
Sekarang jam 9 pagi, saat nya mereka akan meeting.
Kini para seluruh pemilik saham dan seluruh Kepala Divisi sudah berkumpul di ruang meeting.
Tibalah orang yang di tunggu-tunggu pun datang ke ruangan, yaitu Bimo, Bagas anak dari Bimo serta asisten Rio.
"Selamat pagi semua..." ucap Bimo Papa Bagas. "Pagi.." jawab mereka semua yang ada di ruangan tersebut. "Terima kasih karena rekan rekan sudah mau hadir di pertemuan ini, baiklah akan saya mulai. Di sini saya selaku pemilik Perusahaan WILLIAMS GRUP ingin memberitahukan kepada rekan semua bahwa hari ini posisi saya sebagai CEO akan digantikan oleh putra saya Bagas Saputra William, yang belum lama ini baru datang dari London. Kalian tenang saja dia juga tak kalah hebat nya dari saya dalam menjalankan Perusaahan, selama ini Bagas menjalankan Perusahaan papa saya yang di London. Jadi buat rekan-rekan tolong kerjasamanya." ucap Bimo menjelaskan rapat hari ini untuk memperkenalkan putranya yaitu Bagas.
"Bagas perkenalkan diri kamu." ucap papa nya.
"Pagi semua, saya adalah Bagas Saputra William yang akan menggantikan Papa saya sebagai CEO di Perusahaan ini, saya ingin kita sama sama untuk mengembangkan Perusahaan ini lebih maju lagi, mohon kerjasamanya sekian dan terima kasih." ucap Bagas sambil tersenyum kapeda mereka.
Beberapa wanita yang diruangan itu terpesona oleh ke tampanan Bagas, ada juga yang berpikiran ingin memilikki Bagas. Mereka ingin sama sama mengambil hati CEO mereka yang baru.
Meeting pun selesai kini jam sudah menunjukan pukul 11.30.
"Pa Bagas pamit pulang dulu ya untuk makan siang, karena Bagas Uda janji pada istriku makan siang dirumah. Apa Papa mau ikut..? sekalian ngerasain masakan Zahra.." Ajak Bagas pada Papanya untuk makan siang di rumahnya.
"Boleh juga, o iya Rio ikut aja sama kita makan siang di rumah Bagas." ucap papa Bagas.
"Ayo bro ikut aja, sekalian entar gue kenalin sama istri gue, tapi inget jangan sampai loe naksir sama istri gue."
Rio dan papa Bagas yang mendengarkan ucapan nya pun tertawa.
"loe tu ya belum lagi gue ketemu sama istri loe, Uda Posesif aja. Gimana kalau gue uda Mandang wajah nya, bisa bisa mata gue loe congkel." ucap Rio sambil ketawa cekikikan.
"Bisa jadi! akan gue congkel mata loe kalau terus mandangin istri gue." Balas Bagas sambil tersenyum sinis.
"Ih serem... !" ucapnya sambil mengejek dan menggoda Bagas.
__ADS_1
Mereka akhirnya tertawa bersama sama. Papa nya yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
" Ya uda ayo Pa, Yo entar istri Bagas Uda nungguin lagi."
Merekapun pergi kerumah Bagas. Papa nya naik mobil bersama Rio sedangkan Bagas naik mobilnya sendiri. Sesampainya di rumah Bagas pun langsung pencet bel rumahnya tak lupa ia mengungkapkan salam
"Assalamu'alaikum.. " ucap Bagas.
"Waalaikumsalam.." jawab dari dalam rumah dengan suara lembut istrinya. Zahra pun membuka pintu rumahnya. "Uda pulang mas?" Ia langsung mencium tangan suaminya.
"Iya sayang..." Jawab Bagas sambil mencium kening istrinya. "Sayang kamu Uda masakan..? soalnya Papa dan asisten mas makan siang disini juga."
"Loh Papa ikut kesini juga?" Tanyanya. "Zahra untung hari ini masak banyak, tapi Papanya mana mas..?" Tanyanya lagi.
"Itu Papa lagi lihat taman di depan, enter juga nyusul." Jawab Bagas.
"Assalamu'alaikum.." Ucap mereka bersamaan
"Waalaikumsalam.." jawab Bagas dan Zahra.
Zahara pun langsung menciumi tangan mertuanya dengan takzim. Lalu ia melihat pria tampan di samping mertuanya. Rio yang ikut melihat pun terkejut lalu ia tersenyum kepada Zahra.
"Kak Rio kan..?" tanya Zahra sambil tersenyum.
"Zahra ya..?! jadi kamu istrinya Bagas.." ucap Rio agak sedikit canggung karena Rio dulu sempat ada hati pada Zahra saat kuliah dulu.
"Iya kak aku istrinya mas Bagas, kak Rio apa kabar..? Uda lama ya gak ketemu, mungkin Uda Satu tahun kali ya.."
Bagas yang mendengarkan mereka pun mengkerut kan keningnya,
__ADS_1
"Sayang kamu Uda kenal sama Rio..?!" tanya Bagas pada istrinya.
"Kenal mas.. kami pernah satu kampus. Tapi saat kak Rio Wisuda kami Uda gak pernah ketemu lagi. Baru ini ketemu lagi mas.." Jawabnya.
"Wah ternyata kalian Uda saling kenal ya.." ucap Papa Bagas. "Zahra, Rio ini anak angkat papa dan yang akan menjadi asisten Bagas."
"Uda ayo kita makan siang dulu, pasti Uda pada lapar kan.." ucap Zahra mengajak mereka untuk makan.
Sekarang ini begitu banyak pertanyaan yang ada di kepala Bagas tentang Istrinya dan Rio, ia akan tanyakan nanti pada istrinya.
Kini mereka sudah berada di ruang makan, Zahra mengambilkan nasi serta lauk untuk suami dan Papa mertuanya sedangkan Rio mengambilnya sendiri,
mereka pun makan siang dengan lahap.
"Sayang masakan kamu enak sekali, bisa bisa mas akan tambah gemuk nih di masakin seenak ini tiap hari. Bagaimana pa masakan Zahra..?"
"Ini enak Zahra, ternyata kamu pinter masak juga yah, nanti papa jadi betah makan disini nih..!" ucap papa nya sambil tersenyum
"Makasih pa.. Alhamdulillah kalau kalian suka masakan Zahra."
"Entar kasihan Mama Pa.. masakan mama gak ada yang makan." ucap Bagas cekikikan
"Hahaha kamu benar juga Gas, entar bidadari papa ngambek lagi!" Ucap Papanya.
"Bro tambah lagi jangan sungkan, entar nyesel loh gak mau nambah masakan istri gue." ucap Bagas sambil menggoda Rio.
Rio yang mendengar itu hanya tertawa saja.
Setelah selesai makan mereka pun pamit untuk kembali kekantor.
__ADS_1