CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
104. Bab 104


__ADS_3

Sebulan telah berlalu. Hubungan Bagas dan Zahra semakin hari semakin harmonis pasca tiga tahun mereka berpisah. Apalagi Bagas tidak pernah jauh dari Zahra dan juga Gavin anaknya.


Dan selama sebulan itu Bagas mengajak istri dan juga anaknya menghabiskan waktu berlibur ke Bandung, sekalian mereka berkunjung ke rumah kakak dari Zahra yaitu Yuda Pratama. Bagas juga sekalian meminta maaf ke abang iparnya karena saat Bagas amnesia sempat tidak memperdulikan Zahra yang lagi hamil anaknya dan meninggalkan Zahra selama tiga tahun di London. Soalnya Bagas tidak enak dengan Yuda, ia pernah berjanji tidak akan menyakiti adiknya dan akan selalu membahagiakan nya, tapi nyatanya dia ingkar janji. Tapi Alhamdulillah nya Yuda memaafkannya dan mengerti dengan keadaannya yang amnesia kala itu.


Hari ini Bagas akan membicarakan perihal dirinya yang akan membawa keluarga kecilnya pindah ke London kepada seluruh keluarga nya.


Bagas dan juga Zahra malam ini akan mengundang keluarga nya untuk makan malam di rumah mereka sekalian Bagas akan membicarakan niatnya itu.


"Sayang makan malam nanti kita pesan makan dari luar apa kamu ingin masak sendiri?" Tanya Bagas dengan lembut yang lagi duduk di sofa sembari mengecek email dari Daniel asistennya yang berada di London.


"Zahra masak sendiri aja mas.. tadi Zahra sudah minta tolong sama bibi untuk belanja ke pasar." Jawabnya yang juga duduk disofa di samping Bagas sembari bersandar di bahu Bagas. Sedangkan anak mereka Gavin lagi ada di rumah Opanya.


"Mas aku lihat bibi dulu ya ke dapur siapa tahu bibi sudah pulang dari pasar." Ucap Zahra. Tapi saat akan beranjak dari sofa tangannya di tarik oleh Bagas, Zahra pun langsung terduduk di pangkuannya. Lalu Bagas memeluk pinggang Zahra sembari menatap wajah istrinya dengan sayang.


"Mas.."

__ADS_1


"Hmmm.."


"Lepasin dulu ih! Zahra mau ke dapur dulu mas.. mau lihat bibi Uda pulang atau belum." Bagas tidak mendengarkan rengekan istrinya, ia malah semakin memeluk erat pinggang Zahra sembari memberi kecupan-kecupan kecil di leher Zahra.


"Entar aja sayang.. " bisik Bagas yang saat ini sudah tidak tahan ingin menerkam istrinya sekarang juga.


"Mas.." Rengek Zahra lagi


"Boleh ya.. please sayang sebentar aja." Bisik nya lagi yang saat ini masih saja terus memberi kecupan-kecupan ke area sensitifnya agar istrinya bergairah seperti apa yang ia rasakan sekarang ini.


"Kan ini masih jam 9 pagi sayang..kamu tau sayang kita harus sering melakukannya, kita kan lagi program anak kedua kalau kamu lupa." Ucap Bagas yang masih membujuk istrinya untuk membuat adik buat Gavin.


"Tapi ma.._" Zahra menghentikan ucapannya karena saat ini Bagas sudah melahap bibir istrinya dengan lembut. Bagas tidak memperdulikan istrinya yang protes, kemudian Bagas menggendong istrinya lalu membawanya ke ranjang tanpa mau melepaskan tautan bibirnya ke bibir istrinya. Sedangkan Zahra sudah tidak lagi protes dan hanya bisa pasrah. Dan akhirnya mereka melakukan penyatuan dengan penuh cinta.


Satu jam mereka baru berhenti, yang katanya hanya sebentar ternyata hanya bohong belaka. Bagas menerjang istrinya selama satu jam, itu pun Bagas belum merasa puas, kalau tidak mengingat istrinya akan memasak untuk acara makan malam nanti, ia masih ingin melakukan nya. Lagian mumpung anaknya Gavin masih dirumah Opanya, dan entar malam baru pulang.

__ADS_1



Malam pun tiba. Semua makanan sudah tersedia di meja makan. Zahra memasak makanan lumayan banyak, ia memasaknya sendiri dan di bantu oleh bibi juga tapi bibi hanya membantu memotong sayuran dan menggiling bumbu. Sedangkan yang memasak, Zahra semuanya.


Di ruang tamu saat ini semua keluarga sedang berkumpul. Ada orang tua Bagas, orangtuanya Zahra, Rio dan juga Sheina tak lupa boca lucu dan menggemaskan, siapa lagi kalau bukan Gavin dan juga Shakeela. Sebelum mereka mulai makan malam mereka berbincang sekalian ngajak main dan bercanda sebentar bersama Gavin dan Shakeela.


Setelah hampir setengah jam mereka berbincang Bagas dan Zahra mengajak keluarga nya untuk makan malam yang sudah disediakan oleh istrinya Zahra. Mereka semua pun kini sudah duduk di ruang meja makan dan tengah menyantap hidangan dan menikmati makan malam buatan Zahra.


Selesai mereka menyantap makan malam Bagas mengajak mereka semua untuk duduk santai diruang tv sembari menikmati cemilan yang sudah di sediakan oleh bibi, sekalian Bagas mau memberitahukan niatnya kepada keluarganya.


"Ehemm.." Bagas mulai membuka suaranya. "Pa, Ayah ada yang mau Bagas omongin sama kalian semua." Ucap Bagas dengan menatap serius ke keluarganya. Sedangkan keluarga nya yang lagi asik menonton acara tv, langsung menoleh kearah Bagas dengan raut wajah tak kala serius juga.


"Kamu ingin bicara apa Bagas?" Tanya Papanya.


"Sebelumnya Bagas minta maaf sama semuanya kalau ngomong mendadak, tapi Bagas sudah memutuskan kalau Bagas..

__ADS_1


__ADS_2