CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
21. Bab 21


__ADS_3

Tidak terasa sudah sebulan Bagas dan Zahra menikah. Hubungan mereka sebulan ini baik baik saja, bahkan Bagas semakin lengket dan manja pada istrinya. Saat istirahat Bagas juga dia tidak mau makan siang kalau tidak bersama istrinya kecuali saat ada meeting di luar. Zahra pun mau tidak mau menuruti suaminya, Zahra terkadang kesal lihat Bagas yang tidak mengizinkan ia untuk makan bersama sahabatnya, padahal ia rindu bisa makan bareng mereka.


Seperti hari ini Bagas meminta Zahra untuk menunggu dirinya di lobby kantor, karena Bagas ingin mengajak istrinya makan siang di luar. Awalnya Zahra menolak, ia takut entar banyak karyawan yang melihat mereka. Tapi Bagas terus saja memaksa dan Ia tidak mau adanya penolakan.


Bagas sudah keluar dari lift. Dia pun berjalan seperti biasa banyak yang menyapa dan tersenyum pada nya, Bagas juga membalas sapaan mereka.


Dari juah Bagas melihat wanita yang paling ia cintai, sedang duduk di sofa lobby sambil memainkan ponselnya. Bagas berjalan terus menuju istrinya. Saat ini ia sudah berdiri tepat di hadapan Zahra, tapi Zahra belum menyadarinya masih asyik dengan ponselnya.


"Ehemm


Mendengar ada suara yang mendehem,Zahra langsung mengangkat kepalanya ia melihat suaminya sudah ada tepat di depan dirinya, ia pun tersenyum


"Say..."- ucapan Bagas terhenti karena ia mendapat tatapan tajam dari Zahra. Bagas pun tersenyum melihat tatapan tajam dari istrinya sungguh itu sangat menggemaskan sekali menurut Bagas.


Zahra berdiri dari duduknya ia lalu membungkukan badannya memberi hormat. Bagas bingung, ia terus memperhatikan Zahra


"Pak kita berangkat sekarang..?! tanya Zahra formal


Bagas masih bingung kenapa istrinya bicara formal padanya, lalu ia melihat sekeliling lobby ia pun mengerti istrinya bicara seperti itu.


Sayang lucu banget si kamu kalau bicara formal sama mas, kalau sekarang gak berada di kantor Uda mas terkam sekarang juga, ucap nya dalam hati

__ADS_1


"Pak ayo kok malah bengong..! ucap Zahra dengan cemas karena Uda mulai ramai karyawan di lobby.


"Ehh iya ayo, kita pergi sekarang..! ucapnya sambil tersenyum-senyum melihat Zahra bersikap formal padanya.


Mereka pun berjalan, dengan Bagas jalan didepan dan Zahra mengikutinya dari belakang, membuat Bagas sedikit kesal. Bagas pun berbalik lalu mensejajarkan langkahnya dengan Zahra kini pun mereka berjalan berdampingan. Karyawan yang yang ada di lobby mulai berbisik bisik membicarakan mereka.


Sampainya di parkiran Bagas langsung membuka pintu mobil untuk istrinya, Zahra pun masuk kedalam mobil setelah itu Bagas juga masuk ke mobil. Zahra yang melihat karyawan dengan pandangan sinis dan tatapan tak suka padanya karena pergi sama Bagas membuat Zahra sedikit kuatir.


Bagas pun melajukan mobilnya keluar gedung. Di dalam mobil ia melirik istrinya yang diam saja seperti ada yang ia pikirkan.


"Sayang kamu kenapa..? kok malah melamun..?! ucapnya sambil mengelus kepala Zahra yang di tutupi hijab, membuat Zahra tersadar dari lamunannya


"Hah iya ada apa mas..?! Ucapnya agak sedikit kaget.


"Gak apa apa kok mas..! pasti karyawan disana pada gosip aku deh mas?!


"Jadi kamu lagi mikirin itu..?! emangnya kenapa sayang..?! Biarkan saja mereka membicarakan kita, mas gak peduli. Lagian kamu sendiri kan yang belum mau memberitahukan tentang hubungan kita. ucapnya sambil fokus menyetir.


"Tapi Zahra belum siap mas..!


"Sampai kapan sayang..?!

__ADS_1


"Sabar dulu ya mas, gak apa-apa kan..?!


"Oke terserah kamu saja..! ucap Bagas sambil menghela nafasnya pelan


"Mas kita makan dimana? tanya Zahra


"Terserah kamu aja sayang mas ngikut aja.


"Kalau gitu kita makan Bebek goreng aja yuk mas..?! mas pasti belum pernah makan bebek kan..? mas harus coba, apa lagi sambalnya bikin nagih. ucap Zahra pada suaminya dengan semangat


"Ya uda kita kesana, tapi tempatnya dimana sayang..?!


"Itu loh mas dekat lampu merah depan..! ucap Zahra


Bagas dan Zahra kini sudah sampai di rumah makan bebek goreng. Mereka pun masuk kedalam ruko tersebut, lalu duduk dan pesan makanan.


"Mas gak malu kan makan di tempat seperti ini..?! tanya Zahra sambil melihat reaksi suaminya, karena takut suaminya tidak nyaman makan di ruko ini.


"Mas gak malu kok makan disini kalau itu sama kamu sayang.." tempatnya juga tidak buruk dan mas mau coba bebek goreng yang kamu bilang enak.


Di meja mereka sudah tersedia makanan yang mereka pesan, bebek goreng spesial dua porsi. Zahra pun langsung makan pesanannya, sedang kan Bagas masih ragu ragu. Tapi setelah melihat istrinya makan dengan lahap, ia jadi mencobanya. Bagas sungguh tidak percaya rasa bebek ternyata sangat enak membaut dia sampai menambah bebek gorengnya lagi. Zahra senang melihat suaminya suka bebek goreng setelah mencobanya.

__ADS_1


Mereka makan sambil bercerita dan bercanda, Bagas terus saja mengatakan kata cinta pada istrinya, membuat pipi Zahra merah merona itu yang membuat Bagas senang melihat pipi merah istrinya sungguh menggemaskan. Tanpa mereka sadari ada 2 orang karyawan dari Bagas melihat mereka yang sedang makan disana juga. Dan mereka memfoto Bagas dan Zahra dengan tangan Bagas menyentuh pipi istrinya.


Setelah selesai makan Bagas dan Zahra kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaannya yang yang tertunda karena istirahat makan siang.


__ADS_2