
Saat ini Bagas dan Zahra sudah berada di Restauran hotel milik Ayahnya Zahra. Setelah 20 menit yang lalu mereka sampai di Hotel. Saat sampai Bagas langsung mengajak istrinya ke Restauran hotel karena sudah sangat lapar.
"Mas kamu mau pesan apa?" Tanya Zahra.
"Samakan aja sama pesanan kamu sayang.." Jawab Bagas.
"Mbak pesan dua nasi, ayam rica-rica, cumi asam manis, satu lagi sayur capcay ya mbak..?"
"Iya mbak.." Jawab Pelayan restauran. "O iya minumnya apa nih mbak?"
"Jus jeruk dua sama air mineral nya juga dua ya mbak.."
"Oke Mbak di tunggu sebentar ya mbak.."
Sepuluh menit pesan mereka pun datang. Pelayan meletakkan pesanan mereka di meja.
"Silahkan di nikmati mas, mbak.."
"Iya terima kasih mbak..."
Bagas dan Zahra kini makan pesanan mereka dengan begitu lahapnya, karena memang mereka berdua pagi tadi belum ada sarapan. Sedang asik makan mereka berdua di kejutkan oleh Rio.
"Woy Lo tu ya gue cariin ternyata disini. Gue Uda nungguin Lo dari tadi, nih kunci kamarnya." Ucap Rio kesal.
"Maaf ya bro. Gue nyampe ke Hotel langsung kesini, gue lapar banget tadi belum sempat sarapan."
"Kaya nya ada yang lembur sampai pagi nih?" Bisik Rio ke telinga Bagas.
__ADS_1
"Hahaha Lo tahu aja bro. Gimana gak sampai pagi kegiatan yang kami lakukan sampai 5 kali." Jawabnya santai.
"Hahaha kuat juga lo sampai 5 kali. Jadi lima hari gak ketemu, Lo terjang istri Lo sampai lima kali juga?"
"Ya jelas dong.. sehari aja gak nyentuh dia serasa ada yang kurang." Jawabnya. "Makanya cepat Lo nikah biar ngerasain enaknya surga dunia." Bagas berbicara sembari terus mengunyah makanannya.
"Mas..." Panggil Zahra ke suaminya yang kesal melihat mereka berdua dengan ucapan absrud yang mereka lontarkan. Zahra bukan tidak tahu apa yang mereka omongin.
"Iya sayang.." Jawab Bagas. "Kan emang benar sayang mas sehari aja gak nyentuh kamu seperti ada yang kurang." Ujarnya dengan nada santai.
"Mas...!!" panggilnya lagi sedikit nada tinggi. Iya kesal dan juga malu dengan ucapan suaminya.
"Iya sayang bidadari nya mas.."
"Ih lebay lo. Uda ah gue mau ke kamar, gue mau istrahat dulu."
"Uda Lo tenang aja, semuanya Uda gue cek. Sekretaris Lo si Mila uda sempurna menyiapkan pesta entar malam." Jawab Rio sembari berjalan meninggalkan pasangan suami istri itu. Ia gak mau iri melihat kemesraan mereka. Membuatnya jadi sangat rindu akan sosok Sheina, semenjak pergi dari Bali sampai sekarang ia belum ada bertemu dengan Sheina. Mungkin Sheina akan datang saat acara pesta di mulai. Rio sudah tidak sabar ingin bertemu dengan, ya bisa dibilang adiknya. Ia berniat ingin mengungkapin perasaannya pada Sheina. Kalau nantinya Sheina menerima dirinya, Rio harus berjuang lagi untuk mendapatkan restu dari Papa angkat nya maupun kepada Bagas juga.
Setelah selesai makan Bagas langsung mengajak istrinya ke kamar hotel yang sudah di pesan oleh Rio. Ia ingin mengajak istrinya istrahat sebelum entar malam mereka ke acara pesta ulang tahun Perusahaan yang di selenggarakan di Ballroom hotel ini, yang tak lain Hotel miliki Ayah mertuanya.
🌹🌹🌹
Malam harinya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Acara ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP yang di adakan di Hotel mewah milik Ayah dari Zahra. Tapi seluruh karyawan tidak ada yang tau kalau Hotel tempat acara pesta milik Ayahnya Zahra. Apalagi mereka juga tidak ada yang tahu kalau sebenarnya Zahra adalah dari keluarga ya bisa di bilang kaya, kecuali kedua sahabat yang mengetahui hal tersebut. Selama ini Zahra tidak pernah menunjukan siapa dia sebenarnya.
Ya kira-kira seperti ini tempat acaranya. Papa nya Bagas tidak hanya mengundang teman main, kolega-koleganya tapi seluruh karyawan WILLIAMS GRUP di undang oleh Papanya termasuk OB juga diundang. Tak lupa juga Papa Bagas mengundang beberapa penyanyi terkenal di Ibukota untuk meramaikan acara.
__ADS_1
Saat ini sudah banyak tamu yang berdatangan. Begitu juga para karyawan sudah pada datang dan menikmati lagu yang di nyanyikan oleh penyanyi terkenal.
Bagas dan Zahra kini jalan memasuki Ballroom Hotel tempat acara di langsungkan. Mereka berdua pun masuk dengan Bagas yang menggenggam tangan istrinya begitu erat, mereka begitu terlihat Tampan dan cantik membuat orang yang melihat mereka terpesona. Apalagi wanita-wanita yang ada disana, anak dari kolega Papa Bimo sampai tak berkedip melihat tampan dan manisnya Bagas Saputra William. Begitu juga banyak pria yang terpesona kecantikan Zahra. Wanita cantik manis dan juga imut.
Zahra sangat gugup saat ini, ia juga menundukkan kepalanya karena banyak pasang mata yang melihat dan memperhatikan mereka berdua. Bagas yang bisa melihat gugupnya Zahra semakin menggenggam tangan istrinya erat. Mengisyaratkan bahwa jangan takut ada aku disini bersama kamu.
"Sayang jangan menundukkan kepala kamu dan jangan gugup santai aja, kan ada mas yang selalu berada di samping kamu." Ucapnya sembari berbisik ketelinga istrinya.
"Iya mas.."
Mereka terus berjalan nyamperin keluarga mereka yang sudah berada disana. Mereka berkumpul dan duduk di salah satu meja.
"Assalamu'alaikum semua.." Ucap Bagas dan Zahra kepada mereka semua.
"Waalaikum salam.."
Mama Susi, Ibu indah dan juga Zahra tengah asik berbincang-bincang. Sedangkan Papa Bimo, Ayah Bram lagi mengobrol bersama dengan teman dan kolega mereka sekalian memperkenalkan Bagas dan Rio sebagai anak nya Papa Bimo. Karena rekan bisnis Papa Bimo tidak banyak yang tahu kalau Bimo William memiliki anak yang sangat tampan. Apalagi saat acara pernikahan Bagas waktu itu, tidak semuanya teman maupun kolega Bimo William datang ke acara tersebut.
Teman dan kolega Papa Bimo sampai ada yang ingin menjodohkan Bagas dan Rio kepada anak dari mereka. Tapi langsung di tolak oleh Bagas secara halus. Bagas pun menjelaskan kepada teman Papanya kalau dia sudah menikah. Mendengar jawaban dari Bagas banyak yang kecewa ternyata sudah keduluan orang lain yang menjadi pendamping Bagas. Sedangkan Rio menjawab kalau dia tidak pantas bersanding dengan anak mereka karena dia hanya lah anak angkat dari Bimo William. Rio gak mau teman dari Papa angkat nya entar kecewa kalau tahu yang sebenarnya bahwa dia bukanlah anak kandung melainkan anak angkat yang di adopsi dari panti asuhan, makanya Rio lebih memilih menjawab jujur kepada mereka.
Bimo William pamit dan meninggalkan rekan-rekan nya untuk ke panggung, kemudian ia jalan menuju panggung karena ada yang akan di sampaikan oleh Bimo William kepada tamu yang ada disana.
"Assalamu'alaikum.. Salam sejahtera untuk kita semua. Mudah-mudahan kita selalu di lindungi Allah SWT. Aamiin.. Terima kasih saya ucapkan kepada para tamu undangan yang sudah mau hadir di acara ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP. Saya juga sebagai pemilik dari WILLIAMS GRUP mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada seluruh karyawan yang sudah setia bekerja serta mengembangkan Perusahaan WILLIAMS GRUP. Dan saya juga akan memberikan hadiah kepada karyawan yang sudah setia bekerja selama 10 sampai 35 tahun. Saya juga sudah mencatat siapa-siapa saja karyawan yang akan mendapatkan hadiah dari WILLIAMS GRUP atas dedikasi yang sudah setia bekerja di Perusahaan WILLIAMS GRUP. Satu lagi saya juga akan memperkenalkan kepada kalian semua. Anak kedua saya mungkin beberapa dari teman maupun kolega bisnis saya masih belum tahu kalau saya telah memiliki 3 orang anak. Selama ini yang kalian tahu kalau saya hanya memiliki seorang anak perempuan. Dan ada juga dari kalian yang tahu kalau Rio asisten saya adalah anak saya juga. Rio, Bagas dan Sheina Papa mau kalian naik ke panggung sekarang juga." Ucap Bimo William.
Mereka yang mendengar ucapan dari Bimo William selaku pemilik Perusahaan, penasaran siapa anak kedua dari Bimo dan siapa anak perempuan dari Bimo. karena mereka sama sekali belum pernah melihat wajah anak perempuan Bimo William. Kalau Rio mereka semua sudah tau seperti apa wajah Rio.
Rio, Bagas dan Sheina pun naik keatas panggung. Para karyawan begitu terkejut saat melihat anak perempuan dari pemilik Perusahaan. Wanita cantik yang mereka lihat beberapa hari ini ada di kantor bahkan wanita yang pernah begitu mesra menggandeng CEO Perusahaan WILLIAMS GRUP, wanita cantik itu ternyata bukan pacar melainkan adik dari Bos mereka.
__ADS_1