
"Assalamu'alaikum sayang..." Salam dari Bagas yang baru saja pulang dari kantor, karena hari ini ia lembur. Sembari masuk kedalam rumah Bagas mencari istrinya yang tidak ada menjawab salamnya. Kemudian Bagas mencari istrinya di dapur, ternyata wanita yang ia cintai tengah asik memasak sampai-sampai tidak mendengar salam dari suaminya.
Dengan perlahan Bagas nyamperin istrinya agar tidak di ketahui kedatangannya. Kemudian Bagas langsung memeluk istrinya dari belakang. Zahra yang masih sibuk menggoreng ayam untuk makan malam mereka pun terkejut saat tiba-tiba saja pinggang rampingnya di peluk dengan seseorang.
"Astaghfirullah mas.. ngagetin aja sih. Kamu Uda pulang mas?" Tanya Zahra sembari masih menggoreng ayam nya.
"Uda sayang... mas tadi Uda ngucapin salam tapi gak di jawab." Jawab Bagas yang masih memeluk istrinya tanpa mau melepaskan nya.
"Maaf mas aku gak dengar salam dari kamu. Karena lagi asik masak buat makan malam kita." Ucap Zahra. "Mas ih lepasin dulu, Zahra masih goreng ayam loh mas.. sana mandi dulu setelah itu kita makan malam, pasti kamu Uda laperkan?" Tanya nya.
"Kamu tau aja sayang kalau mas uda laper. Ya uda mas mandi dulu ya.." Ucap Bagas. Lalu Bagas membalikkan tubuh istrinya, mereka pun kini berhadapan. Bagas mengecup kening dan bibir Zahra dengan lembut dan sayang. Kemudian ia langsung beranjak menuju kamarnya untuk mandi. Zahra hanya bisaa tersenyum dengan yang dilakukan oleh suaminya.
Sekitar dua bulan yang lalu Zahra sudah tidak lagi bekerja di Perusahaan WILLIAMS GRUP, ia akhirnya memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya. Dan hal itu sangat didukung oleh Bagas suaminya. Karena Memang dari awal Bagas tidak ingin istrinya bekerja, cukup dirumah menunggu dirinya pulang dari kantor. Tapi sesekali Bagas juga menyuruh Zahra datang kekantor mengantar makan siang untuk dirinya.
Setelah 10 menit Bagas keluar dari kamar dan jalan menuju ruangan meja makan, disana Zahra juga baru selesai menyajikan makanannya di meja. Sampai di meja makan, Bagas langsung menarik kursi lalu ia duduk. Begitu telaten Zahra mengambilkan makan malam untuk suaminya. Mereka berdua kini tengah menikmati makan malamnya.
Berbeda dengan Rio dan Sheina. Saat ini mereka tengah asik melakukan kegiatan yang menggairahkan di atas ranjang. Karena hormon kehamilan Sheina, yang menginginkan hal itu. Rio sebagai suami senang-senang saja melakukan kegiatan panas bersama istrinya, apalagi yang meminta duluan adalah istrinya.
Setelah selesai, sekarang Sheina lagi ngidam makan nasi goreng buatan kakaknya Bagas. Rio sudah membujuk istrinya agar dirinya saja yang memasak, tapi Sheina tidak mau ia tetap ingin kakaknya yang masakin nasi gorengnya. Masalahnya bukan apa-apa soalnya sekarang sudah menunjukkan jam 1 malam, bisa-bisa Bagas akan marah nanti.
"Sayang kakak aja ya masakin kamu nasi goreng.. ini Uda jam satu loh sayang, entar yang ada Bagas ngamuk kalau disuruh datang kesini." Ucap Rio pada istri tercintanya agar Sheina bisa mengubah permintaannya.
"Gak mau! Sheina maunya kak Bagas yang masakin. Ini anak kamu Lo yang minta?" Ucap Sheina yang masih kekeh meminta kakaknya Bagas masakin nasi goreng untuknya. "Kakak kan Uda janji akan selalu nurutin ngidamnya Sheina.. tapi sekarang gak mau ngabulin permintaan anak kamu.." Ucap Sheina dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Kalau sudah begini Rio tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi lihat istrinya Samapi mau menangis, dengan terpaksa Rio menghubungi Bagas untuk datang kerumahnya karena Sheina menginginkan nasi goreng buatan Bagas. Untung saja rumah mereka tidak terlalu jauh.
__ADS_1
Ternyata setelah menikah Rio sudah membeli rumah untuk keluarga kecilnya yang tak jauh dari rumah Bagas dan tidak terlalu jauh juga dari Kantor. Rio bukan tidak mau tinggal bersama Papanya, hanya saja Rio dan Sheina ingin mendiri. Mau gak mau Papa Bimo mengizinkan mereka tinggal dirumah mereka sendiri yang sudah di beli oleh anak angkatnya dan sekarang menjadi menantunya.
Bagas dan Zahra yang sudah tertidur nyenyak di kamar di kejutkan dengan bunyi suara ponsel Bagas. Sekali, dua kali sampai yang tiga baru dia angkat oleh Bagas.
Bagas
"Ya halo siapa nih.."
Rio
"Hei kakak ipar nih gue Rio"
Bagas
"Apaan sih nelpon gue malam-malam gini?! gak tahu apa gue Uda tidur, ganggu aja Lo!"
Rio
Bagas
"Ya elah perkara nasi goreng aja Lo sampe gangguin gue tidur, ya Lo masak sendiri kan bisa Yo..!"
Rio
"Masalahnya yang masak harus Lo.."
__ADS_1
Bagas
"Apa! gak-gak gue ngantuk, lagian gue gak bisa masak!"
Rio
"Please Gas, Sheina lagi ngidam nih pengen dimasakin nasi goreng sama Lo.. gue Uda bujuk dia biar gue aja yang masak, tapi dia gak mau! tetap harus Lo yang masak."
Bagas
"Ya ampun kalian ngerepotin gue aja sih! gue gak bisa masak!
Tut Tut Tut
Bagas pun mematikan ponselnya gitu saja. Hari ini ia benar-benar lelah karena lembur kemaren. Dan sekarang lagi nyenyak nya tidur, eh malah di bangunin suruh masak nasi goreng.
"Siapa mas?" Tanya Zahra.
"Itu Rio, suruh mas kerumahnya diminta mas masakin nasi goreng untuk Sheina. Mas kan gak bisa masak sayang..." Jawab Bagas yang masih kesal pada Rio.
"Astaghfirullah. Mas gak boleh seperti itu, Uda sana kerumah kak Rio. Kasian Sheina mas diakan lagi ngidam, anaknya kan lagi pengen ngerasain masakan uncle nya mas.." Ucap Zahra yang menyuruh suaminya untuk memenuhi ngidamnya Sheina.
"Tapi sayang, mas capek. lagian ini Uda jam satu, mas kan juga gak bisa masak.."
"Ya uda ayo sama Zahra, biar Zahra bantu entar Zahra yang arahin mas masak nasi gorengnya. Dan kamu gak boleh gitu mas.. pasti Sheina sedih kamu gak masakin, gimana kalau posisinya Zahra yang ngidam seperti Sheina, meminta kak Rio untuk masakin nasi goreng, dan Kak Rio gak mau, pasti kamu kesal kan?" Ucap Zahra mencoba mejelaskan ke Bagas gimana kalau posisi dirinya seperti Sheina. Pasti akan sedih ngidamnya gak dituruti.
__ADS_1
"Iya sayang maaf, ya Uda ayo kita kerumahnya Rio." Ucapnya sembari ia beranjak dari ranjang mau kerumah Rio, ya bisa dibilang sekarang Rio adik iparnya.
Bagas dan Zahra akhirnya pergi kerumah Rio. Mereka lebih memilih jalan kaki, soalnya jarak rumah Bagas ke rumah Rio hanya melewati tiga rumah saja.