
"Astaghfirullah..!!" ucap seseorang yang baru saja masuk kedalam ruangan Zahra.
Bagas dan Zahra pun terkejut, mendengar suara seseorang yang mengucapkan Astaghfirullah. Bagas pun langsung menoleh siapa yang sudah menggangu kegiatannya bersama istrinya.
"Daniel!" liriknya. Ya, yang baru masuk ke ruangan Zahra adalah Daniel.
"Lo ya kalau mau masuk tuh ketuk pintu dulu kek, jangan maen nyelonong aja!" kesal Bagas sembari menatap tajam Daniel. Sedangkan Zahra menyembunyikan wajahnya di belakang tubuh keker suaminya. Wajah nya sudah bersemu merah dan salah tingkah karena malu ketahuan berciuman bersama sang suami.
"Ini rumah sakit, kalau Lo mau mesum entar kalau Uda ada dirumah!" Ucap Daniel tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Bagas. "Gue Uda ketuk pintu beberapa kali, tapi gak ada jawaban dari dalam! jadi, ya gue masuk aja. Eh.. gak tahunya gue melihat adegan dewasa di dalam." ucapnya menjelaskan sembari tersenyum sinis menatap Bagas.
"Ada perlu apa Lo kesini?!" tanya Bagas dengan masih wajah kesalnya
"Ya gue mau jenguk Zahra lah! kan dia Uda sadar dari koma. Emang kenapa? gak boleh kalau gue jenguk istri loh?!" tanyanya sinis
"Gak! Lo tu ganggu kegiatan kami aja! Sebenarnya Lo ada apa kesini?" tanya Bagas lagi.
"Ck. Gue kesini mau minta tanda tangan Lo, soalnya berkas ini harus segera gue kirim ke klien kita. Mereka minta hari ini juga." jawab Daniel. "ini berkasnya dan cepat Lo harus tanda tangan." Ucap Daniel yang langsung menyerahkan berkas yang harus di tandatangani oleh Bagas.
__ADS_1
Bagas kemudian mengambil berkas tersebut dari tangan Daniel lalu menandatangani berkasnya.
Tiga hari telah berlalu dan hari ini Zahra sudah di perbolehkan pulang ke rumah oleh Dokter Gwen. Karena memang keadaan Zahra yang sudah membaik, tapi walaupun begitu Zahra harus tetap banyak istirahat. Tidak di perboleh melakukan kegiatan yang membuat dirinya kelelahan.
Saat ini Bagas lagi mengemasi barang-barang Zahra selama di rawat di rumah sakit. Sedangkan semua keluarga mereka berada di kediaman kakek William menunggu kedatangan Bagas dan Zahra. Mereka juga sudah membuat kejutan kecil untuk menyambut kedatangan baby Zoya.
"Kamu sudah siap sayang?" tanya Bagas yang baru saja selesai berkemas. Bagas langsungg menyerahkan tas istrinya ke supir, untuk di letakkan ke bagasi mobil.
"Sudah mas.." jawab Zahra sembari tersenyum menatap Bagas.
Sampainya di mobil, Bagas langsung mengangkat Zahra dari kursi roda dan mendudukkan di dalam mobil. Kemudian Bagas mengambil anaknya, Zoya dari suster.
"Terimakasih sus.." ucap Bagas.
"Sama-sama tuan." balas suster itu. "Kalau begitu saya permisi tuan." Suster tersebut langsung meninggalkan mereka.
__ADS_1
Selanjutnya Bagas pun masuk kedalam mobil, duduk di samping istrinya di kursi belakang.
"Ayo pak kita jalan, orang yang ada di rumah sudah menunggu." ucap Bagas pada supir mereka.
"Baik tuan." balasnya.
🌹Hei teman-teman semua, terimakasih yang sudah mau membaca karya author, CEO Ku Adalah Suamiku.. dan beberapa bab lagi akan selesai ya.. Jangan lupa juga mampir ke karya kedua Author ya.. judulnya Yasmin! I Love You.🌹

Ini cerita tentang Gio Faresta Adijaya sahabat dari Bagas dan Rio. Jangan lupa mampir..
__ADS_1
Terimakasih juga buat teman-teman yang udah mau like, vote dan komen karya author.. maaf kalau ada salah-salah kata.🙏🌹