CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
126. Bab 126


__ADS_3

Selesai makan malam kini mereka semua berkumpul di ruang tengah sembari menonton tv dan bermain dengan kucing-kucing milik Gavin.


"O iya Niel Lo mau ngomong apa nih sama gue. Lo bilang tadi pengen main kerumah karena ada yang mau di bicarakan.." Ucap Bagas yang mulai pembicaraan. Daniel pun langsung menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan.


"Ehemm, Gini bro sebenarnya gue kesini dengan Lisa ada yang pengen gue omongin sekalian gue mau minta tolong ke Lo." Ucap Daniel serius membuat Bagas penasaran apa yang mau di omongin oleh sahabatnya ini. "Bro gue mau ajukan cuti, soalnya gue ingin melamar Lisa ke orangtuanya di Indonesia, tapi gue bingung orang tua gue sudah meninggal dan saudara gue semua berada di Malaysia. Sedangkan gue sudah lama tidak pernah lagi pulang ke Malaysia dan gue juga gak tahu mereka masih disana atau gak. Bagas gue mau minta tolong sama Lo untuk temenin gue buat melamar Lisa ke rumah orang tuanya Indonesia." Ucap Daniel yang mengutarakan maksud kedatangannya dan memberitahukan niatannya untuk melempar kekasihnya yaitu Lisa sahabat dari Zahra.


"Alhamdulillah Lo serius bro mau melamar Lisa?" Tanya Bagas untuk meyakinkan lagi.


"Iya bro, gue Uda merasa cocok dan gue nyaman banget sama Lisa.. dan gue gak mau gagal lagi kalau lama-lama pacaran." jawabnya menjelaskan.


"Lo sendiri gimana Lis, mau dilamar sama Daniel?" tanya Bagas pada Lisa.

__ADS_1


"Iya pak Bagas, seperti yang diucapkan oleh kak Daniel, saya juga gak mau lama-lama pacaran takutnya gak jadi, kalau kami sudah sama-sama yakin apa salahnya melanjutkan hubungan kami ke jenjang pernikahan. Semoga kak Daniel emang jodoh yang di berikan tuhan untuk Lisa dan sebaliknya." Jawab Lisa dengan penuh keyakinan. Membuat mereka yang mendengarnya tersenyum senang dan bahagia, apalagi Zahra sebagai sahabat Lisa dirinya sangat-sangat bahagia melihat sahabatnya menemukan pendamping hidup yang tepat. Ternyata perjodohan yang ia rencanakan dengan sang suami berhasil.


"Gue sih mau aja nemenin Lo buat ngelamar Lisa ke keluarganya di Indonesia, tapi gimana dengan Perusahaan gak ada yang handel jika kita berangkat kesana semua.." Ucap Bagas yang tidak bisa meninggalkan Perusahaannya.


"Mas kita ikut ya kesana..lagian kandungan aku sudah kuat kalau mau berpergian jauh." rengek nya yang mau ikut pulang ke Indonesia dan mendampingi Daniel melamar Lisa ke keluarganya. "Mas kasian kak Daniel gak ada yang dampingi dia untuk melemar Lisa ke sana." ucap Zahra membujuk suaminya.


"Ya uda oke, tapi jangan lama-lama berada di Indonesia, karena gak mungkin kita ninggalin Perusahaan tanpa ada yang memantau secara langsung." akhirnya Bagas memutuskan ikut ke Indonesia untuk mendampingi Daniel sahabatnya.


"Lo tenang aja bro, gue uda mengosongkan jadwal Lo beberapa hari ke depan dan gue Uda menyuruh orang yang gue percaya untuk memantau Perusahaan Lo."


"Hahaha iya dong.. kemungkinan besok kita berangkat gue Uda pesan tiket pesawat untuk kita semua." ucapnya senang karena Bagas mau mendampinginya.

__ADS_1


"Ck! dasar lo ya gak ada mau cerita ke gue sebelumnya."kesalnya.


"Sorry bro.." mereka semua tertawa melihat kekesalan Bagas.


Setelah kemarin Daniel berbicara dengan Bagas untuk minta tolong mendampinginya melamar Lisa ke Indonesia, kini mereka semua sudah berada di Bandar udara Internasional London Heathrow dan mereka akan berangkat ke Indonesia malam ini. Pagi nya sebelum berangkat, Bagas membawa istrinya Zahra untuk mengecek kandungannya pada Dokter kandungan, karena Bagas tidak mau terjadi apa-apa kepada istri dan anaknya, alangkah baiknya dirinya bertanya dulu soal ini ke Dokter kandungan boleh atau tidaknya Zahra pergi menaiki pesawat. Alhamdulillah setelah mengecek kesehatan Zahra dan kandungannya dalam baik-baik saja, dirinya boleh berpergian jauh dengan naik pesawat. Dan Dokter juga sudah memberikan tips-tips jika ingin berpergian jauh menaiki pesawat dalam keadaan hamil. Untungnya kandungan Zahra sudah berusia 6 bulan, jadi masih terbilang aman untuk naik pesawat asalkan tidak terlalu sering.


"Mas aku pengen tidur di peluk sama kamu.." rengek Zahra yang saat ini mereka sudah berada di dalam pesawat.


"Gak bisa dong sayang mas tidur peluk kamu, ini bukan jet pribadi yang ada kamar pribadinya sayang.." ucap Bagas sembari mengelus perut istrinya.


"Kenapa tidak memakai jet pribadi milik kakek William aja mas.."

__ADS_1


"Kalau itu salahkan Daniel yang tidak mau bicara dulu sebelumnya sama mas, main beli tiket pesawat gitu aja. Kalau dia cerita ke mas, kan bisa kita memakai jet pribadi kakek. Tapi kalau kita batalin tiketnya sayang dong dan gak enak sama Daniel juga yang Uda membelikan tiket pesawat untuk kita semua." Ucapnya menjelaskan ke Zahra. "Ya uda kamu tidur ya sayang, jangan sampai gak tidur. Mas elus perutnya ya biar kamu bisa tidur." Bagas kemudian mencium kening istrinya dengan lembut sembari mengelus perut buncit istrinya. "I Love you sayang.." bisiknya.


"I Love you to mas.." Balas Zahra sembari menatap sang suami penuh cinta.


__ADS_2