
Diruangan Rio..
Setelah Rio habis dari ruangan Bagas. Rio langsung jalan menuju ruangannya dengan hati yang berbunga-bunga karena ternyata benar dirinya sudah jatuh cinta kepada Sheina. Dan kini Rio sudah berada di ruangan nya.
"Shein kita makan siang diruangan kakak aja ya.." kamu mau pesan apa Shein biar kakak pesankan. ucap Rio
"Iya kak. Lagian Sheina juga malas keluar. Pesanannya sama kan aja sama pesanan kak Rio. Jawab Sheina
"Oke. Ucap Rio sembari tersenyum pada Sheina
Tak berapa lama pesanan mereka pun datang.
Tok tok tok
"Masuk.." jawab Rio dari dalam
OB yang bernama Joni itu pun masuk kedalam ruangan Rio mengantarkan pesanan mereka.
"Permisi Pak Rio. Ini makanan pesanan Bapak.. ucap OB tersebut
"Tolong kamu letakkan di meja ya.." jawab Rio
__ADS_1
Joni pun langsung meletakan pesanan Rio ke meja yang terletak dekat sofa panjang disana.
"Apa ada yang Pak Rio perlukan lagi? tanya OB yang bernama Joni
"Tidak ada Jon.." Terima kasih kamu bisa kembali ke pantry
"Baik Pak saya permisi. Ucap OB tersebut
Joni kemudian keluar dari ruangan Rio.
"Shein .." panggil Rio yang melihat Sheina masih sibuk pada berkas yang di berikan padanya tadi.
"Shein entar di lanjut lagi perkejaan nya. Kita makan siang dulu yuk?" ucap Rio dengan nada lembut
"Oke kak..jawab Sheina
Ya ampun.. lembut banget sih bicaranya. Bikin jantung ini berdebar-berdebar terus. Gumam Sheina dalam hati
Sheina pun beranjak menuju sofa yang terletak di ruangan Rio dengan dua bungkus makanan yang berada di meja.
Rio sengaja mengajak Sheina makan siang berada di ruangannya. Karena dia ingin bisa lebih dekat lagi dengan Sheina tanpa ada yang menggangu. Kini mereka berdua menyantap makannya masing-masing. Sembari makan, Rio selalu saja menatap wajah cantik Sheina. Matanya tak ingin berpaling sedikit pun dari wajah cantik Sheina, membuat Sheina yang merasa di tatap terus oleh Rio pun jadi salah tingkah.
__ADS_1
"Ka.. kak kenapa menatap Sheina terus?! Apa ada yang aneh ya sama Sheina? tanyanya pada Rio
Dengan jantung Sheina yang terus berdebar karena terus saja di tatap oleh Rio.
"Enggak ada apa-apa Shein.. hanya saja kakak senang lihat kamu, kamu cantik Shein. Apa lagi melihat cara kamu makan bikin gemas. Ucap Rio tanpa sadar sembari masih terus saja menatap Sheina.
Pipi Sheina langsung merah merona mendengar ucapan Rio. Kemudian Sheina menundukkan kepalanya karena malu dan membuatnya salah tingkah serta gugup
"Kak Rio gombal deh. ucap Sheina
"Enggak Shein.. kakak gak gombal, beneran kamu cantik banget. ucap Rio jujur sembari tersenyum lembut ke Sheina
Sheina menatap Rio. Mata mereka bertemu, Rio dan Sheina terus saling tatap tanpa sadar tubuh mereka sudah berdekatan dengan jarak yang begitu dekat. Bahkan Rio bisa mencium harumnya rambut Sheina dan tubuhnya. Begitu juga dengan Sheina mencium harum maskulin tubuh Rio. Wajah mereka kini sudah dekat tinggal sedikit lagi bibirnya mereka akan bersentuhan. Saat Rio ingin mencium bibir Sheina, terdengar suara ponsel milik Rio berbunyi. Mereka berdua terkejut dan tersadar, hampir saja mereka akan berciuman. Rio dan Sheina saling tatap, kemudian Sheina mengalihkan pandangannya ke arah lain. Rio dan Sheina pun menjauh kan tubuh mereka masing-masing membuat mereka berdua jadi salah tingkah sendiri dan canggung.
Astaghfirullah Rio.. apa-apaan sih kamu hampir saja mau mencium Sheina. Jangan buat Sheina ilfil sama lo, karena menciumnya. Apa yang dipikirkan oleh Sheina tentang Lo pasti dia marah sama lo. Bodoh banget sih Lo Rio gak bisa ngontrol diri Lo untuk mencium Sheina..! gumam Rio dalam hati
Ya ampun Sheina.. apa itu tadi kamu mau ciuman dengan kak Rio. Bodoh banget sih kamu. Apa yang ada dipikiran kak Rio nanti tentang kamu. Pasti nanti Kak Rio beranggapan kamu cewek genit yang ingin menggoda dirinya. Kenapa sih kamu gak bisa ngontrol diri kamu..! Tapi kalau tadi ponsel kak Rio gak bunyi, pasti kami Uda berciuman mesra seperti di drama Korea yang sering gue tonton. Duh jadi pengen ngerasain bibirnya kak Rio.. Ya tuhan Sheina kok otak kamu jadi mesum gini sih..! Sadar Sheina jangan jadi wanita murahan dan mesum di depan kak Rio. Nih akibat selalu nonton Drakor otak gue jadi lkut mesum. Gumam Sheina dalam hati
Suara ponsel dari Rio masih terus berbunyi. Rio pun akhirnya mengambil ponselnya dari kantong celananya, kemudian melihat nama Bagas yang tertera di layar.
"Ehemm Rio bersuara untuk menetralkan dirinya. Lalu ia mengangkat telepon dari Bagas
__ADS_1