CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
129. Bab 129


__ADS_3

"Bunda, Papa kok gak ada di lumah.. Gavin uda cali dimana-mana tapi gak ada." Tanya Gavin yang sudah duduk di samping Zahra yang berada di kamarnya.


"Papa lagi kerja kak.. soalnya Papa ada meeting penting katanya, kak sih bangunnya lama hari ini." jawab Zahra


"Oo.. kak ngantuk bunda makanya kakak bangunnya lama."


"Ya uda ayo kita sarapan dulu," ajak Zahra pada anaknya. Mereka pun keluar kamar menuju meja makan untuk sarapan.


Selesai sarapan Zahra mengajak Gavin untuk jalan-jalan ke taman rumah mereka, dengan di ikuti salah satu pelayan yang di suruh Bagas untuk memantau istrinya setiap saat. Setengah jam Zahra dan Gavin baru masuk kedalam rumah, karena Zahra Uda merasa kelelahan.


"Bunda kakak bermain dengan kucing-kucing dulu ya.." ucap Gavin yang masuk ke ruangan dimana letak kucing-kucingnya.


"Iya sayang.. bunda ada di kamar ya kalau entar kakak cari bunda."


"Oke bunda." balasnya.


Zahra pun berjalan menuju kamarnya, di ikuti pelayan mereka dari belakang.


"Mery saya mau istirahat di kamar sebentar, kamu boleh melanjutkan pekerjaan kamu." ucap Zahra kepada pelayan yang bernama Mery.


"Ta-tapi nyonya tuan bilang saya tidak boleh meninggalkan nyonya sendirian.."


"Saya tidak pergi kemana-mana Mery, saya hanya istrahat di kamar saja, kamu gak perlu kuatir. Entar kalau saya perlu sesuatu saya panggil kamu." ujar Zahra

__ADS_1


"Baiklah nyonya." akhirnya Mery berjalan kedapur untuk menyiapkan untuk makan siang majikannya.


Bagas


'Sayang lagi apa? kamu baik-baik saja kan sayang?'


Zahra membaca pesan dari suaminya, dan entah Uda yang ke berapa kali suaminya mengirimkan pesan untuknya.


Zahra


'Aku baik-baik saja mas.. kamu jangan kuatir nih aku lagi di kamar istirahat.'


Bagas


Zahra


'iya mas.. love you to..'


Zahra tersenyum setelah selesai membalas pesan dari suaminya. Padahal suaminya lagi meeting sempat-sempatnya suaminya itu mengirim pesanan entah Uda yang ke berapa kali.


Tepat jam makan siang Bagas baru selesai meeting, Bagas sudah tidak sabar untuk pulang ke rumah bertemu dengan istri tercinta. Sampai sekarang pun perasaan Bagas masih tidak tenang dan kuatir pada istrinya, padahal Bagas sempat beberapa kali mengirimkan pesan kepada Zahra dan juga pelayan nya hanya untuk tahu keadaan istrinya baik-baik saja, tapi tetep saja perasawannya masih tidak tenang.


Sebelum pulang ke rumah, Bagas masuk ruangan nya sebentar bersama Daniel, karena masih ada yang harus mereka bahas sedikit soal hasil meeting mereka tadi. Sampainya di ruangannya, Bagas menghubungi istrinya terlebih dahulu untuk memastikan kembali keadaan istrinya dan memberitahukan sebentar lagi dirinya akan pulang.

__ADS_1


Di dalam kamar saat ini Zahra lagi tiduran di ranjang, sembari meringis menahan perutnya yang sakit. Sebenarnya dari kemaren Zahra sudah merasakan perutnya kontraksi, walaupun rasanya sebentar hilang dan sebentar sakit lagi. Zahra tahu itu masih kontraksi palsu, karena Zahra sempat merasakan nya saat hamil Gavin waktu itu. Zahra sengaja tidak memberitahukan dulu ke suaminya karena Zahra tidak mau membuat suaminya panik, sudah di pastikan Bagas paniknya akan seperti apa jika melihat dirinya merasakan perutnya kontraksi, suaminya itu akan langsung membawanya ke rumah sakit. Zahra tidak ingin kerumah sakit dulu, dirinya pasti akan merasa bosan berada di rumah sakit sementara yang iya rasakan masih kontraksi palsu.


Drrt drrt


Terdengar bunyi suara ponsel Zahra, kemudian Zahra mengambil ponselnya yang di letakkan di atas nakas dekat ranjangnya. Zahra melihat tertera my Husband di layar ponselnya, Zahra menarik napasnya lalu membuangnya perlahan, kemudian ia mengangkat telpon dari suaminya.


"Assalamu'alaikum sayang.."


"Waalaikumsalam mas.."


"kamu lagi apa sayang? kamu baik-baik aja kan di rumah?"


"Alhamdulillah Zahra baik-baik aja mas.."


Terdengar suara hembusan napas Bagas dari seberang telpon, Zahra yakin suaminya merasa lega mendengar jawaban dari dirinya yang mengucapkan keadaan nya baik-baik saja.


"Syukurlah, o iya sayang mas pulang sebentar lagi ya.. soalnya ada sedikit yang harus mas bahas dengan Daniel tentang meeting mas hari ini, gak apa kan sayang.."


"Gak apa-apa mas..kamu selesaikan aja dulu pekerjaan kamu, mas tenang aja aku baik-baik aja kok.."


"Ya uda sayang, mas janji gk akan lama kok.. bay sayang.. Asslmu'allaikum"


"iya mas.. waalaikumsalam."

__ADS_1


__ADS_2