
Tak terasa sudah 5 hari Bagas dan Rio berada di Bali. Laporan yang mereka perbaiki sudah selesai mereka kerjakan selama 4 hari. Sedangkan karyawan yang sudah menipu Perusahaan sudah di pecat dan tidak di berikan pesangon mau pun sebagainya. Masih beruntung mereka tidak di masukkan ke dalam penjara oleh Papanya Bagas. Papa dari Bagas masih memikirkan istri dan anak-anak mereka jika ditinggal suaminya masuk penjara.
Mereka yang tak lain, pertama adalah Manajer, dialah otak dari rencana jahat mereka kepada Perusahaan. Kedua, Bagian administrasi, yang mengatur keuangan di Perusahaan cabang tersebut. Dan yang terakhir bagian yang mengerjakan laporan penjualan, yang mencatat masuk dan keluarnya barang dari gudang. Awalnya sang manajer mengelak dari tuduhan itu. Tapi setelah melihat semua bukti Cctv dan juga rekaman percakapan mereka bertiga, akhirnya ia tidak bisa berkutik lagi.
Mereka bertiga meminta maaf dan memohon kepada pemilik WILLIAMS GRUP yaitu Bimo William untuk tidak masukkan mereka ke penjara. Bimo menerima permohonan maaf mereka dan tidak memasukan mereka bertiga ke penjara. Tapi mereka langsung di pecat oleh Papanya Bagas. Tanpa pesangon mau tunjangan. Mau tidak mau mereka harus menerima keputusan pemilik Perusahaan, daripada di masukkan ke jeruji besi.
Sebenarnya Bagas dan Rio tidak setujuh dengan keputusan Papanya yang melepaskan mereka gitu aja. Masalahnya begitu banyak uang yang mereka ambil. Dan hampir setahun mereka melakukan itu. Perusahaan Uda rugi banyak karena ulah mereka. Tapi Papanya hanya menjawab, ikhlaskan aja mungkin itu bukan rezeki kita. Biar Allah yang akan membalas perbuatan mereka bertiga. Papanya juga tidak mau ada dendam. Ya mau gimana lagi Bagas dan Rio pun mau gak mau menyetujui keputusan Papanya. Karena Perusahan milik Papanya.
WILLIAMS GRUP adalah peninggalan dari kakeknya yang ia bangun dari nol sampai bisa berkembang pesat. Saat kakeknya pensiun WILLIAMS GRUP di serahkan kepada anak laki-laki satu-satunya yang tak lain adalah Bimo William. Karena anak dari kakeknya Bagas hanya satu yaitu Papanya. William menyerahkan seluruh Perusahaannya yang di Indonesia kepada anaknya yaitu Bimo sedangkan Perusahaan yang di London sudah William pindah namakan kepada cucunya yaitu Bagas Saputra William. Sebelum meninggal William sudah berpesan kepada mereka untuk menjaga seluruh Perusahaan yang sudah ia bangun dari nol. Ia ingin cucu maupun anak-anak dari cucunya, bisa menikmati jerih payahnya selama ini.
🌹🌹🌹
Malam ini Bagas dan Rio akan kembali pulang ke Jakarta. Bagas sudah terlalu rindu kepada isterinya. Awalnya mereka niat pergi ke Bali dua hari. Ternyata masalah begitu besar jadi mereka berada di Bali sampai lima hari. Itu pun mereka menyelesaikan pekerjaan sampai lembur setiap hari makanya mereka bisa cepat selesai.
Bagas pulang ke Jakarta malam ini sengaja tidak memberitahu kan kepada istrinya. Ia ingin memberi kejutan ke Zahra iatrinya. Bagas juga sudah menyuruh adiknya Sheina untuk pulang lagi kerumah Papanya. Karena setelah sampai dirumah Bagas ingin melepas rasa rindu berdua bersama istrinya, tentunya Bagas tidak mau di ganggu oleh siapa pun. Sedangkan Papa mereka sudah pulang lebih dulu saat itu juga. Karena Papanya juga telah ikut mempersiapkan acara ulang tahun Perusahaan yang di adakan Sabtu malam Minggu besok.
Sore harinya Bagas dan Rio pulang menuju Resort setelah selesai mengerjakan pekerjaan yang masih tersisa. Dan mereka juga mengadakan meeting kepada seluruh karyawan yang ada di Perusahaan cabang di Bali tersebut. Bagas juga mengatakan kepada mereka jika seperti itu terulang kembali dia tidak akan lepaskan begitu saja perbuatan mereka. Dan jika benar-benar terjadi ia langsung membawanya ke kantor polisi. Tidak ada ampun untuk orang yang berkhianat di Perusahaan. Membuat semua karyawan yang saat itu ikut meeting bersama CEO mereka ketakutan melihat ekspresi marah CEO WILLIAMS GRUP.
Kalau untuk menggantikan Manager serta karyawan yang terlibat atas masalah Perusahaan, akan di bicarakan lagi oleh Papanya setelah acara ulangtahun Perusahaan WILLIAMS GRUP selesai. Papanya sendiri yang akan memilih pengganti mereka.
Sampainya di resort Bagas dengan memakai baju santainya, Bagas mengajak Rio dan Johan nongkrong di Cafe yang tidak jauh dari Resort tersebut. Mereka berbincang-bincang terlebih dahulu menghilangkan rasa penat, sebelum malam harinya Bagas dengan Rio akan tebang ke Jakarta.
Bagas dengan gaya santai memakai kaos berwarna hitam tak lupa dengan kaca matanya. Kebiasaannya kalau mau pergi kemana saja tak lupa selalu memakai kacamata.
__ADS_1
Ini dia babang Rio, ia tidak mengganti pakaiannya. Ia masih tetap memakai pakaian yang Rio pakai di kantor tadi. Pria tampan yang paling di cintai oleh Sheina, yang tidak pernah membuat Sheina bisa berpaling ke pria lain.
"Bro gimana yang gue minta kemaren sama Lo?" Tanya Bagas sembari meneguk kopi yang ia pesan di cafe tersebut.
"Lo tenang aja gue yang akan langsung melihat rekaman Cctv besok jika sampai di kantor." Jawab Rio.
"Setelah selesai acara ulangtahun Perusahaan, akan gue pecat orang yang Uda nyebarin foto gue dengan Zahra ke semua karyawan kantor." Ujarnya. "Jika itu juga ada sangkut pautnya dengan Sonya, gue juga akan langsung pecat dia." Tambahnya lagi.
"Keputusan ada di tangan Lo bro.. lo kan Bosnya. Lagian kalau mau bermesraan tu dirumah aja. Jangan di kantor apalagi itu di parkiran. Kebiasaan sih Lo main nyosor aja tanpa lihat tempat. Jadi begini deh bikin gue pusing aja." Ujarnya sembari tersenyum geli memikirkan foto Bagas dan Zahra saat berciuman yang kemaren di lihat dari ponsel Bagas.
"Bawel Lo!! Entar lo bakalan ngerasain kaya gue juga."
"Ck. Gue sumpain Lo bakalan lebih dari gue bucinnya sama pasangan Lo entar. Dan gue sumpain Lo posesif nya sama pasangan Lo melebihi gue." Ucap Bagas kesal.
"Oke kita lihat aja entar sumpah Lo bakalan terjadi atau enggak." ucapnya sembari tersenyum melihat wajah kesal dari Bagas.
"Oke. Dan pada saat itu benaran terjadi gue yang langsung tertawa senang karena sumpah gue beneran terjadi."
Sedangkan Johan yang ikut duduk bersama mereka pun hanya tersenyum melihat mereka sembari mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Kenapa Jo senyum lihat kami berdua?" Tanya Rio. "Aneh ya lihat kami seperti ini?"
"Ya begitulah Pak. Ternyata Pak Bagas dan Pak Rio begitu dekat dan akrab seperti Abang dan adiknya." Jawabnya.
__ADS_1
"Kami dari dulu emang seperti ini Jo.. sehari aja kalau gak berdebat seperti ada yang kurang."
"Kamu benar Jo kalau kami ini adalah abang dan adik. Kamu harus tau Jo kalau Rio itu Abang saya.." Ujar Bagas memberitahukan.
"Hah! Pak Bagas serius kalau Pak Rio itu Abang Pak Bagas?" Tanya Johan. Bagas menjawab dengan menganggukkan kepalanya. "Kok selama ini saya gak tahu?"
"Karena memang sengaja di sembunyikan status kami semua. Dari kami kecil status kami memang di sembunyikan oleh Pak Bimo. Makanya karyawan banyak yang tidak tahu kalau kami ini anak dari Bimo William."
"Iya saya baru tahu kalau Pak Bimo punya anak, saat saya mendengar ada yang menggantikan CEO WILLIAMS GRUP dan itu anak dari Pak Bimo. Saya kira Pak Bimo tidak memiliki anak."
"Seharusnya Jo yang jadi CEO itu Rio.. tapi dia tidak mau dan tidak menginginkan jabatan sebagai CEO."
" Kok bisa gitu Pak?"
"Kamu tanya aja sendiri Jo tuh sama orangnya langsung."
" Uda Jo jangan kamu dengar omongan Pak Bagas. Saya hanya anak ang..-" ucapan Rio pun terhenti karena Bagas langsung memotongnya.
"Rio..." Ucapnya memotong pembicaraan Rio, Bagas tidak suka kalau Rio bilang ke orang-orang kalau dia hanya anak angkat dari Papanya.
"Oiya Jo jangan sampai ada yang tahu kalau saya juga anaknya Pak Bimo. Cukup kamu aja yang tahu. Oke."
"Oke Pak."
Selesai mereka nongkrong di Cafe mereka bertiga kembali ke Resort. Karena Bagas dan Rio akan beres-beres menyusun pakaian mereka. Jam 9 malam nanti mereka balik ke Jakarta.
__ADS_1