
"Dari kejadian itu mba Sheina mulai suka sama kak Rio dan jatuh cinta padanya. Apa lagi kalau Sheina ketemu sama kak Rio di rumah, jantung Sheina langsung berdetak kencang. Dimana pun Sheina bertemu dengan kak Rio selalu saja seperti itu mba, jantung Sheina langsung berdetak. Sheina sampai bingung harus gimana mbak.. sampai akhirnya Sheina tamat SMA, dan Sheina lebih memilih untuk melanjutkan kuliah ke London ya berharap Sheina bisa ngelupain kak Rio disana seiring berjalannya waktu." Ucap Sheina.
"Tapi apa kamu bisa melupakannya saat berada di London?" tanya Zahra
"Boro-boro mba', Sheina malah kangen terus sama kak Rio. Sampai rasanya terasa sesak mba. Tapi Sheina sudah terlanjur kuliah disana. Ya mau gak mau Sheina harus nyelesaikannya sampai Sarjana." Jawabnya
"Selama kuliah disana apa kamu sama sekali gak pernah pulang kesini Shein?" tanya Zahra lagi.
"Enggak mba. Kan gak lama dari itu Papa sama Mama pindah ke London, karena waktu itu kakek William sakit jadi Papa sama Mama ngurus kakek disana. Kalau gak salah dengar, yang ngurus Perusahaan WILLIAMS GRUP waktu itu ya kak Rio sampai kak Bagas mau jadi CEO di WILLIAMS GRUP. Jawab Sheina. "Sheina pulang kisini baru beberapa hari ini mba. Dan bertemu kembali sama kak Rio ya waktu kita pergi makan siang bareng waktu itu. Beberapa tahun gak bertemu dengannya rasa dan detak jantung ini masih tetap sama seperti dulu waktu Sheina masih SMA saat pertama kali jatuh cinta sama kak Rio mba. Menurut mba Sheina harus gimana?" tanya Sheina pada Zahra
"Shein apa kamu Uda cari tau atau mencoba untuk ungkapin perasaan kamu ke Kak Rio?"
__ADS_1
"Sheina gak berani mbak ungkapin perasaan Sheina ke Kaka Rio. Sheina dari dulu hanya bisa mencintai kak Rio dalam diam." Jawab Sheina. "Ada juga yang mau Sheina ceritakan ke mba, tapi mba janji jangan beritahu siapa-siapa ya? Sebenarnya mau cerita ke mba Sheina malu soalnya ini tentang.."
"Tentang apa Shein cerita aja, aku gak bakalan ngomong kesiapa-siapa termasuk ke mas Bagas." Ucap Zahra
"Tadi saat Sheina makan siang bersama kak Rio di ruangannya, ia hampir saja mau cium Sheina mba. Awalnya Sheina gak ngerti itu terjadi gitu aja mba. Apa menurut mba kak Rio suka juga dengan Sheina?" tanyanya
"Kamu serius Shein kalau kak Rio mau cium kamu?!" tanyanya sembari melebarkan matanya hampir tak percaya.
"Berarti itu belum rezeki kak Rio dong." ucap Zahra yang masih tertawa. Tapi menurut aku kayanya dia mulai ada perasaan juga sama kamu Shein.." tambahnya
"Mba serius kalau kak Rio ada perasaan juga sama Sheina?" tanyanya
__ADS_1
"Iya Shein. Begini aja, gimana kalau kita buktikan sendiri perasaan kak Rio ke kamu benar ada apa gak.."
"Boleh juga idenya. Tapi caranya gimana mba?" tanyanya
"Mmm gimana kalau kamu dekatan dengan laki-laki di depan kak Rio. Di kantor kan banyak cowok-cowok ganteng juga tuh. Coba aja kamu berteman dengan mereka dan kalau di depan kak Rio kamu panas-panasin aja dia, kalau kak Rio lihat kamu dengan cowok lain dia cemburu atau menunjukkan wajah yang kurang suka melihat cowok itu berarti dia emang ada perasaan sama kamu."
"Apa mba yakin cara itu bisa membuktikan kalau dia ada perasaan ke Sheina?" tanyanya
"Iya Shein aku yakin." jawab Zahra
"Oke akan Sheina coba. Makasih ya mba mau dengar curhatan Sheina dan Uda mau kasih ide ke Sheina. Perasaan Sheina jadi lega karena Uda cerita ke mba Zahra. Tapi Sheina minta tolong ke mba jangan dulu cerita ini ke kak Bagas ya mba? Please.." ucap Sheina
__ADS_1
"Nggak usah terima kasih gitu Shein. Kamu ini kaya sama siapa aja. Aku malah senang kamu mau curhat ke aku. Berarti kamu percaya sama aku karena mau berbagi cerita. Kamu tenang aja aku gak bakalan cerita dulu ke mas Bagas. Sebelum kamu sendiri yang cerita ke kakak kamu." Jawabnya. "Ya uda kita masuk yuk tidur. Uda malam banget nih besok kita harus kerja." ucap Zahra sembari mengajak Sheina masuk kedalam rumahnya. Kemudian mereka masuk ke dalam kamar Zahra,lalu tidur..