CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
25. Bab 25


__ADS_3

Zahra terbangun dari tidur siangnya, lalu ia melihat jam sudah jam lima sore. Zahra menoleh ke samping ternyata suaminya sudah tidak ada lagi di tempat tidur. Zahra beranjak dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai Zahra pun keluar kamar untuk mencari suaminya. Saat ingin membuka pintu ia di kejutkan oleh suaminya sudah telebih dulu membukanya.


"Sayang kamu sudah bangun.." ucap Bagas sambil mengecup kening dan bibir istrinya. "Mas kangen kamu sayang.."


"Mas ini di rumah mama loh.. malu mas.. kangen gimana? kan tiap hari ketemu mas.." balas Zahra


"Emang nya kenapa kalau di rumah mama? kita kan di dalam kamar mas sayang, gak di luar. Bentar aja ya..?" ucap nya yang masih terus mengecup wajah istrinya.


"Mas nanti kalau Papa nyariin kita gimana mas..? Di rumah kita aja nanti ya.. oke sayang," ucap Zahra sambil mengelus pipi suaminya.


Mendengar kata sayang dari istrinya Bagas senyum malu-malu lalu ia mengalihkan pandangannya kearah lain karena takut ketahuan istrinya karena ia yakin wajah tampan nya sudah merah merona serta jantungnya yang berdegup kencang dengan kata sayang yang di ucapkan istri tercinta nya.


"Oke mas tagih entar kalau sudah dirumah." ucapnya sambil menghela nafasnya pelan.


"O iya mas tadi dari mana?" tanya Zahra


"Mas habis dari ruangan kerja Papa sayang karena ada sedikit kerjaan dari Papa untuk besok. Ayo kita keruang tengah karena Sheina uda gak sabar pengen kenalan sama kamu." ajak Bagas pada Zahra


Bagas dan Zahra jalan menuju ruang tengah. Di ruang tengah Zahra melihat wanita cantik asik bercerita kepada Papa dan mama mertuanya. Zahra yakin itu pasti Sheina adik dari Bagas suaminya.


"Papa, Mama, Sheina.." panggil Bagas pada mereka yang asik ngobrol


Mereka bertiga menoleh melihat Bagas dan Zahra, lalu mereka tersenyum. Zahra langsung nyamperin Papa mertuanya dan mencium punggung tangan mertuanya.


"Sayang kamu sudah bangun..?" tanya mama mertuanya


"Iya ma.." jawab Zahra yang langsung duduk di samping suaminya.


"Hai mbak Zahra.." sapa Sheina pada Zahra


"Hai.." jawab Zahra


Sheina beranjak dari sofa lalu ia nyamperin Zahra dan duduk di samping kiri Zahra sedangkan sisi kanan Zahra ada suaminya. Sheina pun mencium tangan Zahra


"Mbak kenalin aku Sheina, mbak Zahra ternyata cantik banget. Pantes aja kak Bagas gak nolak waktu di jodohin.." ucapnya sembari melirik ke arah kakaknya Bagas


"Salam kenal Sheina.." ucap Zahra


"Mbak Zahra kok mau sih sama kak Bagas..? kak Bagas kan playboy mbak.." ucapnya ke Zahra sembari berbisik ketelinga


"Sheina...! jangan kamu bilang yang tidak-tidak sama kakak ipar kamu ya..?!" ucap Bagas yang curiga melihat adiknya berbisik ke telinga istrinya

__ADS_1


"Mungkin emang Uda jodoh. Ya mudah-mudahan aja kakak kamu uda berubah." Jawab nya dengan berbisik juga ketelinga Sheina


"Sayang jangan percaya apa di katakan sama Sheina."


"Wah.. wah.. beruntung banget kak Bagas yang playboy ini dapet jodoh secantik mbak Zahra.." sindir Sheina


"Banget...! kakak sangat beruntung mendapatkan mbak Zahra. Jangan bicara yang aneh-aneh sama mbak tentang mas. Dan jangan pengaruhi mbak mu yang enggak-enggak." Ucap nya sembari menatap tajam pada adiknya


"Iih..! seram amat tatapan nya.. Mbak dong yang rugi dapet pria bekas kaya kak Bagas.." candanya sembari menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya


"Enak aja kamu bilang kakakmu yang tampan ini bekas, manganya kakak mu barang apa!" ucapnya tak terima dengan perkataan adiknya


"Hahaha.. emang? kakak kan emang barang bekas." balasnya


"Sheina...!!" teriak Bagas sembari menjewer telinga adiknya.


Sheina yang dijewer pun mengaduh kesakitan pada kakak iparnya itu.


"Kak sakit tau..! Mbak lihat kak Bagas jewer telinga Sheina.." ucapnya mengadu pada Zahra sembari memegang telinganya


"Mas...!! jangan begitu dong sama adik sendiri juga." Ucap Zahra pada Bagas.


"Sepertinya ada yang sudah Bucin nih..! sejak kapan kakak Bagas manja gitu. Geli tahu Sheina dengarnya, ternyata playboy si brengsek bisa manja juga. Hahaha. ." ucapnya sembari menertawakan kakaknya.


"Emang kenapa masalah buat loh! anak kecil gak usah resek. Bilang aja kamu iri sama kakak karena belum punya pacar ya kan..?!"


"Sori ya, aku gak pernah iri tuh sama kakak. Asal kakak tahu aja banyak yang deketin adik mu yang cantik ini. Cuman emang belum ada aja yang srekk di hati Sheina."


Papa nya hanya bisa menghela nafas panjang melihat anaknya kalau sudah ketemu pasti selalu saja berdebat.


"Nak Zahra maaf ya.. mereka emang begitu kalau sudah ketemu pasti ada aja yang mereka ributkan." Ujar Papa mertuanya


"Enggak apa-apa Pa.. kakak sama adik seperti ini Uda biasa." jawab Zahra sembari tersenyum menatap


"O iya Pa ada salam dari ayah mertua untuk Papa. Minta maaf kalau belum bisa main kesini. Kata Ayah entar kalau ada waktu luang baru main kerumah." ucap Bagas pada Papanya


"Iya.. entar biar Papa telfon Ayah Bram.


Nak Zahra gimana kerja di Perusahaan WILLIAMS GRUP Uda kenal sama CEO nya kan.?" tanya Papa mertuanya sembari tersenyum padanya


"Alhamdulillah lancar Pa. Zahra senang kerja Perusahaan WILLIAMS GRUP, apa lagi CEO nya baik...banget! tapi agak sedikit nyebelin dan mesum." ucap Zahra sambil mengejek suaminya.

__ADS_1


Papa nya sampai tertawa mendengar jawaban dari menantunya. "Kamu baru tahu nak, kan CEO nya mantan playboy kelas kakap." ujar Papa


Mereka pun tertawa semua dengan ucapan Papanya, kecuali Bagas. Ia sangat kesal karena sedang ditertawakan dan mengejeknya.


"Sayang..!!" panggil Bagas sambil cemberut dan memajukan bibir nya.


"Iih!! jijik Sheina melihat kakak Bagas ngambek gitu kaya anak kecil aja. Haha... alay lu kak lama-lama. Kan emang mantan playboy ngapain kak cemberut." cicit Sheina


Mereka pun menertawakan Bagas lagi.


"Uda Shein jangan menggoda kakak mu terus. Shein kamu bilang ingin kerja di Perusahaan WILLIAMS GRUP, kamu tanya sama kakak kamu kerja di bagian apa." ucap Papa


"Ada tu mau gak jadi office gils.."


"Kakak tega banget sih sama adiknya ngasih kerjaan sebagai Office gils, malu dong Sheina lulusan terbaik di London masa jadi Office gils." Ucapnya kesal tak terima


"Sheina kalau mau jadi orang sukses tuh harus dari bawah dulu, kalau tidak mau ya udah." ucapnya sembari meledek adiknya


"Kakak....!!!" teriak Sheina pada kakaknya Bagas.


Bagas tertawa puas mendengar teriakan dari adiknya. "Emang enak di ledekin gitu." Ucapnya masih saja tertawa mengejek adiknya


"Bagas...!" kini teguran dari Papanya


"Oke.. oke. Iya entar Bagas pikirkan kerjaan untuk Sheina. Besok datang aja ke kantor." ujarnya


"Ya uda yuk kita sholat Maghrib dulu, Uda waktunya." ucap Mama yang dari tadi hanya mendengarkan mereka mengobrol.


Mereka pun berjalan menuju musholah kecil yang ada di dalam rumahnya, untuk sholat Maghrib. Selesai sholat mereka makan malam bersama di meja makan.


Makan malam selesai Bagas dan Zahra pamit pulang kerumah mereka. Tadinya Papanya menyuruh mereka menginap di rumah orang tuanya, tapi Bagas menolak karena besok sudah masuk kerja dan jarak rumah Papanya dari kantor lumayan jauh.


"Kami pulang dulu ya Pa, ma.." ucap Bagas lalu mencium tangan orang tuanya. Dan di ikuti oleh Zahra mencium tangan mertuanya.


" Kalau libur main lagi kesini ya.." ucap Mama mertuanya ke Zahra sambil memeluknya.


"Iya ma.." jawab Zahra


Assalamu'alaikum.." ucap Bagas dan Zahra


Waalaikumsalam.." jawab orangtuanya

__ADS_1


__ADS_2