CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
91. Bab 91


__ADS_3

Tiga tahun kemudian..


"Bunda..." Panggil seorang anak kecil kepada wanita cantik yang sedang asik menyiram bunga di halaman samping rumahnya. Dan di belakang anak kecil itu ada Opa nya yang lagi mengikutinya dari belakang.


"Iya sayang.. anak Bunda yang tampan ini dari mana sih..?! Tanya wanita cantik itu kepada anaknya.


"Bunda Gavin dali jalan-jalan ke Mall sama Opa."Jawab nya


"Lo Mama kemana Pa?" Tanya Zahra pada Papa mertuanya sembari mencium tangan Papanya. Ya wanita cantik itu adalah Zahra, anak kecil itu adalah anak dari Bagas dan Zahra.


Sekitar dua bualan setelah kepergian Bagas ke London, Zahra melahirkan anak laki-laki yang begitu tampan, bernama Gavin Alvaro William. Setelah melahirkan Zahra lebih memilih menempati rumah mereka kembali yang dibeli suaminya Bagas saat pertama kali menikah dulu. Zahra hanya tinggal berdua sama anaknya, soalnya dia tidak mau merepotkan keluarga nya.

__ADS_1


Sudah tiga tahun berlalu, tapi Bagas belum ada pulang ke Indonesia lagi. Samapi sekarang ingatan Bagas belum juga kembali, ia masih belum mengingat Zahra istrinya.


Sejak Bagas pergi ke London Papa Bimo dan Mama Susi tidak lagi memperdulikan Bagas, karena Papa dan Mama kecewa dengan anaknya sendiri. Saat Zahra melahirkan Gavin, Papa Bimo meminta Bagas sekali saja pulang ke Indonesia untuk melihat anaknya yang baru lahir. Tapi Bagas tidak bisa, dengan alasan banyak sekali pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal. Jadi saat itu Papanya marah dan kecewa dengannya. Sampai sekarang mereka tidak tahu gimana keadaan Bagas di London. Tapi Papa Bimo sempat tahu keadaan nya Bagas dari Gio sahabat anaknya saat SMA, dan Gio bilang kalau Bagas baik dan sehat-sehat saja berada di London. Gio juga sempat singgung soalnya Zahra ke Bagas, tapi Bagas seakan tidak perduli. Apa yang Dokter Haris bilang tiga tahun yang lalu itu benar, kalau orang amnesia bisa cepat ingat dan bisa juga sampai bertahun-tahun. Dan Bagas amnesia sampai tiga tahun lamanya, dan entah sampai kapan dia akan ingat tentang Zahra istrinya atau selamanya ingatan Bagas tidak akan kembali.


"Mama ada tuh lagi di mobil ngambil belanjaan." Jawab Papanya.


"Gavin gak nyusahin Papa dan Mama kan?"


"Enggak nak malahan dia anteng di bawa jalan sama kami." Jawab Mama Susi yang sudah nyamperin Papa Bimo dan Zahra menantunya. Terkadang Papa dan Mama mertua Zahra menginap di rumah Bagas dan Zahra hanya untuk bermain dengan cucunya. Begitu juga dengan Ayah dan Ibunya sering datang dan menginap di rumah anaknya.


Sedangkan Sheina tiga tahun yang lalu, juga melahirkan seorang anak perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan, mereka memberi nama Shakeela Adiva William. Sheina dan Zahra melahirkan hanya berbeda satu bulan saja, Sheina yang melahirkan terlebih dahulu dan bulan depannya di susul Zahra yang melahirkan. Papa Bimo dan Mama Susi sangat bahagia mendapatkan cucu dua sekaligus. Apalagi wajah cucunya bule semua, seperti wajah dari kakek William yang memang asli bule.

__ADS_1


Kehidupan Rio dan Sheina mereka baik-baik saja. Hanya saja Rio begitu cemburuan, terkadang Sheina juga kesal pada suaminya kalau mau pergi jalan saja bersama putrinya Rio selalu tidak memperboleh mereka pergi berdua, Rio mau nya kemanapun Sheina dan anaknya pergi harus bersama dirinya. Alasannya karena Rio tidak mau laki-laki diluaran sana mendekati istrinya, yang menurut Rio istrinya Sheina setiap harinya semakin cantik.



Ini adalah Gavin dan Shakeela. Mereka berdua sangat akrab karena Sheina maupun Zahra sering jalan bersama. Ini dia cucu kesayangan Papa Bimo dan Mama Susi.



*London*


Bagas kini tengah sibuk dengan pekerjaannya. Setelah ia memutuskan untuk kembali ke London, Ia berharap hidupnya akan tenang dan nyaman seperti biasanya. Tapi tiga tahun ini Bagas merasakan hidupnya terasa hampa dan kosong. Seperti ada yang hilang dan kurang dalam hidupnya, tapi Bagas tidak tahu itu apa. Setiap harinya Bagas hanya menyibukkan dirinya dengan pekerjaan untuk menghilangkan rasa kekosongan di hatinya.

__ADS_1


Terkadang Bagas juga kepikiran tentang Zahra, yang keluarganya bilang kalau Zahra itu adalah istrinya. Tapi Bagas bingung sampai sekarang ia belum juga mengingat tentang Zahra. Uda tiga tahun ini Bagas juga tidak pernah berkomunikasi dengan orang tua nya, Setipa kali ia menghubungi Papa dan Mamanya nomor ponsel mereka tidak pernah aktif. Sheina pernah mengatakan padanya kalau orang tuanya marah dan kecewa padanya hanya karena Ia tidak mau melihat anak dari Zahra yang katanya adalah anaknya. Waktu itu bukannya Bagas tidak mau pulang hanya saja memang ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan gitu saja.


Bagas bukanaya tidak berusaha mengingat tentang Zahra, ia berusaha tapi samakin ia berusaha berpikir dan mengingat yang ada kepalanya semakin terasa sakit. Bagas juga sering mengecek keadaan nya kepada Dokter di London, tapi Dokter bilang jangan terlalu dipaksakan untuk mengingat, itu akan tidak baik untuk dirinya.


__ADS_2