CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
28. Bab 28


__ADS_3

Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam berhenti tepat di gedung Perusahaan WILLIAMS GRUP. Seorang wanita cantik keluar dari mobil tersebut lalu masuk kedalam gedung. Di lobby banyak mata yang terpesona melihat wanita cantik itu, kemudian ia menuju Resepsionis dan bertanya kepadanya.


"Permisi mbak.."


"Iya mbak.. ada yang bisa saya bantu?" tanya resepsionis yang ada disitu


"Saya ingin bertemu dengan Pak Bagas, bisa..?"


Resepsionis yang bernama Sari itu menatap wanita cantik yang ada di depannya dari atas hingga ke bawa, ia pun terpesona melihat kecantikan wanita itu.


"Wah cantik banget wanita ini, apa tadi dia nyari Pak Bagas. Eh tapi dia siapanya Pak Bagas ya? apa dia pacarnya Pak Bagas.." gumam Sari dalam hati


"Mbak.." panggil wanita cantik itu.


"Ehh ya, mbak tadi tanya apa ya..?!"


"Saya ingin bertemu dengan Pak Bagas mbak.."


"Maaf mbak apa sebelumnya sudah ada janji sama beliau?" tanya Sari


"Saya sudah buat janji kok mbak sama Pak Bagas nya.."


" Sebentar ya mbak saya tanya dulu sama Sekretaris nya, kalau boleh tau dengan mbak siapa ya?!"


"Oke. Em bilang aja Sheina mbak.."


Ya.. Wanita cantik tersebut adalah Sheina adik dari Bagas.


Sekretaris


"Ya halo sekretaris Mila disini"


Resepsionis


"Bu Mila ini saya Sari, Bu ada yang ingin bertemu sama Pak Bagas namanya Sheina. Katanya sudah buat janji sama beliau.."


Sekretaris


"Tunggu sebentar saya tanya kan dulu sama Pak Bagas nya ya.."


"Halo Pak, ada yang ingin bertemu dengan Pak Bagas namanya Sheina."


Bagas

__ADS_1


"Suruh aja dia keruangan saya Mil.."


Sekretaris


Oke Pak.."


"Halo Sari.. tolong kamu suruh dia naik kelantai 20 keruangan Pak Bagas ya.."


Resepsionis


"Oke Bu Mila.."


"Mbak Sheina langsung aja naik atas ke lantai 20, keruangan Pak Bagas, liftnya ada di sebelah kanan ya mbak, entar kalau mbak uda nyampe atas disana ada Sekretaris nya tanya saja sama beliau. Ucap Sari kepada Sheina


"Oke mbak.." makasih ya.."


"Sama-sama mbak Sheina.."


Di ruangan, Bagas sedang mengulang lagi Video rekaman yang di kirimkan oleh sahabat dari istrinya, setelah ia selesai berbicara kepadanya.


Flashback


Setelah ia pamit ke toilet oleh kedua sahabatnya, Dia langsung pergi menuju lift untuk keruangan Bagas. Ia berbohong kepada sahabatnya ingin ke toilet, pada hal ia pergi keruangan CEO, karena ia tidak boleh ketahuan oleh sahabatnya. Dia pun sampai kelantai 20, kemudian berjalan menuju ruangan CEO.


"Lisa.. Ada perlu apa kamu ingin bertemu Pak Bagas..? Apa kamu membuat kesalahan..?!" tanya Sekretaris Mila padanya


"Enggak ada Bu.. tapi Pak Bagas sendiri yang menyuruh saya keruangan nya"


"Oke, tunggu sebentar ya Lis.."


Tok tok tok


"Iya masuk.." ucap Bagas dari dalam


"Permisih Pak ada yang ingin ketemu sama Pak Bagas, namanya Lisa dan katanya Bapak yang nyuruh datang ruangan Pak Bagas."


"Iya Mil suruh dia masuk."


"Iya Pak.."


"Lisa kamu disuruh masuk sama Pak Bagas," ucap Mila pada Lisa. "Ada perlu apa Pak Bagas bertemu sama Lisa anak marketing itu ?" tanyanya dalam hati.


"Makasih Bu Mila.."

__ADS_1


Lisa pun masuk keruangan Bagas dengan sedikit gugup, soalnya baru kali ini dia masuk keruangan CEO.


"Permisi Pak.."


"Oh iya Lisa silakan duduk." Lisa pun jalan menuju meja Bagas kemudian ia duduk tepat di depan Bagas yang terhalang oleh meja.


"Video yang baru kamu kirim ini beneran..? " tanya Bagas


"Itu beneran Pak dan terjadi baru aja sebelum saya datang keruangan Bapak. Di video itu juga Bu Sonya sempat ngancam Zahra kalau ia masih saja dekat sama Pak Bagas." ujar Lisa


"Tapi Zahra gak kenapa-kenapa kan..? Apa Sonya orangnya emang arogan seperti itu kepada kalian selama dia kerja disini..?!"


"Bukannya saya ingin mengadu ke Pak Bagas, cuman karena Pak Bagas nanya sekalian saja saya beritahu gimana Bu Sonya. Dia memang seperti itu Pak kepada kami, suka seenaknya, sombong dan sok berkuasa. Pak Bagas bisa lihat Cctv di ruangan marketing.


"Oke saya akan melihat Cctv nya nanti. Kalau emang dia sudah melewati batas saya akan memberi teguran kepadanya." ucap Bagas


"Tapi saya salut ke Zahra Pak, dia gak takut kalau sudah berhadapan sama Bu Sonya. Waktu itu juga pernah Bu Sonya marah-marah kepada Zahra tapi Zahra gak takut dan malah menghadapi nya dengan santai karena menurutnya dia gak salah.


"Tapi Sonya gak sampai main kasar kan..?" tanya Bagas pada Lisa


"Enggak kok Pak. Dari yang saya lihat ya Pak, Bu Sonya itu iri sama Zahra karena banyak di kantor ini yang suka dengan Zahra. Bu Sonya ngerasa tersaingi dengan kehadiran Zahra kerja di kantor ini. Zahra tu orang nya baik banget kepada siapa pun, makanya karyawan disini senang sama dia. Sebelum nikah sama Pak Bagas ada beberapa karyawan yang ngungkapin perasaan nya ke Zahra, tapi gak ada yang di terima sama dia. Kalau saya tanya kenapa setiap laki-laki yang suka sama dia gak pernah ada yang di terima. Zahra selalu bilang kalau dia sudah punya jodoh dari orang tuanya walaupun dia waktu itu belum pernah bertemu sama jodohnya, dan saya yakin itu pasti Pak Bagas." Ucapnya sambil tersenyum melihat Bosnya itu.


"Kamu cerita ke saya kalau Zahra banyak yang suka di kantor ini saya cemburu loh. Tapi dengar jawaban dari kamu kalau Zahra bilang dia sudah memiliki jodoh dari orang tuanya saya malah senang. Saya harus waspada nih sama laki-laki disini, sepertinya saya harus capat umumkan hubungan saya dengan Zahra." Ucapnya menghela nafas panjang.


"Saya pikir lebih bagus juga begitu Pak, lagian biar tidak ada lagi yang berpikiran jelek kepada Zahra karena kedekatan Pak Bagas sama dia. Saya juga Uda ngomong gitu tadi ke Zahra, dan dia jawab akan memikirkan nya lagi. Bapak harus jagain Zahra karena banyak laki-laki disini yang suka sama dia." Ujarnya memanasi Bosnya


"Lisa tolong kamu awasi terus ya..? saya tidak mau terjadi apa-apa kepada Zahra. Dan cepat beri tahu saya kalau ada terjadi sesuatu lagi ,apa lagi kalau sempat ada laki-laki yang mendekatinya kamu harus langsung beri tahu saya."


"Oke Pak.." Kalau gitu saya permisi dulu, takut mereka cariin saya karena terlalu lama di toilet. Soalnya saya ijin ke mereka ke toilet.


"Oke.. makasih Lisa informasinya.."


"Iya Pak sama-sama. Saya senang bisa bantu Pak Bagas. Saya pamit kembali keruangan Pak."


"Ya silahkan. Selamat bekerja Lisa," ucapnya sembari tersenyum kepada Lisa


"Iya Pak." Jawabnya. Lisa pun keluar dari ruangan Bagas, dan kembali keruangan nya lantai lima.


Flashback off


Lisa lah orang yang sudah merekam Sonya bertengkar oleh Zahra dan mengirimnya ke ponsel Bagas. Lisa yang menjadi mata-mata dan mengawasi Zahra selama bekerja di kantor sejak Zahra belum mau ungkapin hubungannya dengan Bagas. Karena Bagas kuatir oleh istrinya, karena gosip dirinya dan Zahra. Bagas tidak ingin ada yang menyakiti istrinya.


Saat itu tanpa sengaja Bagas melihat Lisa di sebuah cafe, waktu itu Lisa istirahat makan siang yang ingin bertemu dengan temannya dan bertepatan Bagas di cafe itu juga sedang bertemu dengan kliennya. Bagas nyamperin Lisa di mejanya, mereka sempat ngobrol sebentar dan setelah itu Bagas meminta no ponsel Lisa mereka pun bertukar no ponsel, agar Lisa bisa memberi tahu ke Bagas kalau ada terjadi apa-apa oleh Istrinya di kantor.

__ADS_1


__ADS_2