
"Ka.. kamu siapa? Apa sebelumnya kita pernah kenal atau bertemu?" Tanya Bagas pada Zahra.
Deg
Dadanya terasa ada yang menghantam setelah suaminya mempertanyakan siapa dirinya. Perlahan Zahra menjauh dari ranjang suaminya sembari meneteskan air matanya. Ia sedih karena suaminya tidak mengenalnya.
"Bagas apa yang kamu bilang? Dia itu Zahra, apa kamu tidak mengenal Zahra?! Tanya Papa Bimo. "Zahra itu istri kamu Bagas.. dan sekarang dia lagi mengandung anak kamu."Ucap Papanya lagi."
"Apa, istri! Papa jangan mengada-ada deh. Pa Bagas belum pernah menikah sama sekali.. lagian sejak kapan Bagas menikah dengan wanita itu?! Bagas aja gak pernah kenal sama wanita tadi Pa..! Sebenarnya Bagas juga bingung kenapa Bagas bisa berada di Indonesia. Bukanya Bagas ada di London..." Ucapnya yang memang tidak mengenal atau mengingat Zahra.
"Sayang Mama tanya kamu sekali lagi, apa kamu benar tidak tahu atau mengenal Zahra?"Kali ini Mama dari Bagas yang bertanya. Bagas hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya. Kemudian Rio mencoba mendekat keranjang Bagas, ia ingin meyakinkan apakah Bagas mengenalnya atau tidak.
"Hei Bro, apa masih ingat sama gue?" Tanya Rio.
"Ya ampun Rio.. Gimana kabar Lo? Uda lama banget gue gak ketemu sama Abang gue ini. Makin gagah dan tampan aja lo." Jawab Bagas sembari memeluk Rio.
"Lo ingat sama gue Gas?" Tanya Rio lagi.
"Apaan sih pertanyaan Lo! Ya jelas ingat lah. Lo tuh Abang gue, anak angkat Papa." Jawab nya lagi.
__ADS_1
"Kak.." panggil Sheina pada kakaknya. Bagas pun melihat wanita yang memanggilnya, dilihat adiknya jalan mendekat ranjangnya. Bagas tersenyum melihat adiknya Sheina, tapi senyumnya memudar saat ia menatap perut adiknya yang membesar.
"Shein Lo hamil?" Tanyanya tak percaya apa yang baru dilihatnya. Adiknya Sheina lagi hamil dan dia tidak mengetahui hal itu. "Lo hamil anak siapa Shein? Kasih tahu gue siapa laki-laki kurang ajar yang Uda menghamili Lo?! Setahu gue Lo belum nikah." Ucap Bagas sedikit emosi.
"Iya kak Shein lagi hamil sekarang, Sheina tidak hamil diluar nikah kak, tapi Sheina sudah menikah dengan laki-laki yang Sheina cintai. Kakak juga tahu kok kalau Sheina sudah nikah, coba kakak ingat-ingat kembali."
Bagas tambah semakin bingung dengan apa yang terjadi sekarang. Ia berusaha untuk mengingat, tapi ia tidak mengingat apa pun, semakin di paksa nya kepalanya semakin terasa sangat sakit. Bagas pun meringis kesakitan sembari memegang kepalanya.
"Aw..!" Pekik Bagas karena kepalanya semakin terasa sakit.
"Kak Bagas kenapa?"Tanya Sheina panik melihat kakaknya yang kesakitan. Papa Bimo yang melihat itu langsung memanggil Dokter Haris. Selang beberapa menit Dokter pun datang, kalau meminta mereka untuk segera keluar dulu.
"Ma mas Bagas gak ingat sama Zahra, apa mas Bagas akan ngelupain Zahrah Ma?"
"Enggak sayang mas mu gak akan lupa sama kamu, entar kita tanya sama Dokter Haris ya.."
Tidak berapa lama Dokter Haris pun keluar dari ruang VVIP.
"Dok gimana anak saya?" Tanya Papa Bimo.
__ADS_1
"Lebih baik kita keruangan saya Pak, biar saya jelasin disana." Jawab Dokter Haris. Kemudian Papa Bimo ikut keruangan Dokter bersama Mama Susi dan juga Zahra. Sedangkan yang lainnya masih menunggu di depan ruangan VVIP.
"Dok kenapa anak saya tidak bisa mengingat Zahra istrinya? Tapi dia masih bisa mengingat kami keluarganya. Apa lagi dia juga tidak mengingat dia mengalami kecelakaan, anak saya hanya ingat kalau dia masih berada di London."
Dokter Haris menghela nafasnya. "Pasien sepertinya mengalami amnesia."Jawab Dokter Haris.
"Tapi Dok kalau Bagas amnesia, kenapa hanya kepada istrinya saja dia tidak ingat, sedang sama kami dia masih mengingatnya. Anak saya juga tidak mengingat kalau dia sudah menikah dengan istrinya sudah setahun ini."
"Begini Pak Bimo yang di alami anak anda, lupa ingatan sebagian saja. Ia hanya mengingat masa lalunya, sedangkan yang baru terjadi selama beberapa bulan atau setahun ini dia tidak mengingatnya. Termasuk kepada Bu Zahra yang baru masuk di kehidupannya." Jawab Dokter Haris menjelaskan.
"Apa ingatan suami saya bisa kembali Dok? dan itu berapa lama kira-kira?" Tanya Zahra.
"Ingatan kembali bisa capat, ada juga sampai bertahun-tahun dan bisa juga permanen. Tapi saya minta jangan paksa pasien untuk mengingat, pelan-pelan saja. Kalau di paksa akibatnya akan tidak baik pada pasien, seperti tadi kalau di paksa untuk berpikir terlalu keras kepalanya akan terasa sangat sakit bisa mengakibatkan pasien meninggal jika terlalu memaksanya. Karena kalau masalah cidera otak kita tidak boleh menyepelekan nya. Perlahan-lahan pasti pasien bisa kembali ingat, tapi tolong jangan sampai memaksanya.
Satu bulan telah berlalu, setelah Bagas sadar dari koma dan di nyatakan amnesia keluarga memutuskan membawa Bagas tinggal kembali di rumah Papa dan Mamanya. Tadinya Papa Bimo nyaranin untuk tetap membawa nya kerumah Bagas sendiri, tapi Zahra tidak setujuh. Akan lebih baik kalau Bagas tinggal di rumah mertuanya. Kalau Bagas pulang kerumah mereka dan ia pasti melihat Foto-Foto pernikahan mereka, takutnya membuat Bagas tidak nyaman.
Zahra pun ikut tinggal di rumah mertuanya, tapi ia tidak satu kamar dengan Bagas suaminya. Walaupun mereka satu rumah, Bagas dan Zahra jarang bicara, Bagas juga selalu menghindar kalau bertemu dengan Zahra. Buat Zahra itu gak masalah asal dia masih bisa melihat suaminya.
__ADS_1
Papanya juga sudah menjelaskan ke Bagas, tentang Sheina yang lagi hamil dan siapa suaminya. Awalnya Bagas memang terkejut karena suami adiknya adalah Rio, anak angkat Papanya. Tapi setelahnya Bagas setujuh dan senang kalau Sheina menikah dengan Rio, karena Rio memang lelaki baik dan bertanggung jawab. Dan seperti yang Bagas lihat kemaren saat Rio dan Sheina main kerumah, Rio terlihat sayang banget dan perhatian pada adiknya.