CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
113. Bab 113


__ADS_3

"Sa.. sayang kamu sudah selesai?" Tanya Bagas agak sedikit gugup.


"Udah mas.." Jawab Zahra santai sembari menatap wanita yang ada di samping suaminya. Untungnya Gavin lagi melihat-lihat lukisan yang tak jauh dari kasir di Cafe tersebut.


"Dia siapa kamu Bagas?" Tanya Jessica penasaran dengan menatap Zahra tak suka.


"Kenalin dia Istri aku." Jawabnya yang sudah pindah kesamping istrinya sembari memperkenalkan Zahra sebagai istrinya


"Apa! istri kamu! Kamu jangan bercanda deh Bagas, selama ini aku gak pernah dengar CEO dari Perusahaan WILLIAM PROPERTY sudah menikah." Ucap Jessica terkejut.


"Ck, aku gak bercanda Jessica. Nama nya Zahra dia adalah istri aku, dan kami sudah menikah selama empat tahun. Memang tidak banyak yang tahu kalau aku sudah menikah, karena kami nikahnya gak disini tapi di Jakarta." ujarnya menjelaskan.

__ADS_1


"Jadi beneran kamu sudah menikah dengan wanita berhijab ini?!" Tanya Jessica lagi dengan menatap Zahra dari atas sampai kebawa seakan meremehkan penampilan Zahra yang menurutnya biasa saja. "Kamu yakin Bagas gak salah pilih?! Karena setahu aku nih ya, kamu lebih suka wanita yang cantik dan seksi." Ucap Jessica lagi dengan menatap sinis Zahra.


"Apa maksud kamu berbicara seperti itu?!" Tanya Zahra tak terima.


"Apa kamu gak dengar yang baru aku ucapkan! wanita biasa seperti kamu gak pantes sama Bagas. Asal kamu tahu aja kalau tipe Bagas itu wanita yang Cantik dan seksi seper_"


"Seperti anda maksudnya!" potong Zahra langsung. "Saya tahu mantan-mantan suami saya cantik dan seksi, yang bisa nya hanya memamerkan bentuk tubuhnya saja. Tapi nyatanya yang dinikahi oleh mas Bagas adalah wanita berhijab yang biasa ini." ucap Zahra tepat sasaran yang membuat wajah Jessica merah karena kesal dengan ucapan Zahra. "Lagian apa anda gak malu kemana-kemana membuka aurat..!" ucap Zahra dengan nada lembut dan berusaha tidak emosi. "Cih! Jangan sok suci kamu." ucap Jessica kesal.


"Alah! aku yakin kalau kamu ngejebak Bagas kan?! kamu hanya ingin mengincar hartanya kan?! ngaku aja kamu!" Jessica tak mau kalah.


"Jessica! jaga ucapan kamu!" Sentak Bagas. "Wanita yang kamu bilang biasa ini adalah istriku dan aku sangat mencintainya melebihi apa pun. Lagian Zahra lebih baik dari kamu, dia tidak matre dan tidak gila harta seperti kamu. Jangan karena kamu seorang model terkenal menjadikan kamu wanita yang sombong. Bahkan Zahra istriku lebih kaya dari kamu yang hanya seorang model. O iya kamu bilang apa tadi kalau tipe wanita yang aku sukai wanita cantik dan seksi! Kamu salah besar, aku lebih suka wanita sederhana, apa adanya, gak neko-neko, penyayang, pengertian, gak banyak nuntut, pintar memasak, gak suka memamerkan bentuk tubuhnya, dan juga gak gila harta! dan itu semua ada di Zahra. Seandainya pun di dunia ini cuman ada satu wanita yaitu kamu, aku lebih memilih sendiri selamanya dari pada memilih kamu!" Kemudian Bagas memegang tangan Zahra, Bagas mau membawanya pergi dari hadapan Jessica. "Kamu gak apa-apa kan sayang?" Tanyanya kuatir kemudian Bagas mencium kening istrinya.

__ADS_1


"Aku gak apa-apa mas.." Jawabnya.


"Ayo sayang kita pergi dari sini." Saat baru sekali melangkah kan kakinya Bagas kembali berhenti, lalu membalikan tubuhnya kearah Jessica kembali. "Satu lagi Jessi sampai aku dengar kau mengganggu istri atau kehidupan rumah tanggaku, ku pastikan karirmu sebagai model hancur seketika. Ingat itu!" ancam Bagas dengan menatap tajam Jessica. Lalu Bagas kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Jessica sembari merangkul pinggang istrinya posesif menuju kasir untuk membayar yang mereka makan dan nyamperin anaknya Gavin. Setelahnya Mereka langsung pergi keluar dari Cafe tersebut.


Sedangkan Jessica yang masih di meja tempat Bagas tadi masih tertegun setelah mendengar ancaman Bagas. Jessica gak nyangka Bagas se marah itu dan sampai mengancamnya. Sehebat apakah wanita itu sampai Bagas sangat mencintainya, apalagi melihat tatapan Bagas ke Zahra tadi terlihat Bagas memang sangat mencintainya. Berengsek! Umpatnya dalam hati.


Tadinya Jessica ke Cafe tersebut ingin bertemu dengan temannya untuk mencarikan pria yang bisa berkencan dengannya malam ini, karena Jessica butuh uang. Tapi gak di sangka ia bertemu dengan Bagas mantan kekasihnya yang sudah hampir 6 tahun tidak bertemu dengannya. Apalagi Ia melihat Bagas semakin terlihat dewasa dan semakin tampan. Niat hatinya ingin mencoba mendekati Bagas kembali supaya dirinya bisa meminta uang dan barang-barang branded lagi seperti dulu jika menjadi kekasihnya kembali. Bila perlu meminta Bagas untuk menikah dengannya, agar Ia tidak perlu capek-capek menjadi model lagi. Eh ternyata dirinya di kejutkan dengan Bagas yang sekarang sudah memiliki istri.


Setelah melihat istrinya yang menurut nya biasa saja, Jessi ingin berusaha mendapatkan Bagas kembali. Dengan mempermalukan istrinya, mengucapkan kalau ia tidak pantas untuk Bagas dan memanas-manasi istrinya kalau tipe Bagas adalah wanita yang cantik dan seksi, tapi malah dirinya yang di permalukan. Apalagi Bagas sangat membelanya istrinya tadi dan sampai begitu marah dengan dirinya, bahkan sampai mengancam karirnya sebagai model membuat Jessica takut untuk merebutnya.


Apalagi ia melihat tadi Bagas menggendong anak kecil yang sangat tampan dan sedikit mirip dengannya, Jessi yang itu pasti anak dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2