
Bagas dan Rio akhirnya sampai di Bandar udara Internasional Ngurah Rai Bali setelah menempuh perjalanan selama 2 jam. Selesai mengambil tas, mereka pun langsung keluar dari Bandara. Didepan Bandara sudah ada mobil menjemput mereka yang akan mengantarkan mereka ke Resort untuk mereka menginap beberapa hari di Bali.
"Pak Rio.." panggil seseorang kepada Rio
"Hai Johan kamu Uda di sini?" tanya Rio pada Johan. Johan adalah sekretaris dan termasuk menjadi orang kepercayaan juga di Perusahaan cabang di Bali. Dia sudah di percayakan oleh Papa Bimo dan Rio untuk memantau Perusahaan cabang. Karena Rio tidak bisa setiap hari harus bolak-balik Jakarta dan Bali untuk mengecek Perusahaan. Rio hanya bisa memantaunya dari jarak jauh. Dan mempercayakannya ke Johan.
"Sudah Pak." Jawab Johan. "Mari Pak silakan masuk ke mobil, saya akan mengantarkan ke Resort." ucap Johan.
"Makasih Johan.." ucap Rio. Bagas dan Rio masuk kedalam mobil. Didalam mobil Rio memperkenalkan Bagas pada Johan orang kepercayaan Perusahan cabang di Bali.
"Jo kenalkan ini Pak Bagas CEO WILLIAMS GRUP kita yang baru. Anak Pak Bimo yang yang akan meneruskan Perusahan mereka." Ucap Rio. Kamu pasti belum mengenalnya kan Jo?"tanyanya
"Belum Pak. Saya sudah tahu kalau CEO WILLIAMS GRUP sudah diganti oleh anak dari Pak Bimo, tapi belum pernah mengenal dan bertemu sama sekali oleh Pak Bagas." Jawab Johan sembari menyalami tangan Bagas dan memperkenalkan dirinya.
"Jo apa kamu sudah menyuruh tim audit untuk datang besok?" tanyanya
"Uda Pak Rio." Jawab Johan
"Jangan sampai ada yang tahu kedatangan kami yang tiba-tiba." Ucap Rio
"Pak Rio tenang saja karyawan semua tidak ada yang tahu kedatangan Pak Rio dan CEO WILLIAMS GRUP ke Kantor termasuk Manajer." jawab Johan. "Saya yakin Pak Rio, kalau si Manajer itu tahu pasti dia bakalan kalang kabut." ucapnya lagi. Bagas yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan mereka pun menautkan kedua alisnya setelah Johan bicara kalau Manajer akan kalang kabut dengan kedatangan mereka.
"Rio apa yang dibilang Johan itu berarti Manejer Perusahaan cabang yang melakukannya?" tanya Bagas
__ADS_1
"Selama Johan menyelidikinya, dugaan mengarah ke Manajer yang melakukan itu Gas. Tapi kita gak boleh gegabah dalam menuduhnya, kita harus cari bukti yang akurat makanya kita harus menyelidikinya langsung." Jawab Rio.
"Oke. Gue suka sama ide Lo yang cermelang." ucap Bagas.
Mereka pun sampai di Amnaya Resort Kuta. Tempat mereka menginap. Mereka sengaja memilih penginapan yang letaknya tidak begitu jauh dari Perusahaan cabang.
Setelah mereka cek in kemudian mereka masuk kedalam kamar dan tas mereka di bawa oleh Johan. Bagas dan Rio lebih memilih satu kamar.
Setelah mengantarkan Bagas dan Rio, Johan pamit pulang dan akan menjemput mereka besok Pagi.
"Enggak ada Jo kamu boleh pulang." Jawab Rio. "Terima kasih Jo kamu Uda mau jemput kami malam-malam ke Bandara dan mengatar kami ke Resort." Tambahnya lagi.
"Iya Pak sama-sama. Itu Uda menjadi tugas saya Pak."
"Terima kasih Jo dan senang bisa bertemu dengan kamu." Ucap Bagas sembari tersenyum manis ke Johan.
"Sama-sama Pak Bagas. Saya juga senang bisa bertemu langsung oleh CEO WILLIAMS GRUP." ucapnya sembari mambalas senyuman Bagas. Kemudian Johan pun keluar dari kamar mereka untuk kembali kerumahnya.
Selesai membersihkan tubuh mereka. Bagas dan Rio rebahan di kasur dengan sibuk melihat ponselnya masing-masing.
__ADS_1
"Bro gue kangen banget sama Zahra." ucapnya pada Rio
"Kalau Lo kangen telfon aja Gas.. repot amat."
"Uda Rio tapi gak di angkat-angkat sama Zahra."
"Ya gak di angkatlah. Lo lihat ini jam berapa Bagas.. ini Uda jam 12 malam. Pasti dia uda tidur Bagas..!"
"Tapi kan biasanya kalau sama gue, jam segitu belum tidur Rio.."
"Ya elah Gas Lo bego atau apa sih! Ya jelaslah kalau ada Lo dia belum tidur, pasti kalau jam segitu lo masih ngajak bercinta Zahra. Pasti saat ini dia lagi tidur dengan tenang dan nyenyak karena tidak ada yang menerjangnya sampai berjam-jam." Ucap Rio sembari tertawa
"Sialan Lo!" Ucap Bagas sambil melemparkan bantal ke arah Rio. Kembali Rio meleparkan ke arah Bagas. Berakhir dengan mereka tertawa bersama sama.
"Uda ah kita tidur, besok kita harus Uda di kantor duluan sebelum karyawan pada berdatangan. Ucap Rio. "Lagian gue Uda ngantuk dan capek banget." Tambah Rio lagi. Akhirnya Bagas memilih tidur karena telponnya tidak di angkat-angkat oleh istrinya. Begitu juga Rio ia langsung tidur.
Jam 6 pagi Johan sudah menjemput Bagas dan Rio ke Resort tempat mereka menginap. Setelah Bagas dan Rio sudah siap mereka pun berangkat ke kantor. Karena mereka harus sudah sampai duluan sebelum karyawan yang lain berdatangan. 10menit mereka pun sampai di Perusahaan cabang. Mereka bertiga pun kaluar dari mobil kemudian Johan membawa mereka ke atas di lantai 10 dengan menggunakan lift khusus.
Seperti inilah kira-kira gaya Bagas ke kantor. 🥰🥰
🌹Maaf ya temen-temen up nya sedikit, soalnya author lagi demam nih. Jadi lagi gak konsen nulis ceritanya, doain ya biar author cepat sembuh. Tapi author usahain up ya.. Terimakasih untuk yang Uda baca dan memberikan like cerita aku..🙏💕🌹
__ADS_1