etika nyebarin foto Bosnya kepeda semua karyawan. Kalau orang luar tahu masalah ini kan jelek nama kak Bagas dan mbak Zahra begitu juga Perusahaan. Perlu di kasih pelajaran yang Uda berbuat seperti ini. Entar biar Sheina beritahu kak Bagas. Bila perlu di pecat aja nih orang, main nyebar foto-foto Bosnya sendiri. Pantes aja mbak Mila saat tadi di bawa, karyawan melihat mbak Zahra dengan tatapan yang tidak suka. Dan ada juga yang menghinanya." Ujar Sheina.


"Mbak yakin Shein, pasti dia sengaja nyebarin foto Zahra ke semua karyawan. Sepertinya yang nyebarin foto ini, dia tidak suka sama Zahra atau dia suka sama Pak Bagas. Dan dia sengaja nyebarin foto ini karena cemburu dengannya."

__ADS_1


"Sepertinya begitu mbak.."


"Ya uda mbak kita kerja aja dulu, entar biar Sheina kasih tau kak Bagas soal ini, karena Sheina yakin kalau mbak Zahra tidak mau memberi tahu kan masalah ini ke kakak Bagas."


"Oke Shein, aku balik ke ruangan ku ya.."


"Iya mbak Mila.."


Selesai membicarakan soal foto, akhirnya mereka pergi keruangan masing-masing.


DASAR WANITA PENGGODA!! DASAR WANITA MENJIJIKKAN!! CABUT LO DARI KANTOR INI!! SOK KECANTIKAN LO!!


Begitulah yang tertulis di kertas yang ada di mejanya dan masih banyak lagi kata yang tidak pantas. Ingin rasanya ia menitihkan air matanya, tapi berusaha Zahra tahan. Dia gak mau lemah di depan mereka. Ini lah resiko yang ia terima, karena sudah menyembunyikan status nya. Tapi harus kah seperti ini? Seharusnya mereka cari tahu dulu kebenarannya, tidak langsung meng judge dirinya sebagai wanita yang mereka tulis di kertas itu.


"Ya ampun Zahra kok meja Lo banyak kertas seperti ini?" Tanya Lisa dan Rina sahabat dari Zahra yang baru saja nyampai di ruangan marketting. "Dan apa ini kenapa mereka menuliskan kata-kata seperti ini?" Tanya Lisa. Kemudian Lisa memfoto kertas-kertas yang ada di Zahra. Lisa akan mengirimkan ke Bagas.


"Zahra Lo gak apakan?" Tanya mereka berdua.

__ADS_1


"Iya gue gak apa-apa kok. Kalian tenang aja." Jawabnya.


"Lo tahu Ra' foto lo yang bersama Pak Bagas kemaren sudah nyebar ke semua karyawan. Gue yakin kertas-kertas ini ulah mereka." Ucap Rina. "Tapi gak perlu mereka sampai seperti ini. Mereka Uda kelewatan sama Lo Ra'.."


"Gue yakin yang nyebarin foto lo itu, perbuatan Bu Sonya.


"Pantas aja di lobby tadi mereka menatap gue seperti gue punya utang aja sama mereka." Ucap Zahra pada sahabatnya. "Ya uda gue panggil dulu bagian kebersihan untuk membersihkan meja gue."


"Kami bantu deh Ra'.." Ucap kedua sahabatnya.


Saat mereka menyingkirkan kertas-kertas yang ada di meja Zahra, Sonya baru sampai ke ruangan marketting. Sonya berjalan terus melewati meja Zahra sembari tersenyum senang, karena rencana yang ia buat berhasil. Karyawan jadi tidak suka melihat Zahra dan yang Sonya tahu dari Yuni, kalau ada juga yang menghina Zahra. Gue yakin dengan hinaan yang Zahra terima membuat dia tidak akan betah lagi berada di kantor ini, lalu dia mengundurkan diri deh dari Perusahaan ini. Dan gue bisa bebas mendekati Pak Bagas. Gumam Sonya sembari tertawa dalam hati.


"Kenapa tuh Mak lampir jalan sambil senyum-senyum sendiri?"


"Atau jangan-jangan beneran lagi, yang nyebarin foto Zahra tuh Mak lampir. Lihat tadi tuh wajahnya sumringah gitu. Sepertinya hari ini senang banget tu Mak lampir."


"Uda biarin aja. Kalaupun emang benar Bu Sonya yang nyebarin Foto itu gue gak perduli. Entar kalau mas Bagas sudah ngumumin hubungan kami, pasti dia bakalan malu sendiri." Ucap Zahra yang masih membersihkan mejanya.

__ADS_1


__ADS_2