
Zahra tiba di depan Lift, menunggu lift terbuka bersama beberapa karyawan lainnya. Zahra melihat samping kiri dan kanannya beberapa dari mereka pada bergeser ke belakang, Zahra bingung, lalu ia menoleh ke belakang ternyata sudah ada Bagas tepat di belakangnya.
"Pagi pak.." ucap mereka yang sedang menunggu lift turun
"Pagi semua.." jawab Bagas sambil tersenyum manis kepada mereka
"Kenapa Bapak naik lift karyawan..?! bukannya Bapak ada lift sendiri?! Tanya Zahra sedikit ketus, Karena ia masih kesal dengan suaminya ini.
"Emang kenapa kalau saya pakai lift karyawan terserah saya dong..! kan saya bos disini!" jawab Bagas tak kalah ketus
"Ck, dasar sombong!" ujar Zahra kesal
Bagas tersenyum mendengar jawaban dari istrinya itu, Bagas paling senang membuat Zahra kesal, melihat wajah kesalnya sungguh sangat menggemaskan. Sedangkan karyawan yang ada disitu bertanya-tanya, kok bisa Zahra berani berbicara ketus kepada bos besar Perusahaan.
Lift pun terbuka, Zahra masuk kedalam di ikuti Bagas yang berada dibelakangnya. Tetapi karyawan yang lain tidak ada yang berani masuk kedalam lift
"Kenapa kalian gak masuk..?" tanya Bagas
"Enggak Pak, Bapak saja duluan." ucap mereka semua.
Lift pun tertutup, di dalam lift hanya ada mereka berdua, saat Zahra akan memencet tombol lift lantai 5 tangannya di tahan oleh Bagas, ia pun langsung mencet tombol 20 dimana ruangan nya berada. Perlahan Bagas mendekat ke istrinya, membuat Zahra mundur kebelakang.
"Mas mau ngapain?! mas jangan macam-macam ya ini kita dalam lift loh mas..?!" Bagas terus saja mendekatinya hingga membuat tubuh Zahra menyandar ke dinding lift. Zahra menundukkan kepalanya, Bagas menarik pinggang istrinya agar lebih dekat dengannya lalu mengangkat dagu Zahra Bagas memandang lekat wajah istrinya kemudian ia mencium bibir istrinya lembut dan **********. Zahra sempat mendorong dada suaminya tapi tidak bisa, karena tenaganya lebih kuat darinya. Alhasil Zahra hanya bisa pasrah apa yang lakukan oleh suaminya.
Setelah hampir kehabisan napas Bagas lalu melepaskan ciumannya, di lihatnya bibir Zahra sudah bengkak. Bagas pun tersenyum dan senang melihat itu. Di lapnya bibir istrinya yang basah dengan ibu jarinya dan mengecup bibir istrinya lagi singkat, kemudian Bagas memeluk nya erat.
"Mas mesum banget sih! Lipstik nya jadi belepotan lagi mas.." ucap Zahra yang masih berada di pelukan Bagas.
"Kalau mesumnya sama istri sendiri kan gak dosa sayang.. mas sengaja, lipstik kamu masih terlalu merah mas gak suka dan bibir kamu ini sudah membuat mas kecanduan, rasa nya mas ingin melahap bibir kamu terus."
"Mas.." ucap Zahra sembari menatap tajam suaminya. Melihat tatapan tajam dari istrinya membuat Bagas tertawa renyah.
Ting
Lift pun terbuka, Bagas pun keluar. Melihat istrinya masih didalam lift Bagas langsung menahan pintu lift agar tak tertutup.
"Sayang kok masih disitu, ayo keluar.."
"Mas ini lantai 20, mas mau ngajak aku kerja di ruangan mas..?" tanya Zahra kesal.
__ADS_1
"O iya mas sampe lupa, tapi sepertinya itu ide bagus sayang.. gimana kamu mau gak..?!" goda Bagas sembari mengedipkan sebelah matanya.
Zahra menghela nafasnya panjang. "Itu emang maunya mas.." entar bukan kerja yang ada mas bakal mesum sama Zahra terus..!
"Hahaha.. kok kamu tau aja sih sayang maunya mas.. kamu benar-benar istri yang paling pengertian."
"Tau ah! Zahra sebel sama mas..! Uda sana keruangan, Zahra juga mau turun kelantai 5. Liftnya Uda di tunggu sama karyawan yang lain mas.." ucap Zahra yang Uda benar-benar kesal pada suaminya.
"Oke..oke. Semangat kerjanya ya.." ucap Bagas lalu narik tangan Zahra untuk mendekat dengannya ia pun mencium kening istrinya, setalah itu Bagas jalan meninggalkan Zahra yang berada di dalam lift. Lift pun tertutup turun ke lantai 5.
Sepanjang jalan menuju ruangannya Bagas selalu tersenyum lebar. Bagas gak nyangka hidup bersama Zahra istrinya ia begitu sangat bahagia. Selama hidupnya ia baru kali ini merasakan benar-benar bahagia, Bagas ngerasa hidupnya lebih berarti dan lebih berwarna. Apalagi kalau sudah berdekatan dengan istrinya dia tidak bisa mengendalikan dirinya untuk tidak menyentuh istrinya.
"Ya Allah aku sangat bersyukur karena engkau telah menghadirkan Zahra ke dalam hidup hamba. Aku berjanji gak akan pernah menyia-nyiakan Istri ku dan Aku janji akan terus berusaha untuk membahagiakan zahra." Ucapnya dalam hati
Di lift Zahra sedang memperbaiki riasannya karena ulah suaminya yang mesum. Lift pun berhenti di lantai 5 tepat dimana ruangan Zahra berada. Lift terbuka kemudian Zahra keluar dari dalam lift berjalan menuju meja nya, dari jauh Zahra melihat sahabatnya Lisa dan Rina tengah asyik ngobrol.
"Assalamu'alaikum..." ucap Zahra
"Waalaikumsalam.." jawab kedua temannya
"Lo dari mana aja Zahra..? kok baru datang, gue kira loe gak kerja.." tanya sahabatnya Lina
"oohh.." jawab sahabatnya, dan mereka tidak bertanya lagi karena mereka tahu lantai 20 itu ruangan siapa.
Saat sampai di mejanya, tiba-tiba saja hijab Zahra di tarik dengan seseorang dari belakang.
"Astaghfirullah.." ucap Zahra yang terkejut karena hijabnya di tarik. Zahra lalu menoleh ke belakang melihat orang yang menarik hijabnya. "Ibu Sonya apa-apaan main tarik hijab saya seenaknya?" ucap Zahra kesal
Lina dan Rina yang melihat mereka pun langsung mendekat ke Zahra dan atasannya itu.
"Kamu tuh yang apa-apaan baru beberapa bulan kerja disini aja uda beranih ya kamu godain CEO di Perusahaan ini! Jangan sok kecantikan kamu..! kamu pikir pak Bagas suka dan mau sama kamu?!" ucapnya dengan menatap tajam ke Zahra. beberapa orang yang baru masuk pun ikut melihat dan nyamperin mereka.
Ya, yang menarik hijab Zahra adalah Sonya kepala divisi mereka.
"Asal Ibu tau aja saya emang cantik, apa Ibu baru tau kalau saya cantik." jawabnya dengan nada biasa dan tenang.
"Kamu Zahra jangan coba-coba dekat dengan Pak Bagas! jauhi pak Bagas atau kamu saya pecat!!"
Zahra hanya tersenyum mendengar ucapan dari atasannya itu.
__ADS_1
"Ibu Sonya yang berhak pecat saya itu adalah Pak Bagas, bukan ibu.. lagian Bu Sonya tuh gak ada hak untuk ngelarang saya mau dekat dengan siapa saja sekalipun itu dengan Pak Bagas." balasnya santai
"Pak Bagas itu hanya milik saya! perlu kamu ingat itu di kepela kamu!! jangan coba-coba kamu deketin atau godain Pak Bagas lagi! Atau kamu akan tau akibatnya karena berurusan dengan saya!!" bentak Sonya
"Serem amat Bu ancamannya..?! Kita lihat aja nanti. Bu Sonya kalau ada masalah pribadi jangan dibawa-bawa ke tempat kerja."
"Kamu nantangin saya?!! lihat aja Zahra siapa yang akan di pilih oleh Pak Bagas!" ucapnya dengan tatapan yang ingin menerkam mangsanya.
Zahra hanya menaikkan kedua bahunya sambil tersenyum lalu ia duduk kembali ke mejanya tanpa memperdulikan ucapan dari Sonya atasannya. Dengan emosi dan kesal Sonya langsung meninggalkan meja kerja Zahra.
"Bubar semua!!" ucapnya penuh emosi lalu ia pergi meninggalkan mereka semua kembali ke ruangannya.
Tanpa mereka tahu ada yang merekam Sonya dan Zahra tadi, dan mengirim rekaman tersebut ke Bagas. Karena tanpa sepengetahuan Zahra, Bagas menyuruh salah satu sahabat dari Zahra untuk memberi informasi kalau ada salah satu karyawan yang menyakiti Zahra istrinya.
"Lo berani ya Ra' melawan Bu Sonya?" tanya Rani yang nyamperin Zahra ke mejanya
"Tapi itu bagus, selama ini kan belum ada yang berani melawan wanita sombong itu," sok berkuasa lagi! apa lagi Lo ngelawan Bu Sonya dengan santai tidak emosi. ucap Lisa yang ikut nyamperin Zahra
"Kenapa gue mesti takut, kan gue gak salah." balasnya
"Zahra kok gak lu publikasikan aja sih hubungan lu sama Pak Bagas..? Lo mau terus-terusan di gosipin yang enggak-enggak sama semua karyawan di sini..?!" ucap Lisa
"Enggak sih, ya entar gue pikirkan lagi." Jawab Zahra
Ting Ting
Bunyi pesan masuk ke ponsel dari salah satu sahabatnya
Pak Bos
Kamu bisa keruangan saya sebentar? saya tunggu"
"Iya Pak."
balasnya ke Bagas
"Gue ke toilet dulu ya, sakit banget perut gue. Da ..."
"Ck emang dasar pagi-pagi uda nyetor aja tu anak. Ya uda yuk kita kerja, entar Mak lampir ngomel lagi!" ucap Zahra
__ADS_1
"Permisi Bu Mila saya ingin bertemu dengan Pak Bagas.."