CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
33. Bab 33


__ADS_3

Jam 4:30 pagi..


Sepasang suami istri tanpa sehelai benang pun masih bergulung di bawah selimut. Sebenarnya Zahra sudah bangun dari tadi, tetapi Bagas tidak mengizinkan dirinya untuk beranjak dari tempat tidur. Bagas masih terus memeluk istrinya dengan sayang.


"Mas lepasin dulu dong.." rengek Zahra


Sudah berapa kali Zahra meminta suaminya untuk melepaskannya, tapi Bagas tak peduli ia masih saja meluk istrinya. Padahal sudah hampir jam lima, ia harus mandi lalu sholat subuh dan membuatkan sarapan untuk mereka berdua.


"Sebentar lagi sayang.." mas masih kangen sama kamu." Jawab Bagas dengan mata yang terpejam, bahkan tubuh mereka masih tidak memakai apa pun.


Zahra menghela nafasnya pelan. Dengan mata yang terpejam tangan Bagas merabah tubuh istrinya kemana-mana. Sungguh tubuh Zahra saat ini benar-benar sakit dan pegal karena percintaan mereka tadi malam, Bagas sampai tak memberinya untuk istrahat sebentar saja. Kalau sampai pagi ini terulang kembali ia gak tau lagi tubuhnya rasanya akan seperti apa. Alasan suaminya karena tidak mau berhenti bercinta tadi malam, ia ingin agar di dalam perut Zahra cepat tumbuh janin penerus WILLIAMS GRUP.


Dalam sujudnya Zahra pun tak pernah lupa meminta kepada Allah agar cepat diberikan anak. Karena Zahra juga tidak enak kepada mertuanya yang menanyakan cucu kepada mereka. Walau pun mertuanya tidak memaksakan mereka langsung memiliki anak, tapi kalau sudah bahas cucu hati Zahra tidak tenang dan merasa bersalah. Apa lagi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kalau ia hamil.


"Mas bangun dong.." Zahra mau sholat subuh loh mas nanti waktunya habis lagi. Zahra juga harus buat sarapan untuk kita mas.." ucap Zahra sembari menyentuh wajah tampan suaminya.


"Lima menit lagi ya sayang..." nanti biar mas bantu kamu buat sarapan, jangan yang terlalu ribet ya. Buat sandwich sama teh aja ya sayang..


"Yakin mau bantu Zahra buatin sarapan? entar bukannya bantu, malah mas asik pelukin Zahra dari belakang lagi.


Bagas membuka matanya setelah mendengar jawaban istrinya, Bagas pun langsung tersenyum.


"Kok kamu bisa tahu sih sayang apa yang ada di pikiran mas. Jawab Bagas sembari tersenyum


"Itukan uda kebiasaan kamu mas.." tambah Zahra lagi


"Haha.. " kamu ini sayang.. ucap Bagas sambil menarik hidung istrinya pelan. Kali ini mas janji beneran bantu kamu buatin sarapan oke.


Zahra lalu beranjak dari kasur ingin pergi ke kamar mandi, tapi tangannya di tarik oleh Bagas. Kemudian Zahra terjatuh di pangkuan suaminya. Bagas menatap wajah cantik istrinya lalu mencium keningnya sambil mengelus rambut lembut istrinya yang harum vanilla. Bagas paling suka dengan harum vanilla rambut istrinya. Kemudian Bagas mencium bibir istrinya singkat.


"Sayang, mudah-mudahan disini tumbuh Bagas junior ya.." ucap Bagas sembari mengelus perut istrinya yang masih rata


"Aamiin..." jawab Zahra


Bagas pun beranjak dari kasur lalu ia menggendong istrinya berjalan menuju kamar mandi. Zahra pun menjerit dan kaget tiba-tiba di gendong suaminya ala bridal style masuk ke dalam kamar mandi. Dan akhirnya mereka mandi berdua. Zahra bernafas lega karena suaminya tidak mengulangi bercinta seperti malam tadi. Setelah selesai mandi Bagas dan Zahra pun sholat subuh berjamaah berdua, untung saja waktunya belum habis.


Saat ini mereka sudah berada di dapur. Kali ini suaminya menepati janjinya membantu dirinya membuat sarapan.


"Sayang entar istrahat kita makan di tempat biasa ya.." ucap Bagas

__ADS_1


"Iya mas.." jawab Zahra


"Sayang kamu apa gak mau umumkan hubungan kita kepada seluruh karyawan..


"Mau mas.." tapi Zah..- ucapannya terhenti karena Bagas langsung memotongnya


"Belum siap! itu kan yang ingin kamu bilang. ucap Bagas sembari menghela nafasnya panjang


"Bukan gitu mas.." jawab Zahra


" Jadi yang benar itu gimana sayang..?!


"Oke. Zahra nyerah kita umumkan hubungan kita. ucapnya sembari menghela nafasnya pelan


"Seminggu lagi kan ulang tahun Perusahaan. Gimana kalau kita umumkan di pesta perayaan ulang tahun Perusahaan besok. Kamu gak masalah kan sayang?


"Ya uda gak apa-apa mas.." jawab Zahra lagi


Selesai mereka sarapan, Bagas dan Zahra langsung berangkat ke kantor. Di dalam mobil Zahra diam sembari memikirkan tentang Sheina yang menurutnya mempunyai perasaan kepada Rio. Ingin rasanya ia memberi tahu suaminya, tapi ia masih ragu.


"Lebih baik gue harus tanya dulu ke Sheina untuk memastikan benar apa enggaknya kalau dia punya perasaan pada kak Rio. Gumam Zahra dalam hati


"Sayang..." panggil Bagas sambil mengelus kepalanya


Zahra terkejut lalu tersadar dari lamunannya karena merasakan kepalanya di pegang suaminya. "Eh. I..iya mas.. jawab Zahra


"Kok kamu ngelamun. Kamu lagi mikirin apa hmm?


"Emm gak ada kok mas.


"Beneran gak ada mikirin apa-apa. Jangan bohong ya sayang.."


"Iya mas beneran gak ada kok. jawabnya


Mobil Bagas pun sampai di Perusahaan. Bagas langsung memarkirkan mobilnya. Sebelum keluar Zahra pun tak lupa mencium tangan suaminya. Kemudian Bagas mencium kening serta bibir istrinya. Lalu Zahra keluar dari mobil dan langsung masuk kedalam gedung meninggalkan Bagas yang masih didalam mobilnya. Tak berapa lama Bagas pun keluar dari mobil lalu masuk ke gedung.


Samapi di depan ruangannya, Bagas seperti biasa selalu menyapa sekretaris nya lebih dulu.


"Pagi Mil.." apa jadwal saya hari ini? tanya Bagas kepada sekretaris nya

__ADS_1


"Pagi Pak.." sebentar Pak saya cek dulu. Jawab Mila


"Nanti aja Mil, entar kamu kasih tau di ruangan saya


Bagas langsung masuk keruangan nya. Tapi langkahnya terhenti karena Mila memanggilnya.


"Pak Bagas.. panggil Mila


"Iya ada apa Mila? tanya Bagas lagi


"Pak Rio ada di ruangan Bapak, dia sudah menunggu Pak Bagas sekitar 15 menit yang lalu.


"Oke.


Bagas membuka pintu ruangannya, kemudian langsung masuk kedalam. Bagas melihat Rio sudah di ruangannya duduk di sofa sembari menatap layar ponselnya.


"Ada apa bro pagi-pagi uda ada di ruangan gue. tanya Bagas


"Ada yang mau gue omongin ke lo. jawab Rio


"Apa itu? tanya Bagas lagi


"Besok kita harus ke Bali Gas.." Ada masalah dengan Perusahaan cabang kita yang disana.


"Emangnya lo gak bisa pergi kesana sendiri? Lo ajak aja Sheina sekalian dia belajar. ujar Bagas


"Enggak bisa Bagas..! Kalau ini Lo yang harus turun tangan langsung.


"Tapi bro gue harus ngurus acara ulang tahun Perusahaan dan waktu kita hanya seminggu.


"Lo tenang aja. Biar Mila yang ngehandel semuanya disini. Dia sekretaris yang pintar dan cekatan bro.. lagian kita cuman dua hari doang, tambahnya lagi.


"Oke. Besok kita berangkat jam berapa? tanya Bagas


"Kalau bisa kita berangkat malam ini dan gue Uda pesan tiketnya jam 9 malam. Supaya paginya kita bisa langsung menyelesaikannya masalahnya. Gimana gak masalahkan kalau kita berangkat malam ini?


"Oke kalau gitu. Lebih cepat selesai lebih bagus. jawab Bagas.


Selesai berbicara dengan Bagas, Rio langsung pergi ke ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2