CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
84. Bab 84


__ADS_3

"Sebenarnya.." Bu Indah menghentikan ucapannya.


"Sebenarnya mas Bagas kenapa Bu? kenapa kalian semua seakan menutupi keadaan mas Bagas pada Zahra..! Bu Zahra berhak tahu, karena Zahra istrinya mas Bagas Bu.?! Apa pun itu Zahra berhak tahu keadaan nya."


Bu Indah menghela nafasnya panjang, kemudian menatap wajah anaknya sendu.


"Sa..sayang sebenarnya Bagas Uda seminggu ini dia mengalami ko.. koma. Akibat benturan keras di kepalanya saat kecelakaan, Bagas mengalami pendarahan di otaknya jadi ia harus di operasi. Alhamdulillah Operasinya berhasil, hanya saja suami kamu koma sayang.." Ucap Bu indah menceritakan keadaan Bagas yang sebenarnya pada anaknya.


Zahra menutup mulutnya terkejut apa yang baru di ceritakan Ibunya, kalau suaminya koma dan itu sudah seminggu. Air matanya pun jatuh begitu saja, Zahra semakin ngerasa bersalah karena dirinya suaminya jadi seperti ini.


"Bu Zahra mau melihat mas Bagas.. hiks.. hiks.. pasti mas Bagas sedih Bu karena Zahra belum ada melihatnya." rengek Zahra pada Ibunya.

__ADS_1


"Ya uda iya, ayo Ibu antar ke ICU dimana Bagas di rawat. Sementara kamu pakai kursi roda dulu ya? takutnya kamu kelelahan jalan menuju ruang ICU.." Ucap Bu Indah.


"Iya Bu."


Kini Zahra dan Ibu nya menuju ruang ICU dimana suaminya di rawat. Tiba di depan ruang ICU Zahra melihat disana sudah ada Ayahnya, mertuanya, dan Rio. Mereka terkejut melihat Zahra yang tiba-tiba datang dengan menggunakan kursi roda bersama Bu Indah yang mendorong kursi roda nya. Kemudian Ayah Bram Mandang istrinya meminta penjelasan kenapa Zahra berada di ruangan ICU, apakah istrinya memberitahukan keadaan Bagas yang sebenarnya kepada Zahra anaknya? Bu Indah yang mengerti dari tatapan suaminya hanya menganggukkan kepala nya.


"Kenapa kalian tidak ada yang mau jujur sama Zahra tentang kondisi mas Bagas.." Ucap Zahra sembari menatap ketiga laki-laki yang ada dihadapannya minta penjelasan. Kemudian Mama mertuanya nyamperin Zahra sembari tersenyum menatap Zahra menantunya.


"Sayang maafkan kami semua ya.. bukan maksud kami untuk menyembunyikan dan tidak jujur sama kamu, kemaren kondisi kamu juga tidak baik. Kandungan kamu lemah sayang.. kalau kamu tahu kondisi Bagas yang koma, kamu akan syok, sedih, kepikiran dan stres. Itu akan sangat mempengaruhi kandungan kamu. Makanya kami semua berusaha menutupinya, sampai kandungan kamu benar-benar kuat untuk mendengar keadaan Bagas." Ucap Mama Susi menjelaskan. "Tapi sekarang kamu sudah mengetahui nya jadi kamu bisa melihat suami kamu. Siapa tahu dengan kedatangan kamu, mendengar suara kamu Bagas bisa sadar dari komanya" Tambahnya pada Zahra.


"Hei sayang jangan menyalahkan diri kamu, mungkin kalau tidak ada Bagas waktu itu nyelamatin kamu, bisa jadi kamu yang berbaring diruang ICU dan kandungan kamu tidak akan selamat. Ini Uda takdir yang diatas sayang, Mama mohon jangan menyalahkan diri kamu." Ujar Mama mertuanya. "O iya sayang, tadi kamu bilang kalau kamu pergi dari kantor karena marah sama mas mu. Apa Mama boleh tahu kalian lagi ada masalah apa?" Tanya Mama Susi.

__ADS_1


Sebenarnya Zahra tidak mau menceritakan masalahnya dengan keluarganya, tapi karena Mama mertuanya sudah bertanya padanya dan ia juga tidak mau berbohong, akhirnya Zahra menceritakan semuanya kepada semua keluarganya yang ada disitu dari awal, sampai terjadinya kecelakaan.


"Jadi ini karena Reisa?! anak itu memang sengaja ingin merebut Bagas dari kamu sayang.. " Ucap Papa Bimo emosi pada Reisa setelah Zahra menceritakan awal mula kejadiannya.


"Maafin Zahra Pa, seharusnya Zahra mendengarkan penjelasan mas Bagas dulu bukannya langsung pergi gitu aja dari kantor. Zahra juga gak tahu ternyata mas Bagas ngejar Zahra sampai akhirnya mas Bagas yang mengalami kecelakaan." Ucapnya sedih.


"Kamu gak salah sayang. Uda Yah kamu jangan sedih lagi ingat kandung kamu. Lagian soal Reisa kamu tenang saja dia sudah Papa jebloskan ke penjara. Dia sudah mendapat hukuman dengan apa yang sudah dia perbuat dengan kamu dan Bagas. Sekarang kamu temui mas mu, siapa tahu setelah mendengar suara kamu ia akan sadar dari komanya."


"Apa Pa! Reisa di penjara? kenapa Reisa sampai Papa masukan ke dalam penjara?" Tanya Zahra pada Papanya. Ia bingung kenapa masalah ini harus sampai Reisa masuk penjara.


"Maaf ya sayang kami juga belum ada cerita masalah ini ke kamu. Sebenarnya yang mau menabrak kamu itu adalah Reisa, dia sengaja ingin menyelakai kamu agar dia bisa bersama Bagas. Tapi ternyata bukan kamu yang ketabrak melainkan Bagas, tapi Papa senang Bagas berkorban untuk kamu dan anaknya walaupun dia belum mengetahui kalau kamu telah hamil." Jawab Papa menceritakan ke Zahra kenapa Reisa di masukkan ke penjara. Zahra pun yang mendengar jawaban Papanya terkejut, ternyata kecelakaan itu di sengaja, dan yang melakukan itu adalah Reisa. Zahra tak menyangka Reisa sampai nekat melakukan semua itu padanya.

__ADS_1


Sedangkan Rio yang mendengar cerita kejadian awalnya, jadi semakin merasa bersalah juga. Karena memaksa Bagas untuk menerima kerjasama itu, karena dirinya Bagas dan Zahra menjadi korban. Andai ia mendengarkan Bagas waktu itu, semua ini tidak akan pernah terjadi. Bagas pasti bahagia bersama istrinya merayakan kehamilan Zahra. Rio pun mengusap wajah nya kasar sembari menghela nafasnya panjang, kemudian ia duduk di kursi tunggu depan ruang ICU yang masih terus menyalahkan dirinya.


Selesai mereka berbicara akhirnya Zahra masuk kedalam ruangan ICU dimana suaminya masih betah dengan tidur nyenyak nya.


__ADS_2