CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
18. Bab 18 Bertemu 2


__ADS_3

"Temen temen mohon tenang sebentar ya.." ucap Rio yang sudah berdiri di atas panggung aula serta memegang Mikrofon nya. Assalamu'alaikum.., selamat pagi semuanya." ucap Rio. "Disini saya Rio asisten dari Pak Bagas ingin menyampaikan, bahwa mulai sekarang dan seterusnya CEO dari WILLIAMS GRUP akan di gantikan oleh Pak Bagas Saputra William beliau adalah anak dari Bapak Bimo William. Hari ini Pak Bagas ingin menyampaikan sesuatu kepada kita semua, silakan Pak maju ke depan."


"Bismillah," ucap Bagas dalam hati. "Assalamu'alaikum.. selamat pagi semuanya, dan salam sejahtera untuk kita semua. Baiklah semuanya perkenalkan saya Bagas Saputra William CEO di WILLIAMS GRUP yang baru, akan menggantikan Papa saya di Perusahaan ini. Karena Papa saya mulai sekarang akan pensiun, mungkin selama ini teman-teman tidak pernah melihat saya ada di Perusahaan WILLIAMS GRUP karena selama ini saya menjalankan Perusahaan almarhum kakek saya yang di London. Kepada temen temen sekalian saya mohon untuk kerjasamanya, mari kita sama sama membangun serta ngembangkan Perusahaan ini agar lebih maju lagi untuk kedepannya. Tanpa dukungan dan kerja keras kalian Perusahaan ini tidak akan sebesar sekarang, untuk itu saya mengucapkan banyak terimakasih. Cuma itu yang hanya ingin saya sampaikan, salam kenal buat temen-temen semua dan selamat beraktifitas kembali. Assalamu'alaikum.."


Setelah selesai Bagas, Rio dan sekretarisnya Mila turun dari panggung. Saat ingin keluar aula tanpa sengaja mata Bagas melihat sosok wanita cantik yang ia kenal di tengah tengah karyawan. Dia adalah Zahra istri yang paling Bagas cintai, ia pun berhenti sejenak menatap istrinya penuh cinta sambil tersenyum lembut dan di balas senyum oleh Zahra.


Melihat Bagas berhenti dan menatap penuh cinta ke Zahra, membuat karyawan semua bertanya tanya ada hubungan apa Pak Bagas dengan karyawan yang bernama Zahra. Begitu juga dengan Sonya, dia tidak suka melihat cara Bagas menatap Zahra tadi.


"Gue harus secepatnya mendekati Bagas dan menaklukan hatinya." ucap Sonya dalam hati sambil tersenyum sinis.


Setelah dari aula, Bagas pun masuk keruangan nya bersama Rio.

__ADS_1


"Bro loe kok gak ngomong sama gue kalau Zahra kerja disini..?!" tanya Bagas sambil berjalan ke kursinya. Di ikuti Rio yang duduk di sofa.


"Gue juga gak tahu kalau istri loe kerja disini, selama ini gue gak pernah ketemu sama dia." ucapnya sambil menghembuskan nafasnya pelan.


"Bro coba loe tanya sama HRD, Zahra kerja di divisi mana..?!"


"Loe bego banget sih Gas..! loe kan bisa telpon atau kirim pesan langsung tanya ke istri loe..!" ucapnya kesal.


"Tapi Gas loe kan satu rumah sama Zahra, apa loe gak pernah tanya dia kerja dimana..?!"


"Nah itu dia, gue gak pernah tanya Zahra kerja dimana..!" jawabnya sambil menghela nafasnya. "Kok gue gak pernah kepikiran soal itu ya." tambahnya lagi.

__ADS_1


"Ya karena yang ada di pikiran loe itu cuman bercinta terus sama Zahra..! ya kan ngaku aja loe?!"


"Hahahaha.. sialan loe! kalau ngomong emang paling bener..!"


" Hahahaha.." Rio pun ikut tertawa terbahak-bahak.


"Makanya cepatan nikah biar loh bisa ngerasain gimana nikmatnya surga dunia." ucap Bagas yang masih tertawa.


"Uda ah gue mau keruangan gue dulu, masih banyak kerjaan." ucap Rio berjalan kearah pintu lalu keluar dari ruangan Bagas.


"Oke bro.." jawab Bagas.

__ADS_1


__ADS_2