
Acara Pesta Ulang tahun Perusahaan WILLIAMS GRUP masih terus berlangsung dengan sangat meriah. Para tamu undangan begitu sangat menikmati acara tersebut.
Saat ini Bagas telah memperkenalkan Zahra kepada kolega-kolega Papanya yang ditemani juga oleh Papanya. Sedangkan Rio masih sibuk memperhatikan Sheina tengah asik berbincang kepada salah satu anak dari kolega Papanya Bimo. Membuat Rio emosi sendiri melihat Sheina dekat dengan lelaki lain selain dirinya. Ingin sekali rasanya Rio menghajar lelaki tersebut yang sok akrab dengan Sheina. Apalagi melihat tatapan laki-laki itu kepada Sheina, membuat dirinya tidak tahan lagi untuk tak menghajarnya. Rio terus saja melihat mereka tanpa mau berpaling ke arah lain sembari mengepalkan kedua tangannya.
Padahal tanpa Rio sadari Sheina sengaja melakukan itu. Sheina ingin melihat reaksi Rio, ia cemburu atau tidak jika melihat dirinya dekat dengan laki-laki lain. Sheina ingin membuktikan benar atau tidak Rio memiliki perasaan padanya. Dan dari gelegat yang Sheina lihat, sepertinya Rio cemburu melihat ia dekat dengan laki-laki lain. Tadinya Sheina untuk melakukan rencananya ia ingin mencari laki-laki yang akan diajaknya untuk ngobrol dan manas-manasin Rio. Tapi tanpa perlu mencari ternyata sudah ada yang mendekatinya, laki-laki itu mengajak dirinya kenalan dan Sheina langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membuat Rio cemburu.
Hati Rio semakin panas, melihat Sheina yang tertawa bersama lelaki itu, akhirnya Rio tidak tahan lagi kemudian ia nyamperin mereka berdua.
Saat asik mengobrol mereka di kejutkan oleh Rio yang datang nyamperin mereka berdua.
"Maaf ganggu perbincangan kalian berdua, bisa saya pinjam Sheina nya sebentar?"
"O iya silahkan..?" Jawab lelaki tersebut. Yang mengijinkan Rio membawa Sheina padahal ia masih ingin mengobrol lebih lama lagi. Tapi apa boleh buat ia tidak enak kepada Rio, yang ia tahu bahwa Rio anak angkat dari Bimo William. Jadi kemungkinan Rio Abang dari Sheina juga.
Setelah meminta izin kepada lelaki itu, Rio langsung membawa Sheina keluar dari tempat acara pesta. Rio menarik tangan Sheina ingin membawanya ke taman yang ada di hotel milik dari Ayahnya Zahra. Rio terus saja menarik Sheina tanpa sadar membuat Sheina merasa kesakitan akibat begitu kuat genggaman tangan Rio di pergelangan tangan Sheina.
"Kak Sheina mau dibawa kemana? Ini tangan Sheina sakit tau..!" Ucapnya kesal pada Rio. Tiba-tiba saja Rio langsung berhenti setelah ia mendengar Sheina sedang kesakitan, kemudian Rio langsung melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Sheina.
"Maaf-maaf kakak gak sengaja. Sakit ya..?" Tanya Rio sembari mengelus tangan Sheina.
"Sedikit!" Jawab Sheina ketus. "Emangnya kakak mau bawa Sheina kemana sih?!"
__ADS_1
"Kita ke taman hotel sebentar ya? Ada yang pengen kakak omongin sama kamu." Ucapnya sembari menggenggam jemari tangan Sheina dan menariknya dengan lembut.
Sekarang disinilah mereka duduk di sebuah kursi di taman Hotel. Rio dan Sheina duduk bersebelahan. Satu menit, dua menit sampai lima menit Rio masih diam. Sheina masih menunggu Rio untuk berbicara. Rio bingung harus memulai dari mana, ingin ungkapin perasaan nya. Sampai 10 menit Rio tak kunjung mengeluarkan suaranya, akhirnya Sheina beranjak dari duduknya ingin pergi dari taman tersebut. Saat kaki akan melangkah tangan Sheina sudah ditarik oleh Rio dan membawanya kembali duduk.
"Mau kemana hmm?" Tanya Rio.
"Sheina mau kembali ke tempat acara. Habisnya kakak gak mau ngomong juga. Katanya ada yang mau di omongin tapi kakak dari tadi diam aja." Jawabnya kesal melihat Rio.
"Iya kakak minta maaf." Kemudian Rio beranjak dari duduknya, lalu ia berlutut dihadapan Sheina dan Rio juga mengambil kedua tangan Sheina lalu menggenggam nya.
"Sheina, kakak tidak tahu ini terlalu cepat atau tidak. Tapi kakak gak mau terlambat untuk mengatakannya padamu. Shein sebenarnya kakak memiliki perasaan sama kamu. Kakak jatuh cinta sama kamu Shein.. Kamu bisa percaya atau tidak sama kakak. Yang jelas itulah yang kakak rasain sama kamu Shein.. Sebenarnya kakak juga gak tahu sejak kapan rasa itu hadir. Tapi saat pertama kali bertemu dengan kamu di Kantor waktu itu. Debaran jantung ini berdetak sangat kencang, dan tiba-tiba saja muncul perasaan aneh di hati kakak. Awalnya kakak mengabaikannya, karena kakak kira itu hanya perasaan seorang kakak yang sudah lama tidak bertemu dengan adiknya. Tapi ternyata itu salah Shein.. berusaha kakak mengabaikan itu, tetapi detak jantung kakak saat bertemu sama kamu semakin bergetar, rasa cinta itu semakin muncul dan kakak merasakan rindu yang sangat saat kakak tidak bertemu kamu. Apalagi waktu kakak di Bali, rasanya terasa sesak menahan rindu ke kamu Shein. Dan kakak juga gak suka lihat kamu dekat dengan laki-laki lain. Ingin rasanya kakak menghajar lelaki tadi yang sok akrab sama kamu." Ucap Rio sembari terus menatap wajah cantik wanita yang ia cintai. Ia menunggu jawaban apa yang akan di ucapkan Sheina padanaya.
Sheina terpaku beberapa saat setelah mendengar ungkapan cinta dari Rio. Jantung Sheina berdetak kencang. Ya Allah apakah rasa cintanya selama ini kepada kakaknya Rio terbalaskan? Ternyata Kak Rio juga suka padanya. Berarti cinta gue ke kak Rio selama ini tidak bertepuk sebelah tangan? Gumamnya dalam hati.
"Shein.. I love you..! I really... really love you Shein..." Ucap Rio dengan tatapan penuh cinta kepada Sheina.
Sheina yang tadinya menunduk, kini menatap mata Rio Sheina ingin melihat Rio bohong padanya atau tidak. Tapi Sheina tidak melihat itu di mata Rio, melainkan ia melihat tatapan cinta dari matanya. Tanpa terasa Sheina meneteskan air matanya, membuat Rio panik melihat Sheina meneteskan air matanya.
"Shein kok mala nangis..? Apa ada kata-kata kakak yang nyakiti hati kamu?" Tanya Rio ke Sheina sembari mengusap air mata Sheina dengan ibu jarinya.
"Maafin kakak Shein, kakak hanya ungkapin perasaan kakak selama ini sama kamu, bukan ingin membuat kamu sedih dan nangis seperti ini.." Rio kembali duduk di samping Sheina. Kemudian ia langsung memeluk Sheina sembari masih terus meminta maaf.
__ADS_1
"Kak, bisa kakak Rio ulangi lagi kata-kata yang baru kakak ucapkan ke Sheina tadi?"
"Yang mana Shein?" Tanya Rio sembari melepaskan pelukannya dari Sheina.
"Yang tadi Kak.." ucap Sheina.
"Iya yang mana Shein?" Tanyanya sembari menggoda Sheina.
"Kak.." panggil Sheina. Kemudian ia beranjak dari tempat duduknya ingin ninggalin Rio. Saat akan melangkah, tiba-tiba saja Rio langsung berlutut kembali di depannya sembari mengeluarkan kotak kecil dari saku jasnya lalu ia membukanya dan mengeluarkan kan benda tersebut dari kotaknya.
"Shein mungkin ini terlalu cepat buat kamu, tapi kakak gak mau kehilangan kamu. Shein kamu berhak mendapatkan seseorang yang terbaik, seseorang yang mendukungmu tanpa batas, dan mencintaimu tanpa akhir. Maukah kamu menjadikan diriku sebagai orangnya? Shein maukah kamu menjadi pendamping hidup kakak? Menjadi Ibu dari anak-anak kakak? Shein Will you marry me?"
Sheina menutup mulutnya terkejut, setelah mendengar ungkapan cinta atau bisa di bilang melamar dirinya secara tak langsung, membuat Sheina terharu dan ingin rasanya ia kembali menitihkan air mata.
"Kak kamu serius melamar Sheina?"
"Kakak serius Shein ingin menjadikan kamu pendamping hidup kakak sekarang dan selamanya.. I really.. really love you Shein.. Jika kamu terima lamaran kakak, kamu bisa sematkan cincin ini ke jari manis kamu dan jika kamu menolaknya kamu bisa membuang cincinnya. Kak berharap kamu tidak membuangnya Shein?"
Tanpa pikir panjang lagi Sheina langsung menjulurkan tangannya ke depan Rio memberi isyarat ke Rio untuk memakaikan cincin ke jarinya. Rio yang mengerti isyarat dari Sheina langsung memakai kan cincin tersebut ke jari Sheina kemudian ia mengecup tangannya, lalu Rio berdiri kembali dan memeluk Sheina sangat erat sembari mengecup kening wanita yang ia cintai.
Rio sangat senang dan bahagia hari ini karena cintanya di terima oleh Sheina. Mereka kembali duduk di kursi taman, membahas kelanjutan hubungan mereka kedepannya.
__ADS_1
🌹teman-teman author bahas cerita Rio dan Sheina dulu ya..🙏❤️🌹